BREAKING NEWS

Nasional

Jawa Barat

Berita KPK

Selasa, 20 Februari 2018

BBKSDA Jabar Lakukan Penelusuran Terkait Beberapa Dokumen Cagar Alam Hilang

TIPIKORNEWS.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menelusuri dokumen sejumlah cagar alam (CA) di Jawa Barat.

Dokumen-dokumen yang belum diketahui keberadaannya tersebut adalah CA Malabar dan Arca Domas, Rekonstruksi Tata Batas Kawasan Konservasi dan Pengecekan Trayek Batas Enclave di kawasan konservasi Gunung Simpang dan Rekonsiliasi Data.

Penelusuran dokumen serta menyamakan Persepsi Gangguan Tepi Kawasan Konservasi itu dibahas dalam forum pertemuan yang dipandu langsung oleh Kepala BBKSDA Jawa Barat, Sustyo Iriyono, di kantor BBKSDA Jabar pekan lalu. Rapat ini dihadiri oleh berbagai stakeholder yaitu Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam, Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI Yogyakarta, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Perum Perhutani, PT. Perkebunan Nusantara VIII dan Perkebunan Dewata Cakra.

Sustyo Iriono mengatakan, penelusuran Kawasan Konservasi CA Malabar dan CA Arca Domas yang hingga saat ini belum jelas keberadaannya. Pihaknya melibatkan tenaga ahli yang dinilai memahami sejarah penunjukan kawasan sejak jaman penjajahan Belanda yaitu, Pandji Judistira yang telah lama mempelajari dan menelusuri dokumen dan naskah tua berbahasa Belanda, terbitan media di masa itu, yang berisi lukisan dan foto – foto yang berhubungan dengan sejarah kawasan.

“Hal ini penting mengingat sejarah penunjukan kawasan konservasi di Indonesia banyak yang berawal dari penunjukan di jaman Belanda. Akan tetapi tentu dengan rentang waktu 107 tahun, tidaklah mudah mengenali kawasan–kawasan tersebut karena telah terjadi berbagai perubahan bentang alam dan fungsi kawasannya,” ungkap Sustyo seperti dilansir laman BBKSDA Jabar.

Maka, kata Sustyo, setelah memperhatikan hal–hal itu, telah disepakati soal pembentukan tim yang akan bekerja untuk menelusuri lokasi, bentuk, luas dan kondisi pengelolaannya saat ini. Rekonstruksi tata batas kawasan konservasi CA Gunung Simpang menurutnya membahas tentang kondisi batas luar kawasan dan batas enclave yang terganggu.

“Hal ini diindikasikan dengan pergeseran pal batas, bahkan hilangnya beberapa pal batas tersebut. Penanganan gangguan semacam ini memang penting untuk melibatkan multistakeholer yang memiliki kewenangan tata batas yaitu BPKH, serta para pihak yang lahannya berbatasan yaitu Perum Perhutani serta masyarakat dan pemerintah daerah,” papar dia.

Sedangkan rekonsiliasi data dan menyamakan persepsi gangguan tepi kawasan konservasi terutama dibahas bersama Perum Perhutani agar dapat mengantisipasi berbagai pelanggaran oknum pada pelaksanaan Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) serta potensi gangguan yang semakin mendekati batas kawasan konservasi.

“Apabila tidak ditangani secara serius, kondisi ini dapat menjadi pemicu terjadinya kerusakan yang mengancam kelestarian alam secara luas,” tegasnya.

Ia berharap, kesepakatan yang telah terjalin dalam rapat tersebut dapat ditindaklanjuti serta dapat secara signifikan mengurangi potensi rusaknya kawasan, baik secara kuantitas maupun kualitas. “Atau bahkan terjadinya kehilangan kawasan konservasi. Semoga Kawasan Konservasi dapat senantiasa diperjuangkan keberadaan dan kelestariannya,” pungkas dia. (tn/sumber:mtr)

Hindari Pemblokiran, Pemerintah Imbau Masyarakat Segera Registrasi Sebelum 28 Februari 2018

Siaran Pers No 54/HM/KOMINFO/02/2018
Tanggal 20 Februari 2018
Tentang
Hindari Pemblokiran, Pemerintah Imbau Masyarakat Segera Registrasi Sebelum 28 Februari 2018 
TIPIKORNEWS.COM - Program Registrasi Kartu Prabayar akan memasuki batas akhir pada 28 Februari 2018, untuk menghindari terjadinya pemblokiran masyarakat diharapkan segera melakukan registrasi. Sampai tanggal 20 Februari 2018 Pukul 06.14 WIB sudah 242.462.275 pelanggan yang berhasil registrasi.

Menghadapi masa akhir registrasi kartu prabayar, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ahmad M. Ramli kembali memberikan penekanan kepada masyarakat beberapa hal diantaranya :
Pelanggan dan siapapun diingatkan agar menggunakan data NIK dan Nomor KK secara benar dan berhak.
Menggunakan data NIK dan KK orang lain tanpa hak adalah dilarang dan merupakan pelanggaran hukum.
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan registrasi dengan NIK dan Nomor KK yang di upload oleh pihak yang tidak bertanggungjawab di internet.
Tujuan registrasi ulang ini adalah untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan, meminimalisasi penipuan dan tindakan kejahatan serta termasuk memudahkan pelacakan HP yang hilang.

Program Registrasi Kartu Prabayar yang sudah dimulai sejak 31 Oktober 2017 ini akan berakhir pada 28 Februari 2018. Terkait hal ini sisa waktu yang tinggal beberapa hari ini sebaiknya digunakan masyarakat untuk melakukan registrasi karena jika sampai batas akhir pelanggan tidak melakukan registrasi akan dikenakan pemblokiran layanan telekomunikasi secara bertahap dan akan diblokir total pada 28 April 2018. Namun selama masa pemblokiran tersebut, masyarakat masih tetap dapat melakukan registrasi melalui SMS, website, dan datang langsung ke gerai operator. Layanan khusus SMS registrasi ke 4444 terus dapat digunakan oleh masyarakat yang ingin melakukan registrasi. (tn/kemenkoinfo)


24 Kg Ganja Berhasil Diungkap Sat Narkoba

TIPIKORNEWS.COM - Dua pria yang diduga sebagai bandar sabu dan ganja Inisial AR dan S ditangkap anggota Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara. Keduanya ditangkap petugas dari dua tempat yang berbeda.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBB Aldo Ferdian SIK menjelaskan, tersangka AS yang merupakan warga Depok ini ditangkap di Jalan Juanda Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmakaja, Kota Depok.

“Sedangakan tersangka S warga asal Bekasi, Jawa Barat ditangkap di Jl. Letnan Arsyad Gg. Hj. Nawin No. 120 Rt/Rw 001/012 Kec. Kayuringin Kec. Bekasi Selatan Kota Bekasi, Jawa Barat, ” ujar Kasat Narkoba Aldo, Selasa (20-02-2018).

Aldo melanjutkan, dari tangan tersangka AS, anggotanya mengamankan barang bukti berupa 19 paket besar yang diduga narkotika jenis ganja brutto 14,893 gram, 9 paket sedang yang diduga narkotika jenis ganja brutto 852 Gram.

“Kemudian, 2 plastik klip yang diduga narkotika jenis sabu brutto 1,12 gram, serta 4 unit HP, 1 unit kendaran Avanza warna hitam Nopol. B 2785 TKO, 1 bah dompet warna cokelat berisi uang Rp. 700.000, 1 bah ATM BCA dan 1 unit timbangan digital merk Camry,” ujarnya.

Lebih jauh aldo menjelaskan, ditangkapnya tersangka AS ini berawal dari informasi masyarakat tentang akan adanya transaksi narkoba di wilayah Penjaringan dan selanjutnya transaksi tersebut diketahui berpindah ke wilayah Depok.

Mendapati informasi itu, anggota selanjutnya menuju Depok yang di pimpin oleh Wakasat Narkoba Kompol Didik Putra Kuncoro SIK dan Kasubnit 2 Unit 3 Iptu Siahaan SH. MH beserta anggota Opsnal.

Saat berada di lapangan, selanjutnya petugas melihat mobil target operasi (TO) yang di maksud sedang berada di TKP. Tidak menunggu lama anggota langsung melakukan penangkapan, penggeledahan dan penyitaan barang bukti.

“Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” ungkap Mantan Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan dari tersangka AS dengan barang bukti 15.747,59 gram Ganja yang ditangkap pada hari Senin tanggal 5 Februari 2018 sekitar pukul 04.00 WIB mengaku bahwa barang tersebut didapat dari rekannya berinisial S bin Paroji di Pool Damri Jl. Letnan Arsad. Bekasi Selatan.

Bebekal pengakuan dari tersangka AS tersebut, selanjutnya anggota memburu tersangka S. Kemudian pada Hari Senin tanggal 5 Februari 2018 sekitar jam 04.00 WIB, tersangka S berhasil ditangkap dan dilakukan penggeledahan.

Saat digeladah ditemukan barang bukti ganja bentuk ball, sebanyak 17 Bungkus ganja warna cokelat dilakban total berat bruto 16.000 Gram. Kemudian ganja dalam kantong plastik hitam total berat Bruto 5.500 Gram dan ganja dibungkus kertas warna cokelat total berat bruto 400 Gram serta sabu 200 Gram dan ganja dalam karung, 2.4 Kg.

Selain itu diamankan juga dua unit Hp, dua unit timbangan digital warna hitam, enam buah buku tabungan, 3 buku tabungan BCA, 2 buku tabungan BRI, 1 buku tabungan buku dompet warna cokelat, uang tunai Rp 2.950.000, KTP, ATM Bank Mandir.

” Total keseluruhan berat Bruto Ganja 24.300 Gram,” jelas Kasat Narkoba.

Sementara itu dari hasil penyelidikan dan pengakuan tersangka S, ia mendapatkan barang bukti tersebut dari tersangaka bernama Fredi di daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara guna peyidikan dan pengembangan lebih lanjut. (tn/sumber:tribratanews.com)

Panglima TNI Resmikan Masjid Besar At-Taqwa Lanud Atang Sendjaja

TIPIKORNEWS.COM - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. meresmikan Masjid Besar At-Taqwa yang sudah direnovasi dan Tugu Helikopter S-58T Twin Pac, bertempat di Komplek Lapangan Udara (Lanud) Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/2/2018).

Mengawali sambutannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, sehingga renovasi Masjid Besar At-Taqwa beserta tempat tinggal pengurus Masjid (Marbot) dapat selesai dengan baik. “Kita semua berharap, dengan keberadaan Masjid Besar yang megah ini, bisa bermanfaat bagi umat Islam maupun masyarakat sekitar di Lanud Atang Sendjaja untuk beribadah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyerahkan secara simbolis miniatur rumah yang sudah direnovasi melalui program Bedah Rumah kepada Sersan Mayor (Purn) Dadi Kadih, yang bertempat tinggal diluar Komplek Lanud Atang Sendjaja. “Diharapkan, dengan program Bedah Rumah tersebut, akan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih baik bagi penghuninya,” ujarnya.

Selanjutnya, berkaitan dengan peresmian Monumen Pesawat Helikopter S-58T Twin Pac yang letaknya dekat pintu gerbang Lanud Atang Sendjaja, Panglima TNI berharap dapat mengobati kerinduan masyarakat terhadap Tugu Helikopter yang sebelumnya ada di Lanud Atang Sendjaja dan sekarang berpindah ke Lanud Adi Sucipto Yogyakarta untuk mengisi Museum Dirgantara Mandala.

“Sekarang saya sampaikan kepada seluruh prajurit Lanud Atang Sendjaja dan masyarakat bahwa pesawat Helikopter Mi-1 yang tadinya ada, sudah saya ganti dengan yang lebih besar Helikopter S-58T Twin Pac,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Di sela-sela acara peresmian tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menceritakan asal usul Pangkalan Udara Atang Sendjaja yang sebelumnya bernama Lanud Semplak. “Nama Atang Sendjaja sendiri disematkan untuk mengenang jasa Letkol (Anumerta) Atang Sendjaja, yang telah mengembangkan Skuadron Helikopter di Indonesia,” ucapnya.

“Pangkalan Udara Atang Sendjaja ini merupakan Ikon Kota Bogor, terlebih dengan diabadikannya sejarah perjuangan bangsa melalui Monumen Helikopter,” ujar Panglima TNI.

Hadir dalam acara tersebut Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Doni Monardo, Pangkoopsau I Marsda TNI Nanang Santoso dan Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI Irwan Is. Dunggio., S.Sos, serta Bupati Bogor Hj. Nurhayanti, S.H, M.M.,M.Si. (TN/Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H)

Performa Kredit Mikro Kota Bandung Dinilai Baik

TIPIKORNEWS.COM - Tiga produk kredit mikro Kota Bandung mendapat sambutan positif dari masyarakat serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu karena nilai Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah ketiga produk yang telah diluncurkan hanya 1,06%.

Ini juga yang membuat PD. BPR Kota Bandung akan semakin fokus ke tiga layanan tersebut. Ketiga produk tersebut antara lain Kredit Melati (Melawan Rentenir), Kredit Bagja (Membangun Keluarga Sejahtera), dan Kredit Mesra (Mesjid Sejahtera).

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Bagian Ekonomi, Lusi Lesminingwati saat Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (20/2/2018).

Ia menyebut, NPL Kredit Melati 1,06%, sementara Kredit Mesra dan Kredit Bagja 0%. Artinya, dana bergulir cukup baik di ketiga kredit tersebut. 
Lusi menyatakan, lebih dari 16 ribu masyarakat telah merasakan dampak kredit mudah tanpa agunan itu. Ini diharapkan bisa lebih menyejahterakan warga Kota Bandung.

Ia mencatat, ada 16 ribu nasabah Kredit Melati dengan nilai pinjaman Rp 52 miliar. Sementara itu Kredit Mesra yang diluncurkan 21 Agustus 2017 telah memiliki 274 nasabah dengan nilai pinjaman Rp 306 juta. Sedangkan Kredit Bagja yang baru diluncurkan 13 November 2017 telah dimanfaatkan oleh 24 nasabah dengan nilai kredit Rp 36 juta.

"Kalau kredit Bagja itu kan masih baru, dan sasarannya adalah ibu-ibu PKK atau kader Posyandu. Kredit itu diluncurkan dalam rangka membangun ketahanan keluarga," jelas Lusi.

Ketiga kredit mikro tersebut diluncurkan sebagai solusi atas permasalahan permodalan usaha untuk masyarakat. Kredit tanpa agunan itu diharapkan bisa meningkatkan angka wirausaha di Kota Bandung, "Target kita 100 ribu wirausahawan baru yang disebar di lima OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," ujar Lusi.

Oleh karenanya, masyarakat juga diharapkan bisa meningkatkan peluang usaha agar perekonomian warga terus meningkat.

Saat ini, laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung berada di angka 7,8%, salah satu yang tertinggi di Indonesia. Lusi berharap, angka tersebut bisa meningkat di tahun 2018, "Kami masih menunggu data BPS (Badan Pusat Statistik) Jawa Barat tentang angka ekonomi ini. Tapi mudah-mudahan meningkat," harap Lusi. (tn)
 
Back To Top
Copyright © 2017 TIPIKORNews.Com. Designed by OddThemes