BREAKING NEWS

Nasional

Jawa Barat

Berita KPK

Minggu, 20 Agustus 2017

Sekolah Tinggi Multimedia Berhasil Menyelenggarakan Multimedia Training Course for Pacific Countries

SIARAN PERS NO. 131/HM/KOMINFO/08/2017
Tanggal 20 Agustus 2017
tentang
Sekolah Tinggi Multimedia Berhasil Menyelenggarakan Multimedia Training Course for Pacific Countries

TIPIKORNEWS.COM - Direktorat Kerjasama Teknik, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Multimedia (STMM) “MMTC” Yogyakarta telah menyelenggarakan pelatihan “Multimedia Training Course for Pacific Countries” pada tanggal 9 – 19 Agustus 2017 dan dilangsungkan di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 15 (lima belas) peserta dari 6 (enam) negara di wilayah Pasifik yakni Fiji, Nauru, Papua Nugini, Solomon Islands, dan Timor Leste termasuk 4 (empat) peserta dari Indonesia.

Pelatihan ini secara resmi ditutup pada tanggal 19 Agustus 2017 di Studio TV 1 Kampus STMM “MMTC” Yogyakarta. Mengawali acara penutupan, Plt. Ketua STMM “MMTC” Prof. Dr. Gati Gayatri menjelaskan “pelatihan telah memberikan muatan pengetahuan dan skill para peserta di bidang broadcasting dan teknologi informasi. Dalam pelatihan yang berlangsung selama 10 (sepuluh) hari, para peserta mendapatkan materi tentang penulisan berita, pengoperasian kamera, editing non-linier dan pemanfaatan teknologi streaming. Kemudian, secara berkelompok para peserta juga membuat karya produksi video dokumenter dan website dengan tema Kearifan Lokal Dalam Penanggulangan Bencana, dengan mengambil lokasi di beberapa wilayah sekitar DI Yogyakarta”.

Dalam pelaksanaan masa training, Peserta dibentuk ke dalam beberapa kelompok tematik, yaitu :

Karya kelompok 1 : Domes For Hopes.
Karya kelompok 2 : Oppose to Relocate.
Karya kelompok 3 : Dissaster Mitigation in Parangtritis Village.
Karya kelompok 4 : Kalitalang Ecotourism : Mitigation and Community Empowerment in Balerante Village.

Karya masing-masing kelompok tersebut dipresentasikan kepada hadirin pada saat acara penutupan di STMM “MMTC” Yogyakarta. Para peserta juga mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, karena pada saat proses shooting di lapangan mereka berkesempatan lebih mengenal budaya Indonesia khususnya masyarakat Yogyakarta. Selain itu, persahabatan antar peserta juga dapat meningkatkan networking untuk pertukaran berita dan pengetahuan di bidang teknologi informasi.

Mewakili peserta, Michael Moia dari Papua New Guinea (PNG) , menyampaikan kesan-kesannya selama mengikuti pelatihan di Yogyakarta. Menurutnya, pelatihan memberi kesempatan para peserta dari berbagai negara untuk menggali kreativitas masing-masing dalam menciptakan sebuah karya liputan dengan kemasan yang menarik. Peserta juga sangat terkesan dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan oleh Pemerintah Indonesia khususnya para pengajar, pelatih yang telah membantu pembuatan karya liputan peserta. Tak lupa juga penghargaan atas keramah-tamahan warga Yogyakarta.

Pelatihan ditutup secara resmi oleh Direktur Kerja Sama Teknik (KST) Kementerian Luar Negeri Mohammad Syarif Alatas. Syarif menegaskan komitmen Pemerintah RI terhadap negara-negara Pasifik untuk memberikan pelatihan pelatihan capacity building dan bekerja sama dalam pembangunan termasuk di bidang multimedia. Diharapkan melalui pelatihan para peserta dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman mereka di bidang multimedia sebagai bekal dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat. Kapasitas dalam penggunaan multimedia diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif dalam pembangunan. Direktur KST juga mengharapkan jalinan kerja sama selama pelatihan dapat berlanjut di masa mendatang sebagai bagian dari jejaring kerja sesama awak media dalam melakukan tukar-menukar berita dan informasi.

Pelatihan ini menambah jumlah program pembangunan kapasitas bagi negara-negara di kawasan Pasifik yang telah dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga atau pihak swasta. Dalam kurun 2014-2017 (April 2017) setidaknya telah diselenggarakan 50 program pelatihan yang diikuti oleh para peserta asal Pasifik seperti Australia, Cook Islands, asal Fiji, Kiribati, Marshal Islands, Nauru, Palau, PNG, Selandia Baru, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu, Vanuatu, dan New Caledonia. (Dit. KST- Kemenlu - L.Ag MMTC dan Etty – KST)
(tn/h.kementerian kominfo)

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra Buka Kompetisi Liga Bintara PK Siliwangi

TIPIKORNEWS.COM - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra membuka Kompetisi sepak bola Liga Bintara Prajurit Karier (PK) Siliwangi ke - I Tahun 2017 di Lapangan Stadion Siliwangi, Jalan Lombok Bandung (20/8/2017).

Pertandingan ini diadakan baru pertama kalinya oleh para Bintara PK Siliwangi yang diikuti 22 Club se Jawa Barat dan Banten dimulai dari Prajurit Karier (PK) Angkatan 1 Tahun 1994 sampai dengan Angkatan 22 Tahun 2014 se wilayah Jawa Barat dan Banten.

Pangdam III/Siliwangi mengatakan," saya sangat bangga dengan Bintara PK Siliwangi dapat melaksanakan Kompetisi ini yang merupakan kegiatan positif yang bertujuan untuk mempererat gubungan silaturahmi Bintara PK yang ada di wilayah Kodam III/Siliwangi.

Dikatakannya bahwa satu minggu lalu saya melihat rencana kegiatan Bintara PK ini sudah menggaung didunia melalui medsos diantaranya Twetter, Istagram dan media lainnya sampai - sampai artis sekelas Rafi Ahmad memberikan ucapan selamat, jelasnya.

Saya tau kalian bersumber pendidikan dari bermacam - macam tempat diantaranya Bandung, Medan, Jawa Timur dan tempat lainnya dengan adanya kegiatan ini dapat dijadikan untuk mempererat hubungan tali silaturahmi antar angkatan dan wilayah yang ada di Kodam III/Siliwangi, katanya.

Saya berharap kepada panitia dan para peserta kompetisi agar mengutamakan sportifitas fair fly dalam pertandingan, tanamkan di Tim masing - masing bahwa kemenangan dalam pertandingan merupakan yang utama tetapi dengan tidak menghalalkan segala cara untuk mencari kemenangan, ungkapnya.

Saya ingin Kompetisi Sepak Bola Liga Bintara Prajurit Karier (PK) yang terdiri dari berbagai angkatan ini dicontoh oleh liga persepak bolaan di Indonesia dan gunakan Event ini untuk sarana mencari bibit - bibit baru bagi atlet sepak bola karena saya yakin atlet sepak bola dari TNI akan lebih tangguh, ungkap Pangdam.

Untuk menyatakan pertandingan ini dimulai Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra didampingi Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI YP. Sembiring menggunting balon terbang dan melaksanakna Kick Off tendangan pertama atau awal pertandingan dengan demikian pertandingan dinyatakan resmi dibuka dan dimulai

Hadir pada kegiatan ini Kasdam III/Siliwangi, Wadan Secapa AD, Dirum Kodiklat TNI AD, Kapolres Bandung, Irdam III/Siliwangi dan Para Asisten dan Pejabat Kodam III/Siliwangi.

Pertandingan akan dilaksanakan setiap hari minggu dan tiap harinya dilaksanakan 2 kali pertandingan dan hari ini diawali pertandingan dari Tim Labaz 18 VS Arsent 20 di Stadion Siliwangi Bandung. (tn)
(sumber: dialogpublik.com)

Kampung Toleransi di Kota Bandung Memberikan Ketenangan Dalam Berkehidupan

TIPIKORNEWS.COM - Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil meresmikan Kampung Toleransi di RW 04 Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung, Minggu (20/08/17).

Selain di kecamatan Bojong Loa Kaler, ada pula kampung toleransi bertempat di Kelurahan Paledang Kecamatan Lengkong.

Kampung toleransi memberikan ketenangan dalam berkehidupan. Diantaranya sosialisasi dan kerukunan umat beragama. Dengan jarak yang dekat setiap rumah ibadah, menjadikan kampung tersebut nyaman.

Wali Kota Bandung menyampaikan, Indonesia lahir dari perbedaan. Diantaranya ras, suku, agama dan budaya. Perbedaan tersebut memberikan pelajaran bahwa sebagai warga harus mampu saling menghormati dan menghargai disetiap perbedaan.

"Nah di Bandung ada Kampung toleransi. Wilayah yang bebas melakukan apa saja dalam hal positif. Kita lakukan kegiatan sesuai keyakinan boleh, asalkan membuat nyaman orang lain. Maka kebebasan dalam berkeyakinan dimana sifatnya positif, Itulah yang dinamakan toleransi,"tuturnya.

Lanjutnya, sebuah perbedaan itu yang membuat Indonesia menjadi toleransi.

"Hidup datang dari perbedaan, namun hal tersebut yang membuat kita berfikir bahwa perbedaan bisa kita satukan dengan keyakinan setiap masyarakat. Agama, suku dan bahasa bisa bersatu dengan toleransi,"jelasnya.

Emil berpesan, ketika perbedaan terjadi dan bisa menimbulkan perpecahan, maka sebagai pemimpin harus mampu bermusyawarah.

Dirinya menitipkan kepada unsur kewilayah RT, RW, lurah dan camat agar mampu bermusyawarah ketika perbedaan itu menimbulkan konflik.

"Perbedaan bisa menjadi ketidaknyamanan yang tidak disengaja. Biasakan menggunakan musyawarah, dialog dan ngobrol. Istilah Sunda nya Hade Goreng Ku Basa, Jelek baiknya obrolin. Insyaallah masalah yang terjadi akan selesai dengan damai,"jelasnya Emil.

Dirinya berharap, kota Bandung bisa lebih banyak lagi wilayah kampung toleransi.

"Saat ini saya resmikan kampung di RW 04, insyaallah diwilayahnya yang lain bermunculan kampung kampung toleransi selanjutnya. Dengan perbedaan kita bisa bersatu," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga dibacakan Deklarasi Kampung Toleransi di Wilayah RW 04 kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler yang berisi,

Satu, akan meneruskan, menjaga dan meningkatkan toleransi kehidupan beragama di wilayah RW 04 khususnya dan kota Bandung pada umumnya.

Dua, meneruskan dan selalu meningkatkan kesadaran masing masing umat beragama untuk menjalankan ibadahnya dengan baik sesuai dengan keyakinan masing-masing. Udah tuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Tiga, berperan aktif melalui kampung toleransi ini mendukung dan mensukseskan program Kota menjadi Bandung juara.(tn/h.bdg)

KUPT Izinkan Kombet Bantuan Dioperasikan Keluar Daerah

TIPIKORNEWS.COM - Banyaknya bantuan pemerintah pusat ke daerah disektor pertanian berupa sumur bor , alkon (mesin sedot air), hand traktor (alat bajak sawah) dan kombet (mesin pemotong sekaligus perontok padi) diharapkan bisa mempercepat proses kerja para petani dengan harapan dapat menambah kemajuan disektor pertanian dan dapat meningkatkan pendapatan petani itu sendiri.

Akan tetapi terkadang bantuan yang diserahkan ke kelompok tani, tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh petani diwilayahnya.

Alasannya juga bermacam-macam, ada yang bantuannya disewakan, ada juga tidak sesuai dengan kebutuhan petani, ada juga karena memang petaninya tidak dikasih tahu oleh kelompoknya kalau mereka mendapatkan bantuan maka tidak jarang bantuan yang diterima kelompok justru dimanfaatkan oleh oknum pengurus kelompok untuk kepentingan pribadi.

Dari data yang dihimpun tipikornews.com dilapangan, banyak bantuan yang berpindah tangan, mulai dari pemakaiannya maupun kepemilikannya.

Salah satunya yang terpantau oleh wartawan kami di lapangan, bantuan kombet mesin pemotong sekaligus perontok padi untuk kelompok Tani Sidomuncul (I) Desa Tanjung Agung Kecamatan Katibung Lampung Selatan.

Kelompok tani ini diperkirakan antara bulan Juni dan Juli 2017 mendapatkan bantuan dari pemerintah 1 (satu) unit Kombet Maxxi mesin pemotong sekaligus perontok padi namun hanya dalam hitungan jam saja mesin tersebut mampir dikelompok, setelah itu dibawa oleh seseorang ke wilayah Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Disinyalir ada pula beberapa kelompok tani lainnya menerima bantuan alat pertanian yang sudah berpindah tangan ke pihak lain dengan alasan yang kurang jelas.

Ditemui disalah satu tempat minggu (20/08/2017) Suwarno sebagai Ketua Kelompok Tani Sidomuncul 1 mengakui kalau mesin kombet pemotong dan perontok padi yang mereka terima saat ini sedang dioperasionalkan ke wilayah kabupaten lain.

Hal itu diakuinya pula hanya satu malam mesin tersebut diterima lalu keesokan harinya langsung dibawa ke (Rawa Jitu-red) Sistem yang dilakukan bagi hasil dengan perhitungan (6:1) hasil dapat enam kwintal bagian yang punya mesin satu kwintal, ditanya tentang surat perjanjian bagi hasil dengan pihak ketiga, Warno menjawab tidak ada perjanjian tertulis, walaupun tidak ada perjanjian tertulis hal ini sudah sepengetahuan Kepala Unit Pelaksana Tugas (KUPT) pertanian setempat, kelompok ini beranggotakan 25 (dua puluh lima) orang luas areal pesawahan 15 hektar, 10 hektar lainya daratan atau ladang, ujar Warno.

Ditempat terpisah Mahmud saat dimintai konfirmasinya via phone cellnya pada hari minggu (20/08/201) mengatakan dirinya mengetahui dan mengizinkan mesin potong padi dikelompok Sidomuncul 1 itu dioperasionalkan kewilayah luar kabupatennya, sepanjang di kelompoknya tidak dipakai dan itu diperbolehkan oleh dinas.

Untuk meyakinkan wartawan kami Mahmud mempersilahkan untuk menghubungi Mugiyono Kabid Tanaman Pangan di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan namun dirinya tidak memberikan nomor contac person yang bersangkutan. (Sai)

Konsep Chinatown Wujud Keberagaman Khas Warga Bandung

TIPIKORNEWS.COM - Kota Bandung tak pernah berhenti membuat sesuatu yang baru. Sebagai destinasi wisata kota nomor satu di Indonesia, Bandung dituntut untuk selalu menyediakan pilihan baru bagi para pelancong.

Kabar baru datang dari Jalan Kelenteng, Kota Bandung. Minggu (20/8/2017), Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, didampingi istri, Atalia Ridwan Kamil, meresmikan Bandung Chinatown di Jalan Kelenteng.

Konsep Chinatown didesain seperti Pecinan, memadukan unsur-unsur buaya khas Tionghoa dengan kultur Bandung yang identik dengan suasana ruang terbuka. Ornamen-ornamennya merupakan perpaduan antara ornamen Tionghoa dengan Sunda pribumi.

Ridwan Kamil menuturkan, konsep ini adalah wujud dari keberagaman yang selama ini menjadi ciri khas Bandung. Ia mengatakan, Chinatown ini memperkuat eksistensi Kota Bandung yang sangat menghargai perbedaan.

"Keberagaman itu diwujudkan dalam toleransi beragama, kegiatan sosial sehari-hari, dan dalam kegiatan ekonomi. Ini adalah wujud keberagaman identitas dalam ekonomi," ujar Ridwan.

Ia berharap, gagasan tentang keberagaman ini bisa dipahami, tidak hanya di Kota Bandung tetapi juga di Indonesia. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan perbedaan, kedamaian bisa tetap hadir dengan cara-cara yang baik dan mulia.

"Mudah-mudahan keberagaman ini menjadi inspirasi untuk Indonesia, bahwa Indonesia di 72 tahun merdekanya, kekuatannya datang dari keberagaman," ucapnya.

Di dalam Chinatown ini, terdapat 77 kios yang berasal dari UMKM Kota Bandung. Isinya beragam, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan. Warga Bandung maupun wisatawan bisa mengunjungi Chinatown sambil menikmati udara Bandung yang sejuk hampir sepanjang tahun.

Sejak pembentukannya, bekerja sama dengan Yayasan Perhimpunan Sosial Masyarakat Bandung (Permaba), merancang Chinatown ini dengan menggabungkan unsur komersial dan budaya. Warga yang berkunjung tidak hanya bisa menikmati produk-produk Bandung, tetapi juga mengenal lebih dekat budaya Tionghoa.

"Mudah-mudahan inilah wujud dari semangat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun keberagaman dengan cara-cara yang inovatif dan kreatif," pungkasnya. (tn/h.bdg)
 
Back To Top
Copyright © 2017 TIPIKORNews.Com. Designed by OddThemes