Sat Resnarkoba Polres Soppeng Gencarkan Penyuluhan Bahaya Narkoba: Sinergi Pemerintah dan Mahasiswa KKN Wujudkan Desa Bersinar

Tipikornews.com Soppeng ,Sulawesi Selatan , 11 MEI 2026 – Sebagai benteng pertahanan terdepan menyelamatkan generasi muda dari jeratan bahaya barang haram, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Soppeng terus bergerak aktif menggencarkan upaya pencegahan melalui kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) yang menyentuh langsung ke tengah masyarakat. Gerakan luhur ini dilaksanakan serentak di tiga wilayah strategis, Senin (11/5/2026), sebagai wujud nyata komitmen bersama memutus mata rantai penyebaran narkotika yang kian merambah hingga ke pelosok desa.
 
Kegiatan edukasi ini digelar berturut-turut di Desa Enrekeng, Kecamatan Ganra; Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo; serta Kampung Baru, Kelurahan Labessi, Kecamatan Marioriwawo. Penyelenggaraan ini merupakan buah kolaborasi harmonis antara Sat Resnarkoba Polres Soppeng dengan pemerintah desa dan kelurahan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lamappapoleonro, jajaran Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para pemuda setempat — bersatu padu membawa pesan damai dan pencerahan bahaya narkoba bagi seluruh warga.
 
Guna memastikan materi tersampaikan dengan tepat dan mendalam, kegiatan dipimpin langsung oleh pejabat utama Sat Resnarkoba. Di Desa Enrekeng, penyuluhan dipimpin oleh Kepala Bagian Operasi (KBO) Sat Resnarkoba, IPDA Muhammad Arwin. Sementara di dua lokasi lainnya — Kelurahan Tettikenrarae dan Kelurahan Labessi — pemaparan materi dan dialog interaktif dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, S.E., M.M.
 
Dalam sesi penyuluhan, masyarakat disadarkan akan kenyataan pahit: ancaman narkoba kini telah menjelma menjadi persoalan serius yang tak lagi terbatas di perkotaan, namun telah merambah masuk hingga ke wilayah pedesaan. Generasi muda disebut sebagai kelompok yang paling rentan terjerat, lantaran mudah terpengaruh pergaulan bebas, arus informasi, dan lingkungan yang kurang kondusif.
 
Petugas memberikan pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai dampak mengerikan penyalahgunaan narkoba dari berbagai sisi. Secara kesehatan, zat ini merusak fungsi otak, mengganggu keseimbangan jiwa, merusak organ tubuh secara permanen, serta menciptakan ketergantungan yang sulit disembuhkan hingga berujung pada kehancuran masa depan. Dari sisi sosial, narkoba memecah belah keharmonisan keluarga, merusak nama baik lingkungan, dan memicu berbagai tindakan kriminal. Sementara dari sisi hukum, pelakunya akan berhadapan dengan sanksi pidana berat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
Nilai luhur agama pun turut ditekankan: seluruh ajaran agama dengan tegas mengharamkan segala bentuk penggunaan dan peredaran narkoba, karena hal itu bertentangan dengan perintah menjaga diri sendiri, menjaga akal sehat, dan menjaga keutuhan lingkungan sosial.
 
Melalui kegiatan ini, Sat Resnarkoba Polres Soppeng secara khusus mengajak seluruh elemen warga untuk bahu-membahu mewujudkan visi mulia “Desa Bersih Narkoba (Bersinar)”. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara meningkatkan kepedulian, mempererat silaturahmi, dan mengaktifkan pengawasan lingkungan masing-masing agar tidak ada celah sedikit pun bagi peredaran barang haram.
 
Kapolres Soppeng, Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., melalui jajaran Sat Resnarkoba, menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak akan berhasil jika hanya diemban oleh kepolisian semata. Upaya ini memerlukan sinergi, kebersamaan, dan tanggung jawab kolektif dari seluruh warga.
 
“Pencegahan narkoba bukan lagi sekadar tugas institusi kepolisian, melainkan amanah dan tanggung jawab kita semua. Dengan kekuatan kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan mahasiswa, kami yakin kesadaran masyarakat akan terus tumbuh. Inilah kunci utama menjaga lingkungan tetap aman, bersih, dan jauh dari bahaya narkoba,” tegas Kapolres.
 
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan suasana yang hangat, aman, tertib, dan penuh antusiasme. Kehadiran penyuluhan ini pun mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat, yang menilai edukasi yang disampaikan sangat bermanfaat sebagai bekal menjaga diri, keluarga, dan generasi muda agar tetap tumbuh sehat, cerdas, dan berprestasi tanpa bayang-bayang ancaman narkoba.
Red

0 Komentar