PROF SUTAN NASOMAL: NEGARA TERKUAT SEJARAH DI PEGANG NEGARA INI

Tipikornews.com Jakarta, 8 Januari 2026 – "Momentum berbagai HUT NKRI adalah pertanda demokrasi, kemanusiaan, dan keamanan berbangsa bernegara sangat elok di Indonesia," ujar Prof Dr KH Sutan Nasomal, pakar hukum internasional dan ekonomi nasional, dalam wawancara dengan tim redaksi media dalam dan luar negeri via telepon seluler dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka.

Pakar tersebut yakin Presiden RI Prabowo Subiyanto tidak akan melupakan sejarah dan mampu menyelamatkan NKRI dari ancaman dalam dan luar negeri. Menurutnya, dunia kini terpecah dua kubu dengan perebutan kekuatan ekonomi, teknologi, dan militer yang telah mengungkap siapakah yang menjadi yang terkuat.

"Negara yang tidak mengikuti faham demokrasi bisa lebih maju, tenang, damai, dan sejahtera. Sementara negara demokrasi malah menjadi miskin, tenggelam hutang, bahkan hancur perang saudara," katanya.

Prof Nasomal menilai negara yang mengutamakan slogan demokrasi seperti Amerika Serikat terjebak propaganda palsu. Ia menyatakan AS memiliki 750 pangkalan militer di dunia untuk mengamankan kepentingan dan terlibat dalam menciptakan konflik di Timur Tengah dan Asia.

Menurutnya, satu-satunya negara yang tidak bisa ditekan AS adalah China. "China tidak perlu paham demokrasi selama ribuan tahun. Sejarah membuktikan kerajaan atau negara komunisnya bisa bertahan dan tidak pernah dijajah," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa 1000 tahun yang lalu, kawasan Timur Tengah sangat maju di bawah paham Islam dengan ekonomi kuat dan makmur. Kelemahan dan perpecahan terjadi akibat propaganda modernisasi dan demokrasi, yang membuat negara-negara di sana menjadi lemah dan terjajah.

"Negara kerajaan yang tidak mengambil paham demokrasi tetap ada dan sangat maju, kaya, serta tidak bergantung pada negara lain. Di Timur Tengah, kemungkinan dalam 100 tahun ke depan demokrasi tidak akan digunakan lagi," ujarnya.

Prof Nasomal menambahkan, China kini menjadi negara raksasa industri dengan ekonomi dan teknologi yang maju tanpa menjajah siapapun. "China tidak menghabiskan uang rakyat untuk pesta demokrasi bernama pemilu. Mereka mengajak rakyatnya untuk berdiri di atas kaki sendiri dan tidak menjadi budak dunia," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kerajaan Sunda Nusantara pernah menjadi negara kuat dan peradaban termaju di masanya sebelum era penjajahan, tanpa terpengaruh paradigma modernisasi dan politik barat.

"Sejarah jangan dilupakan," tegasnya.

0 Komentar