Tipikornews.com Soppeng, Sulawesi Selatan , Jumat, 19 Juni 2026 - Angin petang berhembus lembut melintasi hamparan Perkebunan hijau dan jalan‑jalan desa yang kini tertata rapi, warisan nyata kepemimpinan Andi Mappatunru. Saat masa baktinya sebagai Kepala Desa Mariorilau, Kecamatan Marioriwawo, perlahan menutup lembaran sejarah, hati warga bercampur rindu dan harap: rindu pada sosok yang mendekatkan pelayanan, harap agar kemajuan yang sudah tumbuh tak layu di tengah jalan. Di bawah rindangnya pohon‑pohon tua, di pinggir saluran irigasi yang mengalir jernih, hingga di beranda‑beranda rumah tempat warga berbagi cerita, satu nama kini melantun serentak, bak doa yang menyatu: Sakaria A, Md, Kepala Dusun Sekkang.
Beliau bukan sekadar nama yang tiba‑tiba terdengar. Sakaria melangkah membawa perjalanan panjang pengabdian yang terukir jelas, bak peta kehidupan yang terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin membacanya. Langkah pengabdiannya bermula jauh, sejak tahun 2007, saat ia meniti karir di lingkungan Dinas Perhubungan. Selama lebih dari satu dekade hingga tahun 2019, Sakaria belajar meramu solusi: mengatur arus kendaraan, memperbaiki akses jalan yang dulu becek berdebu, merancang konektivitas antar‑wilayah, dan memastikan urat nadi ekonomi desa tetap berdenyut kencang. Di sanalah, kemampuan teknisnya ditempa, matang, dan disesuaikan dengan denyut nadi kebutuhan masyarakat.
Tepat di tahun 2019, kepercayaan yang lebih besar disematkan di bahunya: Sakaria dilantik menjadi Kepala Dusun Sekkang, amanah yang diemban penuh tanggung jawab hingga hari ini. Di sini, ilmu administrasi dan teknik yang didapat dari kantor pemerintahan bertemu langsung dengan napas kehidupan warga sehari‑hari. Sakaria tak pernah bersembunyi di balik meja kerja; ia berjalan kaki menyusuri gang sempit, turun ke pematang sawah, duduk bersila mendengarkan keluh kesah petani, pedagang, dan kaum muda. Ia menggerakkan gotong royong memperlebar jalan penghubung, membenahi saluran air agar tak kekeringan saat kemarau, tak meluap saat hujan, serta membuka jalan bagi kelompok usaha warga untuk tumbuh dan berkembang. Bagi masyarakat Sekkang maupun dusun tetangga, Sakaria bukan sekadar pemimpin, melainkan bagian dari keluarga besar Mariorilau sosok yang hafal setiap tikungan jalan, setiap nama tanaman, dan setiap cita‑cita yang hidup di tanah ini.
Suara Hati Warga: “Hanya Sakaria yang Pantas Melanjutkan Jejak Mulia”
Menjelang pergantian tampuk pimpinan, warga Mariorilau berdiri pada satu suara yang bulat dan teguh. Standar kebaikan yang ditorehkan Andi Mappatunru sudah terlanjur tinggi: pembangunan yang merata, anggaran yang terbuka, pelayanan yang ramah dan cepat. Warga sepakat, standar itu tak boleh diturunkan sedikit pun paling tidak dipertahankan, bahkan ditinggikan lagi. Dan di antara sekian banyak nama yang sempat disebut, mata dan hati warga terus tertuju pada Sakaria A, Md.
“Beliau mengabdi belasan tahun, mulai dari Dinas Perhubungan sampai tujuh tahun lebih memimpin Dusun Sekkang. Sakaria paham urusan jalan, irigasi, administrasi, sampai cara bikin usaha warga jalan terus. Tak perlu diajar dari nol, tak perlu dituntun langkah demi langkah ia sudah hafal seluk‑beluk Mariorilau karena sudah hidup dan bekerja di sini. Cara kerjanya dekat, jujur, cepat tanggap, dan tak pernah mengutamakan diri sendiri. Di hati kami, hanya Sakaria yang layak menggantikan Pak Andi Mappatunru,” ujar perwakilan warga, mewakili suara tetua adat, petani, pedagang, dan pemuda yang kini bersatu padu dalam satu harapan.
Keunggulan Sakaria ada pada perpaduan yang indah dan langka: kemampuan teknis pemerintahan yang teruji, disatukan dengan kepekaan hati yang mendalam. Ia tahu persis: jalan mulus saja tak cukup jika air tak mengalir; fasilitas bagus tak berarti jika warga tak mampu memanfaatkannya; dan pembangunan tak akan lestari jika tak berakar pada gotong royong. Gaya kepemimpinan inilah yang meyakinkan warga: jika Andi Mappatunru telah mengubah wajah desa menjadi cerah dan berkembang, maka Sakaria adalah sosok yang tepat untuk menyiram, merawat, dan membiarkan benih‑benih kebaikan itu tumbuh menjulang tinggi, teduh, dan bermanfaat bagi siapa saja yang berteduh di bawahnya.
Amanah Besar: Estafet Harapan Menuju Masa Depan Gemilang
Mendengar antusiasme dan kepercayaan yang melimpah itu, Sakaria A, Md menyambutnya dengan kerendahan hati dan rasa syukur yang tulus. Baginya, menjadi penerus Andi Mappatunru bukanlah sekadar naik jabatan, melainkan menerima amanah berat untuk menjaga warisan luhur dan memajukan apa yang sudah dibangun bersama‑sama.
“Segala pengalaman yang saya miliki, mulai dari tahun 2007 hingga sekarang, saya anggap titipan berharga dari masyarakat Mariorilau. Kalau kelak saya dipercaya memegang tampuk pimpinan, langkah pertama saya adalah memeluk erat apa yang sudah diwariskan Pak Andi Mappatunru: menjaga setiap jengkal jalan, merawat setiap tetes air irigasi, mendengar setiap suara warga, dan bergerak bersama tanpa mengenal lelah. Saya berjanji akan bekerja sekuat tenaga dan seikhlas hati, tak akan membiarkan satu dusun, satu keluarga pun tertinggal dari arus kemajuan,” tutur Sakaria, nada bicaranya tenang namun menyimpan keteguhan yang membara.
Di bawah langit sore Marioriwawo yang berwarna jingga keemasan, di tengah hamparan sawah yang melambai tertiup angin, nama Sakaria A, Md kini bercahaya bak bintang penunjuk arah. Warga berdoa serentak: semoga estafet kepemimpinan berjalan mulus, semoga sosok berhati tulus dan berpengalaman panjang ini kelak resmi memimpin, dan semoga Mariorilau terus melangkah dari kemajuan yang indah menuju kemakmuran yang abadi, lestari, dan membanggakan Sulawesi Selatan.
Saat matahari perlahan tenggelam dan cahaya lampu desa mulai menyala satu per satu, satu pesan abadi terukir jelas: di tanah yang subur, kebaikan tak pernah berhenti ia hanya berpindah tangan, berpindah bahu, tumbuh makin kokoh, makin indah, dan makin bermakna.
Penulis: TIM REDAKSI
Penerbit: TIM BERITA SOPPENG / LINTAS MARIORIWAWO
#SakariaAMDHarapanMariorilau #EstafetKebaikan #PenerusJejakAndiMappatunru #PengabdianTanpaBatas #MariorilauLestariGemilang #MarioriwawoMaju #SoppengBerhatiRakyat


0 Komentar