Dana penyertaan modal Rp182 juta dan tambahan Rp302 juta itu bukan angka mainan! Itu darah daging rakyat yang seharusnya diputar untuk kemajuan desa, bukan malah menjadi teka-teki misteri yang tak ada jawabannya!
"KE MANA UANG ITU? JANGAN BIKIN PUBLIK MARAH BESAR!"
Ketua Cabang Bogor LSM KCBI, Agussandi Marpaung, S.H., dengan nada tinggi menuntut pertanggungjawaban yang tak bisa ditawar lagi.
"INI TIDAK BISA DIBIARKAN! Hampir setengah miliar rupiah dikelola tanpa transparansi, tanpa akuntabilitas! Pertanyaannya sederhana tapi mematikan: KE MANA ALIRAN DANA ITU?" hardiknya.
"Ada 60 petak usaha, ada sewa gerobak, seharusnya uang mengalir deras! Tapi kenapa laporannya gelap gulita? Jangan bilang habis dimakan rayap! Atau jangan-jangan ada yang memakan hak rakyat sendiri?" serunya menohok.
PERTANYAAN YANG MEMBUNGKAMKAN: DOBEL ANGGARAN?
KCBI juga membongkar kejanggalan mencurigakan soal pembangunan di Alun-Alun Cariu.
"Kami temukan fakta keras! Pembangunan itu diduga sudah dibayari anggaran tahun 2022! LALU UNTUK APA DIGELONTORKAN LAGI RATUSAN JUTA TAHUN 2025?!"
"Apakah ini permainan penggandaan anggaran? Atau ada proyek fiktif yang mengeruk uang negara? Jangan main-main dengan hukum! Kami punya data dan bukti!" tegasnya.
Yang paling mencurigakan, saat dikonfirmasi, Pemerintah Desa Cariu justru BUNGKAM TOTAL! Tidak ada jawaban, tidak ada penjelasan. Sikap diam ini justru menjadi pengakuan terselubung bahwa ada KEBUSUKAN BESAR yang sedang disembunyikan!
ULTIMATUM MUTLAK: 3X24 JAM! JANGAN COBA-COBA!
KCBI memberikan peringatan terakhir yang sangat keras. Tenggat waktu hanya 3 x 24 Jam!
"Kami minta klarifikasi tertulis dan bukti lengkap! Jika dalam waktu itu kalian masih memilih diam atau berbelit-belit, jangan salahkan kami! Kami akan bawa kasus ini ke Inspektorat, ke Penegak Hukum, dan kami gempur habis-habisan!"
"Kami tidak takut pada siapa pun! Yang salah harus dihukum! Uang rakyat harus dikembalikan! Jangan remehkan kekuatan hukum dan amarah masyarakat!" ancamnya dengan penuh keyakinan.
Waktu terus berdetak. Akankah Pemdes Cariu membuka diri, atau memilih hancur karena kebohongan sendiri?
BERSAMBUNG...
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM REDAKSI


0 Komentar