PERDAMAIAN MENGUKIR KEARIFAN: INSIDEN DISHUB DAN IWO SULSEL BERAKHIR BAIK, DIMINTA PENERTIBAN LEBIH HUMANIS

Tipikornews.com Makassar Sulawesi Selatan  – Api konflik yang sempat memanas dan menjadi sorotan publik kini telah padam digantikan oleh hangatnya dialog dan kearifan. Perselisihan antara petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar dan Herianto, Bendahara PW Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Selatan, resmi berakhir manis dengan tercapainya kesepakatan damai.
 
Mediasi mulia ini berlangsung di Kantor Perumda Parkir Makassar Raya, Jalan Hati Mulia, pada Jumat (24/04/2026), membuktikan bahwa kepala dingin selalu mampu mengalahkan ego yang memanas.
 
DIALOG MENGALAHKAN KONFLIK
 
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, ini dihadiri pula oleh jajaran manajemen dan pengawas. Suasana berjalan kekeluargaan, di mana kedua belah pihak sepakat menutup lembaran konflik dan membuka babak baru hubungan yang lebih harmonis.
 
Kepala Bidang TPAI Dishub Makassar, Irwan Sampeang, tampil bertanggung jawab dan rendah hati. Ia mewakili pihak dinas menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kekeliruan prosedur yang terjadi di lapangan.
 
“Saya mewakili anggota di lapangan memohon maaf atas kesalahan SOP yang dilakukan. Seharusnya tidak boleh dilakukan penggembokan jika ada orang di dalam mobil. Saat itu saya juga langsung menginstruksikan agar gembok dibuka,” ujarnya dengan penuh integritas.
 
Sikap bijak pun ditunjukkan oleh Herianto. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas ketegangan yang terjadi, menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk kedewasaan bersama.
 
IWO SULSEL: TEGAS, TAPI TETAP BERADAB
 
Terpisah, Ketua PW IWO Sulawesi Selatan, H. Zulkifli Thahir, memberikan pernyataan resmi yang tegas namun penuh kedamaian.
 
Ia menyesalkan tindakan di lapangan yang dinilai kurang pantas dan kurang humanis menyentuh hati masyarakat. Namun, di saat yang sama, ia sangat mengapresiasi langkah cepat dan sikap dewasa Dishub Makassar yang mau mengakui kesalahan dan meminta maaf.
 
Menurut Zulkifli, insiden ini harus menjadi cermin evaluasi besar. Penegakan aturan memang wajib demi ketertiban, namun tidak boleh kehilangan rasa kemanusiaan.
 
“Penindakan tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan sosialisasi dan edukasi. Jangan sampai aturan ditegakkan dengan cara yang justru melukai rasa keadilan dan membuat masyarakat trauma.”
 
Satu pesan keras yang disampaikan: Hukum dan aturan harus berjalan tegak lurus, tanpa tebang pilih. Semua warga berhak diperlakukan sama, adil, dan bermartabat.
 
MENUJU KETERTIBAN YANG BERWAWASAN
 
Dengan tercapainya perdamaian ini, situasi kini kembali kondusif. Insiden ini membuktikan bahwa sebagai organisasi pers, IWO Sulsel hadir tidak untuk memperkeruh suasana, melainkan untuk mengawal kebenaran dan mendorong perbaikan pelayanan publik.
 
Semoga kejadian ini menjadi momentum perubahan. Di mana penertiban tidak lagi identik dengan kekerasan, melainkan menjadi bagian dari edukasi yang mencerdaskan dan melayani dengan hati.
 
 
 
Rilis Resmi : Pengurus Wilayah IWO Sulawesi Selatan
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM KOMINFO IWO SULSEL

0 Komentar