Tipikornews.com SOPPENG Sulawesi Selatan – Harapannya untuk ditemukan dalam keadaan hidup telah pupus, namun kebenaran akhirnya terkuak. Berkat kerja keras dan keteladanan kepemimpinan yang luar biasa, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Soppeng berhasil memecahkan misteri hilangnya Nurul Izzah, mahasiswi yang dilaporkan menghilang sejak 16 Maret 2026 lalu.
Kenyataan pahit harus diterima, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan indikasi kuat menjadi korban tindak pidana pembunuhan yang keji.
Di bawah komando garang dan tegas Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, tim penyidik bekerja bak tentara yang tak kenal lelah. Sejak laporan pertama masuk, ia turun langsung ke lapangan, memimpin barisan, dan memastikan tidak ada satu pun petunjuk yang dibiarkan berlalu begitu saja.
Penyelidikan Maraton Tanpa Jeda
Dalam keterangannya yang penuh wibawa, Senin (30/03/2026), AKP Dodie menegaskan bahwa kasus ini ditangani dengan prioritas utama dan pendekatan forensik yang mendalam.
“Kami tidak memberi celah bagi kejahatan. Sejak hari pertama, tim kami bekerja non-stop, siang dan malam. Kami menyisir setiap lokasi, menelusuri jejak digital, menganalisis komunikasi, dan memprofiling setiap orang yang dekat dengan korban. Tidak ada yang lewat dari pengawasan kami,” ujar Dodie dengan mata berapi-api.
Ketekunan yang luar biasa itu akhirnya membuahkan hasil. Tim berhasil menemukan lokasi keberadaan korban, meski harus menerima kenyataan pahit bahwa nyawa korban telah melayang.
Pelaku Diringkus, Hukum Akan Menghukum
Tragedi itu tidak berhenti begitu saja. Segera setelah penemuan jenazah, fokus penyelidikan beralih menjadi perburuan pelaku. Dengan bukti yang kuat dan analisis yang akurat, satu orang terduga pelaku berhasil diamankan.
“Kami tidak berhenti hanya pada penemuan korban. Kami terus menggali, terus mendesak, hingga tangan-tangan pelaku yang mencabut nyawa korban berhasil kami amankan. Saat ini tersangka sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk menggali motif, kronologi, dan siapa saja yang terlibat,” tegasnya.
Komitmen Hukum yang Tegas
AKP Dodie menegaskan, keberhasilan ini adalah bukti nyata soliditas tim dan dukungan masyarakat yang peduli. Ia berjanji kasus ini akan diselesaikan sampai titik darah penghabisan.
“Keadilan tidak boleh ditunda, dan kejahatan tidak boleh dibiarkan. Kami berkomitmen mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar-akarnya. Pelaku tidak akan lolos dari jerat hukum. Kami pastikan mereka akan mempertanggungjawabkan perbuatan keji ini setimpal dengan pasal yang berlaku,” pungkasnya tegas.
Polres Soppeng meminta masyarakat untuk tetap tenang dan percaya sepenuhnya kepada aparat. Kepolisian akan bekerja secara profesional, transparan, dan tanpa kompromi demi memulihkan rasa aman dan menegakkan kebenaran bagi korban dan keluarga.
Tim IWO

0 Komentar