Tipikornews.com BONE ,Sulawesi Selatan - Ketenangan malam di Jalan Manurunge, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, mendadak berubah menjadi mencekam dan penuh kepulan asap hitam pekat pada Selasa dini hari, 12 Mei 2026. Kobaran api ganas melalap habis satu unit bangunan permanen yang sekaligus menjadi pusat usaha percetakan ternama Trias Muda, milik Agus Wandi (50), menyisakan puing dan duka mendalam.
Peristiwa nahas itu terjadi tepat sekitar pukul 23.28 WITA. Warga sekitar yang saat itu masih terjaga dikejutkan oleh munculnya nyala api yang perlahan membesar dan merambat cepat ke seluruh bagian bangunan. Kepanikan tak terelakkan; warga berusaha memadamkan dengan sarana seadanya sembari buru-buru menghubungi layanan darurat pemadam kebakaran.
Respons cepat langsung ditunjukkan Tim Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone. Hanya berselang tiga menit setelah laporan masuk — tepat pukul 23.31 WITA — tiga unit armada pemadam sudah bergerak meluncur dari Posko Mako UPT Damkar Wilayah Tanete Riattang menuju lokasi kejadian.
Kendati tiba di lokasi pukul 23.36 WITA, petugas mendapati api sudah berkobar hebat dan sulit dikendalikan. Kombinasi struktur bangunan permanen serta tumpukan bahan baku kertas, tinta, dan mesin percetakan yang sangat mudah terbakar membuat si jago merah makin ganas, menjilat setiap sudut ruangan dengan cepat.
Perjuangan menaklukkan api berlangsung dramatis dan melelahkan selama hampir satu jam penuh. Berkat kerja sama sinergis dan padat antara personel Damkar, Satpol PP, Brimob, Polres Bone, TNI, serta bantuan tenaga warga sekitar, api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pukul 00.20 WITA dini hari. Baru setelah dipastikan aman dan tak ada lagi potensi api berkobar kembali, petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 00.30 WITA.
Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting instalasi listrik yang terjadi di dalam bangunan. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi yang ditimbulkan sangatlah fantastis: seluruh bangunan, mesin canggih, peralatan kerja, hingga stok bahan baku habis tak bersisa, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp2 Miliar.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Andi Supriadi, memuji kesiapan dan kecepatan tanggap timnya. Menurutnya, langkah cepat itulah kunci utama sehingga api tidak meluas dan merembet ke bangunan-bangunan tetangga yang berjarak cukup rapat.
“Kejadian ini kembali menjadi peringatan keras dan pengingat nyata bagi kita semua. Waspada terhadap instalasi listrik bukan hanya saat siang hari saat aktivitas padat, tapi justru lebih krusial di malam hari saat aktivitas berkurang namun risiko bahaya tetap mengintai diam-diam,” tegas Andi Supriadi.
Kini, bangunan yang dulunya menjadi pusat aktivitas percetakan terbesar dan paling dipercaya di Bone itu hanya menyisakan kerangka kosong dan kenangan. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga sekaligus pukulan berat bagi pelaku usaha, tentang betapa pentingnya perawatan instalasi dan kewaspadaan dini demi mencegah musibah yang merugikan.

0 Komentar