PROF DR SUTAN NASOMAL: PRESIDEN HARUS SADAR HOROR DOLAR MENERKAM KEAMANAN INDONESIA

Tipikornews.com JAKARTA, 6 JUNI 2026 – Keterpurukan nilai rupiah yang terus ditindas penguatan dolar Amerika Serikat bukan sekadar soal angka ekonomi semata. Menurut Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH, fenomena ini telah menjelma menjadi ancaman nyata bagi stabilitas keamanan dan ketahanan nasional Indonesia.
 
Ia menegaskan, di balik melemahnya rupiah tersembunyi dampak yang menghancurkan: harga barang meroket tak terkendali, kelangkaan kebutuhan pokok, daya beli masyarakat anjlok, hingga menimbulkan gelombang kebangkrutan yang melebar.
 
“Ini bukan sekadar gejala ekonomi. Dolar yang melambung telah menciptakan teror nyata: beban hidup rakyat semakin berat, kesenjangan sosial melebar tajam, dan ancaman kelaparan bagi kalangan ekonomi lemah kian nyata. Ini bahaya yang bisa mengganggu stabilitas keamanan di mana-mana,” tegasnya di kantornya, Cijantung, Jakarta.
 
PESAN TEGAS UNTUK PRESIDEN PRABOWO
 

PPROF DR SUTAN NASOMAL: PRESIDEN HARUS SADAR HOROR DOLAR MENERKAM KEAMANAN INDONESIArof Sutan menyampaikan imbauan mendesak kepada Presiden H. Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah strategis:

“Kami meminta Bapak Presiden segera duduk bersama para menteri, penasihat, dan pakar ekonomi terbaik. Cari akar masalahnya, rumuskan solusi nyata, jangan biarkan rupiah terus diinjak-injak dolar. Negara tidak boleh diam saja menyaksikan perahu besar bernama NKRI nyaris karam diterpa badai nilai tukar.”
 
Ia menyayangkan seolah-olah instrumen negara dan para elit pakar belum bergerak maksimal. Menurutnya, krisis ini datang seperti tsunami tanpa ada peringatan dini yang jelas. Bahkan timbul pertanyaan tajam: apakah laporan yang diterima Istana selalu “asal bapak senang”, sehingga fakta pahit di lapangan tidak tersampaikan apa adanya?


BELAJAR DARI NEGARA LAIN
 
Ia mencontohkan, Eropa dan Tiongkok telah melakukan langkah besar memperkuat fondasi ekonomi masing-masing agar tidak tergantung sepenuhnya pada dolar. Sebaliknya, Indonesia dinilai masih terlena dan terbius kenyamanan, padahal risikonya sangat besar.
 
“Selama 80 tahun kita membangun bangsa. Tapi semua itu bisa hancur sekejap karena ketergantungan buta pada dolar. Angka nilai tukar saat ini sudah tidak lagi mampu mengamankan kesejahteraan rakyat. Masyarakat mulai bertanya: apakah Indonesia masih berdiri kokoh tahun depan, atau malah menjadi bidak dalam permainan catur ekonomi global?”
 
SERUAN UNTUK KESEIMBANGAN DAN KEMANUSIAAN
 
Prof Sutan mengingatkan bahwa kemiskinan yang meluas adalah bukti nyata kegagalan kebijakan. Ia menyoroti banyak warung kecil yang sepi pengunjung dan terancam tutup, akibat daya beli yang terus merosot.
 
“Saat ini rakyat menengah ke bawah sudah terperosok sangat dalam kesulitan akibat kebijakan yang salah arah. Kami meminta Presiden menjalankan prinsip keseimbangan dan kemanusiaan. Dengarkan tetesan keringat rakyat, rumuskan kebijakan yang benar-benar menyelamatkan rupiah dan kesejahteraan bangsa.”
 
 
Narasumber:
Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH
Pakar Hukum Internasional & Ekonom | Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia | Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia | Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

#KrisisNilaiTukar #DolarVsRupiah #KetahananEkonomi #ProfSutanNasomal #KesejahteraanRakyat #KeamananNasional
 

0 Komentar