Tipikornews.com WATANSOPPENG,Sulawesi Selatan – Komitmen pemerintah daerah dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Soppeng ke-765 tampaknya hanya tinggal wacana. Surat Edaran Bupati Soppeng nomor 400.14.1.1/310/PEM tertanggal 2 April 2026 yang memerintahkan seluruh instansi dan sekolah memasang spanduk serta umbul-umbul hingga tanggal 30 April 2026, nyatanya banyak diabaikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga hari ini banyak kantor dinas, instansi vertikal, hingga sekolah-sekolah yang terlihat "gundul" tanpa hiasan. Padahal, surat edaran tersebut secara tegas memerintahkan pemasangan dekorasi dengan tema "SOPPENG SEHAT, MAJU, TANGGUH BERKELANJUTAN" sebagai bentuk dukungan dan semangat menyambut hari besar daerah ini.
DISIPLIN BIROKRASI DIUJI
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai tingkat kedisiplinan dan kepatuhan jajaran birokrasi terhadap perintah atasan. Surat edaran yang ditandatangani atas nama Bupati Soppeng ini seharusnya menjadi arahan yang wajib dilaksanakan, bukan sekadar dokumen yang menumpuk di meja kerja.
Selain perintah pemasangan spanduk dan umbul-umbul, edaran tersebut juga meminta seluruh kepala satuan kerja untuk memotivasi staf dan masyarakat agar berpartisipasi aktif, menjaga kebersihan, serta selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan yang mencolok antara instruksi di atas kertas dengan pelaksanaan di bawah.
SIMBOL KURANGNYA RASA MEMILIKI
Ketidakhadiran dekorasi peringatan ini dinilai tidak hanya soal estetika, tetapi juga menjadi cerminan kurangnya rasa memiliki dan semangat kebersamaan di kalangan aparatur negara. Padahal, Hari Jadi adalah momen penting untuk membangkitkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan daerah.
"Jika perintah sederhana seperti memasang spanduk saja diabaikan, bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa instruksi yang lebih strategis dan krusial akan dikerjakan dengan sungguh-sungguh?" ujar salah satu pengamat pemerintahan.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari Bupati Soppeng untuk menegakkan disiplin. Kasus ini menjadi ujian nyata apakah roda pemerintahan berjalan efektif, atau justru menunjukkan adanya kelemahan dalam manajemen dan kontrol internal.
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM REDAKSI

0 Komentar