Tipikornews.com JAKARTA, 2 JUNI 2026 – Meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah sebulan terakhir menjadi sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan. Menyikapi dinamika geopolitik yang kian memanas, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH Pakar Hukum Internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia menyampaikan pernyataan strategis yang sangat tajam dan mendesak dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung Jakarta.
Dalam pernyataannya kepada para pemimpin redaksi media, Prof. Sutan secara tegas meminta Presiden RI Jenderal H. Prabowo Subianto segera menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Menteri, Gubernur, Bupati, Wali Kota bersama unsur TNI/Polri di seluruh pelosok tanah air untuk segera menggelar edukasi menyeluruh kepada masyarakat.
“Situasi di Timur Tengah harus menjadi pelajaran berharga. Kita wajib berjaga-jaga. Selain memperkuat pertahanan militer dan melengkapi persenjataan di darat, laut, dan udara, hal yang paling mendasar adalah MENYIAPKAN RAKYATNYA. Edukasi tentang apa yang harus dilakukan jika perang meluas adalah urgen dan tidak boleh diremehkan. Tidak ada ruginya berjaga-jaga dari segala kemungkinan,” tegasnya melalui sambungan telepon seluler, Selasa (2/6/2026).
55% PENDUDUK INDONESIA ADALAH KELOMPOK RENTAN: ANAK DAN LANSIA
Prof. Sutan menyoroti data krusial kependudukan Indonesia: dari total 280 juta jiwa, 30% adalah anak-anak (di bawah 15 tahun) dan 25% adalah lansia (di atas 58 tahun). Total 55% penduduk masuk dalam kategori paling rentan yang wajib dilindungi saat krisis konflik terjadi.
Fakta di lapangan perang membuktikan: banyaknya korban jiwa terutama anak-anak dan lansia bukan semata akibat serangan musuh, melainkan karena ketidaktahuan cara menyelamatkan diri, kelaparan, sakit, dan terlantar akibat tidak adanya persiapan sejak dini.
“Kita melihat ratusan anak dan lansia terlantar di zona perang. Jangan sampai hal yang sama terjadi di Indonesia. Edukasi bukan sekadar teori, tapi tameng nyawa. Masyarakat kota maupun desa harus terlatih membaca situasi bahaya,” ujarnya.
PERAN STRATEGIS TNI/KOPASSUS: TRANSFER ILMU PERANG UNTUK KESELAMATAN SIVIL
Menurut Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia ini, garda terdepan pengajar kesiapsiagaan ini adalah TNI, khususnya Pasukan Khusus Kopassus. Sebagai ahli strategi dan bertahan hidup, TNI wajib menularkan ilmunya ke masyarakat sebagai bagian dari KETAHANAN NEGARA.
Materi edukasi yang wajib disosialisasikan hingga ke desa-desa meliputi keterampilan nyata:
Organisasi Warga: Membentuk tim kelompok gotong royong untuk menjaga dan mengevakuasi anak-anak serta lansia.
Navigasi & Evakuasi: Mengajarkan ilmu membaca peta, kompas, mengenali wilayah rawan serangan, dan memilih lokasi persembunyian aman yang terhindar dari pengawasan musuh.
Bertahan Hidup: Cara mempersiapkan perbekalan, mencari sumber air bersih, memasak, hingga membuat obat-obatan alami saat harus berpindah-pindah tempat.
Ilmu Gerilya Sipil: Memahami cara menghindari deteksi musuh di era perang teknologi canggih yang sering menjadikan wilayah pemukiman sebagai sasaran.
“Kopassus adalah pakarnya. Ilmu gerilya dan taktik menghindar mereka sangat vital diajarkan ke pemuda dan pelajar. Jika rakyat paham cara melindungi diri, angka korban jiwa akan mengecil, bahkan rakyat bisa mendukung TNI menjaga kedaulatan wilayah,” tambah Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS ini.
KESIAPAN MENTAL DI ERA PERANG MODERN
Prof. Sutan mengingatkan bahwa perang masa kini sangat bergantung pada teknologi presisi tinggi, namun dampaknya sering kali langsung menyasar wilayah pemukiman penduduk. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat harus diasah agar tidak panik dan bertindak cerdas saat situasi genting terjadi.
“Edukasi ini sifatnya MENDESAK. Pemerintah jangan menunda. Bangun ruang-ruang belajar kesiapsiagaan di setiap kelurahan dan kampung. Ketika rakyat siap, negara kuat. Keselamatan keluarga Indonesia adalah prioritas utama di atas segalanya,” pungkasnya.
Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH
Pakar Hukum Internasional | Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia | Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia | Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS
#SiagaPerang #KetahananNasional #ProfSutanNasomal #EdukasiMasyarakat #TNIPolri #IndonesiaAman

0 Komentar