MAUNG: TRAGEDI PETI KAPUAS HULU – KEJAHATAN SISTEM!

Tipikornews.com JAKARTA – Tragedi yang menewaskan tujuh penambang emas tanpa izin (PETI) – empat perempuan dan tiga laki-laki – saat tertimbun tanah runtuh di Desa Bugang, Kecamatan Tepuai, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat pada Minggu (08/03) mendapat sorotan tajam dari Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG). Ketua Umum DPP MAUNG, Hadysa Prana, menuntut tindakan nyata dari pihak berwenang, menyatakan insiden ini bukan kejadian terisolasi melainkan bukti kegagalan sistem.
 
"NYAWA YANG HILANG BUKAN SEKADAR ANGKA"
 
Dalam konferensi pers daring Senin (09/03), Hadysa Prana menyampaikan rasa duka mendalam. "Kami turut berduka bagi keluarga korban. Nyawa tujuh orang ini bukan sekadar angka, melainkan akumulasi kurangnya penegakan hukum konsisten dan perhatian terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terjebak dalam PETI," tegasnya.
 
Menurutnya, banyak warga terlibat karena tidak punya pilihan lain untuk penghidupan layak. "Namun hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk melalaikan hukum dan keselamatan," tambah Hady, sapaan akrabnya.
 
TUNTUTAN KONKRET: HUKUM TEGAS DAN SOLUSI NYATA
 
MAUNG mengajukan beberapa tuntutan penting:
 
- Penegakan hukum menyeluruh: Minta kepolisian dan kejaksaan segera menyelidiki penyebab pasti insiden serta menindak tegas semua pihak bertanggung jawab, termasuk oknum yang membiarkan atau mendukung PETI. "Harus ada akuntabilitas, tidak boleh ada yang lepas tanggung jawab," kata Ketum.
- Alternatif penghidupan layak: Desak pemerintah pusat dan daerah merumuskan program pelatihan keterampilan, pembukaan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan di daerah rawan PETI.
- Perhatian lingkungan: Soroti kerusakan ekosistem akibat penambangan ilegal yang berdampak jangka panjang, dengan komitmen memantau upaya pemulihan.
 
"JANGAN BIARKAN TRAGEDI SERUPA TERULANG"
 
Hadysa Prana mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam PETI dan mematuhi hukum. "Kami ajak semua pihak bekerja sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan. MAUNG akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan berjuang demi kepentingan masyarakat," tutupnya.
 
Saat ini, MAUNG telah membentuk tim khusus untuk memantau kasus dan akan terus melaporkan langkah-langkah pihak berwenang.
 
 
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM MAUNG

0 Komentar