Tipikornews.com Mempawah, Kalbar – Guntur kemarahan publik kembali bergema. Kasus korupsi proyek jalan raksasa senilai Rp40 Miliar di Mempawah kini digeledah KPK, namun LSM MAUNG tidak mau main-main. Mereka menuntut hukum berjalan tegak lurus, tidak boleh berhenti di pelaku kecil, dan wajib mengungkap keterkaitan dengan skandal BP2TD yang masih gelap gulita!
Tiga tersangka sudah digiring: Direktur PT Aditama Borneo Prima, Lutfi Kaharuddin, PPK Abdurahman, dan Ketua Pokja Idy Syafriadi. Tapi pertanyaannya: INI SUDAH CUKUP? ATAU MASIH BANYAK YANG DISEMBUNYIKAN?
"JANGAN BERHENTI DI KACANG, SAMPAI KE GAJAHNYA!"
Ketua DPD LSM MAUNG Kalbar, Yudiyanto, melayangkan kecaman yang membelah telinga. Ia menilai langkah KPK harus lebih galak dan tidak boleh setengah hati.
"Kami tidak mau tahu sandiwara hukum! Jangan hanya memeriksa pelaksana teknis, buruh lapangan, atau orang suruhan saja! Sampai ke otak kejahatannya! Siapa yang memerintah? Siapa yang menerima aliran dana? Jangan ada yang lari dari tanggung jawab!" hardiknya dengan nada membara, Sabtu (02/05/26).
Sorotan tajam kini tertuju bulat pada mantan Bupati, Ria Norsan. Dua kali diperiksa sebagai saksi dinilai tidak cukup. LSM MAUNG menegaskan: Jika bukti cukup, naikkan status jadi TERSANGKA! Hukum tidak boleh pandang bulu, tidak ada ampun bagi perampok negara!
TERIAKAN KERAS: SAMBUNGKAN KASUS JALAN DENGAN BP2TD!
Yang paling memanaskan suasana adalah tuntutan untuk membongkar benang merah yang menghubungkan kasus jalan ini dengan skandal kerugian aset di Badan Pengelolaan Aset dan Pendapatan Daerah (BP2TD) Mempawah.
Yudiyanto menuding ada upaya sistematis untuk memisahkan kasus agar kebusukan tidak terungkap seluruhnya.
"INI KITA TUNTUT! Kasus jalan di KPK dan kasus BP2TD di Polda HARUS DISAMBUNG! Jangan ada yang dihalusinasi! Jangan ada yang ditutup-tutupi! Jangan biarkan kejahatan terpotong-potong!" serunya lantang.
"Masyarakat Mempawah sudah terlalu lama menelan pil pahit! Sudah muak melihat oknum merampok daerah lalu bebas berkeliaran. Cukup! Sekarang saatnya hukum bicara!" tambahnya memekikkan tekad.
MISTERI BP2TD: KENAPA MASIH GELAP? ADA APA DIBALIK LAYAR?
Publik kini menyoroti penanganan kasus BP2TD yang terkesan berjalan lambat dan penuh tanda tanya.
Meski sebagian sudah diputus, masih tersisa 1 Laporan Polisi (LP) yang prosesnya berlarut-larut dan membutuhkan asistensi langsung Mabes Polri.
"Kenapa lama sekali? Kenapa masih gelap gulita? Apakah di dalamnya melibatkan nama-nama besar yang selama ini dilindungi? Jangan main-main dengan rasa keadilan rakyat!" desak Yudi.
Jawaban singkat Dirkrimsus Polda Kalbar, Kombes Pol Burhanudin, yang mengatakan "Sedang pendalaman", justru dinilai tidak memuaskan dan menambah kecurigaan publik.
ULTIMATUM MUTLAK: TUNTASKAN SAMPAI TULANG!
LSM MAUNG memberikan peringatan keras kepada seluruh penegak hukum, baik di KPK maupun Polri.
"Bekerjalah profesional, bersih, dan tanpa intervensi! Jangan biarkan uang atau kekuasaan membutakan mata hukum. Jika kalian diam, rakyat yang akan berteriak! Jika kalian lemah, rakyat yang akan menjadi hakim!"
"Kami minta tuntaskan sampai ke akar-akarnya! Bongkar semua! Jangan biarkan kasus ini mati suri! Masyarakat Mempawah menunggu keadilan yang nyata, bukan janji manis!" pungkasnya menggema.
Publisher : TIM/RED
Penulis: TIM MAUNG

0 Komentar