TEROBOSAN BESAR: PROF. DR. SUTAN NASOMAL SARANKAN PRESIDEN PRABOWO DIRIKAN PABRIK ASPAL DARI SAMPAH PLASTIK DAN LIMBAH KARET, SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN SERTA PENGGERAK EKONOMI NASIONAL

Tipikornews.com JAKARTA – Sebuah gagasan brilian yang memadukan penyelesaian masalah lingkungan, efisiensi anggaran negara, dan peningkatan kualitas infrastruktur dilontarkan oleh tokoh nasional sekaligus pakar ternama, Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, SH., MH. Dalam saran strategis yang disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ia mendesak agar pemerintah segera mewujudkan pendirian pabrik aspal berbahan baku utama sampah plastik dan limbah karet bekas. Langkah ini dinilai bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan terobosan besar yang mampu mengangkat derajat pembangunan Indonesia ke kancah dunia.
 
Pernyataan penting ini disampaikan Prof. Sutan Nasomal selaku Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, sekaligus Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS, saat berbicara dengan para pimpinan redaksi media cetak dan daring melalui sambungan telepon seluler dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, pada Jumat (16/5/2026).
 
“Alangkah baiknya apabila Pemerintah Pusat bersinergi erat dengan Pemerintah Daerah untuk memproduksi aspal berbahan dasar sampah plastik dan karet. Di satu sisi, ini sangat ramah lingkungan dengan modal produksi yang murah dan sangat efektif. Di sisi lain, kebersihan di setiap kota akan terjaga dengan baik, sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku aspal di seluruh wilayah yang pengelolaannya dapat ditangani oleh BUMN di pusat maupun BUMD di daerah. Ini adalah skema yang sangat menguntungkan, baik bagi Pemerintah Pusat, BUMN, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kota dan Kabupaten,” urai Prof. Sutan Nasomal dengan penuh keyakinan.
 
UBAH SAMPAH MENJADI EMAS HITAM: SOLUSI NYATA ATAS PERMASALAHAN BANGSA
 
Gagasan yang diusung tokoh yang dikenal luas ini bukanlah sekadar wacana kosong. Ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan baku berupa sampah plastik dan limbah ban kendaraan di seluruh pelosok kota dan desa di Indonesia saat ini jumlahnya sangat melimpah dan lebih dari cukup untuk mendirikan industri raksasa pengolahan aspal. Potensi ini harus segera disambut baik oleh Presiden Prabowo Subianto bersama para ahli dan pelaku industri dalam negeri.
 
Secara teknis dan kualitas, teknologi pencampuran sampah plastik dan karet limbah ke dalam adukan aspal terbukti menghasilkan mutu jalan raya yang jauh lebih unggul.
 
“Menggunakan sampah plastik dan ban karet yang diolah bersama aspal memiliki kemampuan ikatan yang jauh lebih erat, kuat, dan berkualitas tinggi. Karakteristiknya membuat aspal tidak mudah lepas, retak, atau rusak meski terpapar panas matahari terik maupun guyuran hujan lebat. Permukaannya membentuk pori-pori halus yang membuat jalan menjadi tidak licin, sehingga sangat aman bagi segala jenis kendaraan,” jelasnya memaparkan keunggulan teknis.
 
Selain unggul dari segi kekuatan dan keamanan, metode ini juga sangat efisien secara ekonomi. Proses pengolahannya tidak memerlukan campuran bahan kimia mahal yang rumit, cukup dengan melelehkan dan memadukan bahan limbah tersebut, sehingga memangkas biaya produksi secara drastis namun hasilnya maksimal.
 
SERAP TENAGA KERJA, DORONG INDUSTRI, DAN CIPTAKAN KETAHANAN NASIONAL
 
Melihat manfaat yang sedemikian besar, Prof. Sutan Nasomal dengan lantang menghimbau agar Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), segera memulai dan menjalankan industri pengolahan limbah ini secara besar-besaran. Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kolaborasi antara pemerintah dan para ahli pasti mampu mewujudkan mimpi besar ini.
 
“Presiden RI bersama Kementerian PUPR serta para ahli pengolahan sampah pasti mampu mewujudkan Indonesia Maju. Kita bisa menjadikan limbah plastik dan ban bekas menjadi aspal berkualitas nomor satu bertaraf dunia. Dampaknya luar biasa, ratusan ribu tenaga kerja terampil akan terserap. Kebutuhan aspal berkualitas di dunia tidak akan pernah surut, dan jalan raya yang bagus adalah urat nadi yang memudahkan ekonomi kelas dunia untuk tumbuh dan berkembang pesat,” tegas tokoh yang juga dikenal luas di kalangan pendidikan ini.
 
Bagi Prof. Sutan Nasomal, langkah ini bukan hanya soal membangun jalan, melainkan membangun fondasi kemandirian bangsa, menjaga lingkungan hidup, sekaligus menyejahterakan rakyat melalui lapangan kerja baru yang masif.
 
Di akhir pernyataannya, mantap dan penuh harap, ia menyampaikan doa dan dukungan untuk kepemimpinan nasional. “Semoga di tahun pertama Bapak Presiden RI menjalankan tugas besar ini, kesuksesan terus bertambah, dan kemajuan Indonesia terjaga untuk selama-lamanya,” pungkasnya.
 
Narasumber:
Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, SH., MH.
(Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, serta Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS)
Call Center: 08118419260
 
(TIM REDAKSI)

0 Komentar