Tipikornews.com Soppeng, Sulawesi Selatan , Selasa, 09 Juni 2026 - Sekitar pukul 12.30 WITA, musibah memilukan menimpa 8 siswa MTsn Marioriwawo di ruas jalan Propinsi sebelum Pasar Takalala, Kelurahan Tettikenrarae,KecamatanMarioriwawo, KabupatenSoppeng.Sebuah mobil penumpang yang mengangkut mereka tergelincir dan jatuh ke dalam jurang di sisi jembatan. Akibatnya, sebagian penumpang mengalami luka-luka serius dan harus dilarikan segera ke Rumah Sakit Takalala untuk penanganan darurat.
Ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini adalah bukti nyata betapa kelalaian pengelola infrastruktur bisa mengorbankan nyawa anak-anak.
JALAN RUSAK TAK DIPERBAIKI, JEMBATAN TANPA PELINDUNG, MUSIBAH YANG SEHARUSNYA BISA DIHENTIKAN
Berdasarkan keterangan saksi dan pengamatan di lokasi, penyebab utama peristiwa ini tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dua faktor berbahaya yang telah dibiarkan bertahun-tahun akhirnya memakan korban:
Lubang besar dan dalam yang dibiarkan menganga
Di badan jalan yang sepenuhnya menjadi wewenang PU Provinsi, terdapat lubang yang cukup lebar dan dalam. Sudah ada sejak lama, namun tidak pernah ada perbaikan yang layak. Saat mobil melintas, roda terperosok, pengemudi kehilangan kendali, dan kendaraan meluncur tak terhindarkan.
Jembatan tanpa pagar pengaman sedikit pun
Lebih memalukan lagi, sisi jembatan yang curam dan mengarah langsung ke jurang tidak dilengkapi pagar pembatas atau pengaman apa pun. Seolah-olah disiapkan sebagai jebakan maut. Begitu kendaraan tergelincir, tidak ada penghalang yang menyelamatkannya dari jatuh ke dalam.
WARGA SUDAH MENANGIS TAK DIHIRAUKAN SELAMA INI
Warga sekitar menyatakan dengan tegas bahwa mereka sudah berulang kali menyampaikan keluhan. Bahkan, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya, namun suara mereka dianggap angin lalu.
“Lubang itu sudah ada bertahun-tahun. Kami sudah protes berkali-kali. Tahun lalu saja ada anak yang terjatuh di tempat ini. Kami selalu was-was setiap lewat, tapi tak ada yang peduli. Hari ini, ketakutan kami menjadi kenyataan menimpa anak-anak sekolah yang tidak bersalah,” ungkap seorang warga dengan nada marah dan sedih.
KELALAIAN BERAKIBAT NYAWA: PU PROVINSI HARUS BERTANGGUNG JAWAB
Saat ini, seluruh korban sedang mendapatkan perawatan intensif. Satlantas Polres Soppeng terus menyelidiki untuk mengungkap seluruh fakta. Namun satu hal yang sudah terlihat jelas: infrastruktur ini dibiarkan rusak, dan biayanya kini harus dibayar dengan keselamatan anak-anak.
Masyarakat dengan tegas menuntut:
Dinas PU Provinsi Sulawesi Selatan segera mempertanggungjawabkan kelalaiannya yang membiarkan jalan berbahaya ini bertahan bertahun-tahun
Segera perbaiki seluruh kerusakan jalan dan pasang pagar pengaman di seluruh titik rawan sebelum menelan korban lain
Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan dan pemeliharaan jalan provinsi agar tidak ada lagi nyawa yang menjadi tumbal kelalaian birokrasi
Di negara yang mengaku mengutamakan keselamatan rakyat, fasilitas umum tidak boleh dijadikan arena abai dan lalai. Anak-anak ini berhak selamat dalam perjalanan mereka.
Rilis berita ini disusun berdasarkan keterangan saksi mata dan data awal di lokasi. Informasi lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil penyelidikan resmi.
#KecelakaanSoppeng #InfrastrukturTerabaikan #JalanRusak #DinasPUProvinsi #TanggungJawabNegara #KeselamatanAnak #BeritaTragisSoppeng #SulawesiSelatan


0 Komentar