BREAKING NEWS

Nasional

Jawa Barat

Berita KPK

Rabu, 11 Oktober 2017

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun: Keluarga Besar Media Online www.tipikornews.com



Keluarga Besar Media Online www.tipikornews.com Mengucapkan:

Inna Lillahi Wa Inna Iiaihi Rojiun & Ucapan Bela Sungkawa

Yang Sedalam-dalamnya Atas Kepergian & Wafatnya

ALIMIN MOHAMAD Bin ENO
(pendiri media online www.tipikornews.com)

Pada Hari Rabu 11 Oktober 2017 Pukul 01.30 WIB

Bertempat di RSUD Al-Ihsan Bale Endah Kabupaten Bandung

Semoga Segala Amal Perbuatan Beliau Diterima Disisi Allah SWT

Dibukakan Pintu Ampunan Yang Seluas-luasnya dan

Mendapatkan Tempat Yang Layak Disisi Allah SWT. Amin

Bagi Keluarga Yang Ditinggalkan, Diberi Kekuatan, Ketabahan dan

Kesabaran Dalam Menerima Cobaan dan Takdir dari Allah SWT

 


SELAMAT JALAN

Selasa, 10 Oktober 2017

Internasional Fun Swimming 2017, Kazona Tengah Bakamla RI Lepas Peserta di Pantai Kalasey

TIPIKORNEWS.COM - Kepala zona Kamla Maritim Tengah Bakamla RI Brigjen Pol Drs Bastomy Sanap, S.H., M.B.A., M.Hum. bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw melepas secara simbolis para peserta kegiatan International Fun Swimming 2017 yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi Prov. Sulut ke-53, di Pantai Kalasey Sulawesi Utara, Selasa (10/10/2017).

Bagi para peserta mancanegara, kegiatan renang dimulai dan diakhiri di Pantai Kalasey dengan jarak tempuh 1200 meter. Sebanyak 535 orang, sebagian besar adalah wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Sulut turut serta dalam kegiatan ini.

Sementara itu, pada even yang sama, kegiatan renang ini juga dipertandingkan bagi masyarakat umum dan atlit nasional. Pelepasan peserta dilakukan Kadis Perikanan Pemprov Sulut Ronald Sorongan di Pantai Malalayang.

Untuk para peserta lomba masyarakat umum ditetapkan jarak tempuh 1000 meter dan diikuti 57 peserta, sedangkan atlit berjarak tempuh 2000 meter diikuti 25 peserta. Kedua kategori ini memulai start perlombaan renang dari Pantai Malalayang dan berakhir di Pantai Kalasey. Dari kedua kategori ini muncul pemenang yaitu Sevio Polakitan untuk kategori 1000 meter dan Alexandro Nangka dari Palembang untuk kategori 2000 meter.
Pemprov Sulut selaku penyelenggara kegiatan mempercayakan Kepala Zona Tengah Bakamla RI untuk bertindak selaku ketua panitia. Diakhir acara, dilakukan penyerahan hadiah oleh Kazona Tengah kepada para pemenang.

Untuk kelancaran kegiatan dan menjaga keselamatan peserta, diturunkan tim Search And Rescue (SAR) yang terdiri dari personel Basarnas, Polair, KKP Provinsi Sulut dan Bakamla RI. (Tn/Kasubbag Humas Bakamla RI, Mayor Marinir Mardiono)

Aksi Kebrutalan Oknum Polisi dan Satpol PP Disaksikan Wartawan

TIPIKORNEWS.COM - Lagi-lagi kekerasan terhadap wartawan Purwokerto Kabupaten Banyumas saat meliput pembubaran paksa aksi tolak pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet di depan kantor Bupati Banyumas, Senin (9/10/17) malam.

Info yang beredar dari grup WhatsApp, pembubaran paksa aksi penolakan PLTB di depan kantor Bupati Banyumas dilakukan secara brutal, sehingga salah satu wartawan Metro TV, Darbe Tyas menjadi korban kekerasan fisik, berupa pemukulan dan pengroyokan sejumlah anggota kepolisian dari Polres Banyumas dan Satpol PP Pemkab Banyumas

Saat terjadi aksi pembubaran paksa massa aksi secara brutal dan membabi buta, sekitar pukul 22.00 WIB, empat wartawan dari Suara Merdeka (Agus Wahyudi), Satelitpost (Aulia El Hakim), Radar Banyumas (Maulidin Wahyu) dan Metro TV (Darbe Tyas), langsung mengabadikan momen tersebut.

Sebelum empat wartawan ini datang ke lokasi aksi, fotografer Suara Merdeka yang mengabadikan gambar lebih awal, mengalami kekerasan psikis dengan dirampas alat kerjanya (foto), padahal yang bersangkutan sudah memberitahukan dari media Suara Merdeka.Saat empat wartawan tersebut berhasil mengabadikan atau mendokumentasikan momen tersebut, sejumlah oknum polisi dan Satpol PP, memaksa dan berusaha merampas alat kerjanya, seperti ponsel dan kamera.

Bahkan, jika alat kerja tersebut tidak diserahkan dan gambar yang sudah diabaikan dihapus, telepon genggam dan kamera mau dibanting, dan ada yang dirampas serta dibawa pergi. Penghalangan untuk tidak boleh meliput, juga sempat dilontarkan oknum aparat kepada wartawan Radar Banyumas (Maulidin Wahyu) dan Satelitpost (Aulia El Hakim) saat masuk ke lingkungan kabupaten (depan Pendapa Si Panji), untuk menyaksikan dari dekat represifitas aparat kepada puluhan pengunjuk rasa yang mengalami kekerasan fisik dan diangkut memakai kendaraan Dalmas untuk diamankan.

Alat dokumentasi (ponsel) kedua wartawan tersebut juga ikut diminta paksa, dan foto hasil dikomentasi dipaksa dihapus. Ponsel wartawan Suara Merdeka (Agus Wahyudi) juga diminta paksa, diancam jika tidak diberikan dan foto tidak dihapus maka handphone akan dibanting, sehingga yang bersangkutan dipaksa dengan ditunggui sekitar tiga polisi untuk membuka pasword dan menghapus semua foto yang berisi tindakan kekerasan aparat ke massa.

Kejadian yang patut disesalkan dan dikutuk adalah saat wartawan Metro TV, diinjak-injak, ditendang dan dipukul oleh sekitar 10 aparat. Saat terdorong hingga tersungkur, yang bersangkutan sudah menyampaikan adalah wartawan dan memperlihatkan ID card-nya. Namun hal itu tetap tidak diindahkan oknum aparat yang melakukan kekerasan fisik di sudut gerbang kabupaten sebelah barat sekitar pukul 22.05 WIB hingga berlangsung sekitar 10 menit kemudian, saat yang bersangkutan sudah tak berdaya dan ditolong wartawan lain, Wahyu dan Dian.

Jika helm yang dipaka sampai lepas, kemungkinan besar akan mengalami kondisi yang lebih parah. Wartawan Metro TV awalnya berusaha melindungi fotografer Suara Merdeka (Dian Aprilianingrum) yang sedang terancam menjadi sasaran pengroyokan oleh anggota Polres Banyumas dan Satpol PP. Darbe Tyas sudah menggunakan kartu identitas pers dan mengatakan dirinya seorang wartawan. Namun justru ia ditangkap, diarak oleh sejumlah anggota polisi dan Satpol PP. Setelah diarak ke arah gerbang kabupaten dari arah depan Pendapa Si Panji, langsung dianiaya.

Aksi tersebut berhenti, setelah Dian berteriak histeris. Dian berulang kali berteriak yang diarak tersebut adalah wartawan Metro TV, namun tidak diindahkan. Tindakan brutal oknum aparat tersebut, selain menyebabkan luka di sejumlah tubuh, kacamata Darbe hilang dan kartu ID Card, ikut dirampas dan tidak dikembalikan. Oknum aparat melakukan tindakan tersebut karena melihat posisi wartawan televisi ini paling banyak mengabadikan momen kekerasan terhadap massa aksi.

Setelah kondisinya Darbe mengkhawatirkan terjadi sesuatu, sejumlah wartawan dan relawan dari masyarakat mengantar ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Awalnya sekitar pukul 22.35 WIB datang ke RS Elisabet di ruang IGD, untuk memeriksakan kondisi kesehatan dan visum untuk bukti tindakan kekerasan yang dialami. Namun dokter jaga dan petugas rumah sakit tersebut menolak, dengan alasan harus ada izin dari kepolisian.

Sekitar pukul 22.55 WIB, pindah ke RS Wijayakusuma, dan pihak rumah sakit bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan bukti permintaan visum (bukti terlampir). Hasil pemeriksaan visum sementara tidak bisa diminta karena alasan kode etik, yang bisa mengambil adalah pihak kepolisian, demi kepentingan hukum.

Setelah diperiksa dokter, disimpulkan mengalami memar di beberapa bagian tubuh, seperti dada, punggung dan tulang rusuk sebleh kiri. Yang bersangkutan juga merasakan ada posisi tubuh bagian dalam yang luka dan rasa nyeri. Selang beberapa menit kemudian, rekan media lainnya berdatangan ke rumah sakit untuk menengok. Dokter yang memeriksa kemudian memberi resep obat. Setelah itu, sekitar pukul 23.30 WIB keluar dari rumah tersebut menuju ke kantor perwakilan Suara Merdeka Purwokerto. (tn/sumber:indikasinews.com)

Panglima TNI : TNI-Polri Tonggak Penyangga Tegaknya NKRI

TIPIKORNEWS.COM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan tonggak penyangga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu, Prajurit TNI dan Personel Polri harus solid dan jangan mau dimanfaatkan oleh politikus.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada 951 Perwira Siswa (Pasis), terdiri atas 138 Pasis Sesko TNI, 61 Pasis Sespim TI, 272 Pasis Sesko AD, 122 Pasis Sesko AL, 100 Pasis Sesko AU dan 258 Pasis Sespimmen, dengan tema “Melalui Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan, TNI dan Polri Bertekad Memantabkan Kembali Integritas, Stabilitas Dan Ketahanan Nasional Dalam Rangka Menegakkan Kedaulatan Dan Mempertahankan Keutuhan NKRI” di Gedung Soedirman Secapaad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/10/2017).

Selanjutnya Panglima TNI menjelaskan bahwa solid tidak harus dengan satu atap, tetapi bagaimana TNI dan Polri sesuai dengan fungsi dan visinya melaksanakan tugas dengan profesional dan saling mengisi kekosongan.

“Tugas TNI adalah menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI harus pakai senjata, sedangkan Polisi tugasnya menjaga Kamtibmas dan penegakan hukum serta melindungi masyarakat,” ujar Panglima TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI dan Polri harus bebas dari politik praktis, dan jangan sampai ada anggota TNI maupun Polri yang terlibat langsung maupun tidak langsung dari urusan perpolitikan. “Politik TNI dan Polri adalah Politik Negara yang berurusan dengan kedaulatan, keamanan negara dan bangsa Indonesia,” katanya.

Lebih jauh Panglima TNI menyampaikan bahwa TNI dan Polri adalah dua institusi yang mengawal berjalannya mekanisme demokrasi dengan aman dan damai. “Jangan sampai para Perwira atau Jenderal aktif bermain politik,” jelasnya.

Mengakhiri ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpesan kepada para Perwira Siswa jangan sampai TNI dan Polri diadu domba. “Wujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang, dengan kata kunci TNI dan Polri harus Solid,” pungkasnya. (Tn/Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H)

Polda Metro Tangkap Pengirim Pesan Porno ke Artis Nafa Urbach

TIPIKORNEWS.COM - Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap MHHS warga Bandung lantaran mengirim pesan negatif berbau pornografi ke akun artis Nafa Urbach di Instagram.

Kanit V Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus dari Polda Metro Jaya, Kompol James Hutajulu, memaparkan modus tersangka melakukan tindak kejahatan tersebut. Menurutnya, semua diawali dengan keisengan belaka.

“Hanya iseng saja, tapi kami sudah menemukan bukti bahwa dia sengaja melakukan itu,” kata Kompol James.

Polisi mengamankan barang bukti berupa poster bergambar perempuan dan ponsel yang digunakan oleh tersangka untuk mengirim pesan. Kasus sedang dikembangkan lebih lanjut, dengan mencari jaringan lain yang serupa.

Sementara itu, Artis Nafa Urbach mengaku bersyukur dengan penangkapan itu. Ia berharap di masa depan pelaku kejahatan pornografi dapat terus diringkus oleh polisi.

“Saya bersyukur pelaku sudah ditangkap. Enggak nyangka banget umurnya masih 19 tahun. Semoga dengan kejadian ini, para orang tua lebih waspada,” ujar Nafa.

Kewaspadaan tersebut dilakukan agar orang tua dapat terus menjaga anaknya. Terlebih, menurut Nafa, kasus serupa masih banyak terjadi di Indonesia.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pelaku mengirimkan pesan negatif berbau pornografi secara intensif ke akun Instagram Nafa setelah melihat kolom komentar di salah satu berita LINE Today. Pesan tersebut ditujukan tak hanya buat Nafa, melainkan juga ke anaknya. (tn/sumber:tribratanews.com)
 
Back To Top
Copyright © 2017 TIPIKORNews.Com. Designed by OddThemes