Tipikornews.com SOPPENG,Sulawesi Selatan , 23 JANUARI 2026 – RSUD Latemmamala Soppeng terbongkar telah menjadi tempat yang tidak aman bahkan menyeramkan bagi masyarakat! Oknum petugas keamanan dengan inisial PD melakukan tindakan tercela: membentak kasar dan mempermalukan keluarga pasien yang datang mengunjungi bayi baru lahir. Korban adalah H. Darwis (H.Dai), Penasehat Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng, yang kini mengajak seluruh masyarakat Soppeng untuk menuntut keadilan!
TINDAKAN KASAR YANG MEMALUKAN DI RUANG PERAWATAN KEBIDANAN
Pada Jumat (22/1/2026), saat H. Darwis bersama istri tengah memberikan dukungan kepada keluarga yang baru saja memiliki anak di ruang perawatan kebidanan lantai II, oknum PD tiba-tiba meneriakkan dengan nada mengancam:
“JANGAN LAMA-KELAMAAN DI SINI! INI RUMAH SAKIT, SAYA PETUGAS – KALIAN HARUS PATUH!”
Kata-kata tersebut dilontarkan tanpa alasan yang jelas, seolah keluarga pasien adalah ancaman bagi ketertiban, padahal mereka hanya duduk diam dan memberikan dukungan kepada ibu dan bayi baru lahir.
“Kami datang dengan hati yang lembut, merawat keluarga yang sedang dalam proses penyembuhan, tapi justru diperlakukan seperti orang yang tidak berhak! Sikap ini bukan hanya tidak sopan – ini adalah bentuk teror terhadap rakyat yang sudah membayar pajak untuk menjalankan rumah sakit ini!” teriak H. Darwis dengan penuh kemarahan.
RUMAH SAKIT NEGERI JADI TEMPAT PENINDASAN – INI BUkti KEGAGALAN TOTAL MANAJEMEN!
Rumah sakit seharusnya menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat yang sedang dalam kesusahan. Namun di RSUD Latemmamala, justru terjadi sebaliknya – petugas yang seharusnya menjaga keamanan malah menjadi sumber ketakutan!
“Bayangkan saja, bagaimana rasanya bagi seorang ibu yang baru melahirkan melihat keluarganya dibentak dan dipermalukan? Bagaimana anak-anak kita akan melihat rumah sakit negeri jika mereka disiksa dengan sikap arogan seperti ini? Ini adalah penghinaan terhadap seluruh nilai kemanusiaan dan pelayanan publik!” tambahnya.
Kasus ini membuktikan bahwa pengawasan dari pihak manajemen RSUD Latemmamala benar-benar tidak ada sama sekali. Tidak mungkin seorang petugas berani bertindak sewenang-wenang tanpa adanya toleransi atau kelalaian dari atasan!
TINDAKAN TEGAS HARUS DILAKUKAN – TIDAK ADA MAKANAN PENGAKUAN!
H. Darwis mengeluarkan tuntutan yang tidak bisa dinegosiasikan lagi kepada pihak manajemen RSUD Latemmamala dan pemerintah Kabupaten Soppeng:
1. SEGERA PUTUS KERJA SAMA DENGAN OKNUM PD – Tidak ada tempat bagi orang yang menganggap dirinya lebih tinggi dari rakyat di institusi publik!
2. KETUA MANAJEMEN DAN KEPALA RUMAH SAKIT HARUS MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB – Kegagalan dalam membina petugas adalah kesalahan mereka, bukan rakyat!
3. LAKUKAN AUDIT KOMPREHENSIF TERHADAP SEMUA PETUGAS – Periksa apakah masih ada oknum lain yang telah menyakiti masyarakat dengan sikap kasar dan arogan!
4. BERIKAN PERMINTAAN MAAF RESMI DI DEPAN MASYARAKAT – Jangan sembunyi di balik pintu kantor seperti orang yang tak bertanggung jawab!
5. TETAPKAN PERATURAN TEgas – Setiap petugas yang menyakiti pasien atau keluarga akan mendapatkan sanksi hukum yang berat, bukan hanya teguran lisan!
“Jika pihak manajemen masih memilih untuk menutup-nutupi dan tidak mengambil tindakan yang tegas, maka kami akan mengajak seluruh masyarakat Soppeng untuk melakukan aksi damai dan menuntut pembubaran dewan pengurus RSUD Latemmamala! Rakyat sudah tidak bisa lagi menerima pelayanan yang menjijikkan seperti ini!” ucapnya dengan tegas.
MANAJEMEN MASIH MEMILIKI WAKTU UNTUK MEMBUKA SUARA – ATAU AKAN DIANGKATKAN KE MATAHARI!
Hingga saat berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Latemmamala Soppeng serta oknum satpam PD masih diam dan menyembunyikan diri. Tidak ada satu kata pun penjelasan atau permintaan maaf dari mereka – seolah kejadian ini tidak penting dan bisa dianggap remeh.
Masyarakat Soppeng telah cukup menanggung kesusahan akibat pelayanan yang buruk di rumah sakit negeri. Saatnya bagi pihak berwenang untuk menunjukkan bahwa mereka bekerja untuk rakyat, bukan untuk melindungi oknum yang melakukan kesalahan!
Tim IWO

0 Komentar