Tipikornews.com KONAWE UTARA Sulawesi Tenggara – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Konawe Utara MENGUMUMKAN PERANG TERBUKA terhadap perusahaan pertambangan yang menghancurkan hutan dan lingkungan, serta MENUNTUT Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI beserta Kejaksaan Agung (Kejagung) RI BERHENTI MENUTPI KEKERASAN EKOLOGIS yang telah merusak nyawa rakyat dan masa depan bangsa.
"JANGAN PERNAH TERBITKAN RKAB UNTUK PERUSAHAAN PENYEBAB BENCANA! SETIAP PENERBITAN ADALAH KEJAHATAN NEGARA TERHADAP RAKYAT!" tegas Ketua DPC PPWI Konawe Utara, Suhardin, dengan nada yang tidak bisa ditawar.
"RKAB ADALAH SURAT IZIN MEMBUNUH LINGKUNGAN"
PPWI mengungkapkan, sejumlah perusahaan pertambangan telah TERIDENTIFIKASI jelas sebagai pelaku utama kerusakan hutan di Konawe Utara dan telah masuk dalam DATABASE TERLARANG Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PHK). Namun, mereka masih berani mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) ,seolah-olah selembar kertas bisa menghapus jejak kehancuran yang mereka buat.
"RKAB yang diterbitkan untuk perusahaan ini bukan dokumen administratif, tapi SURAT IZIN MEMBUNUH! Hutan kita jadi gundul, sungai jadi racun, tanah jadi tidak bisa ditanami dan mereka masih ingin diberi kesempatan lagi? Ini adalah penghianatan yang tak bisa dimaafkan," teriak Suhardin.
ESDM JANGAN SAMPAI JADI ALASAN KEJAHATAN
PPWI menegaskan bahwa Kementerian ESDM yang tetap menerbitkan RKAB bagi perusahaan tersebut BUKAN HANYA MELANGGAR UNDANG-UNDANG, tapi juga BERPERAN SEBAGAI PELINDUNG KEJAHATAN:
- Melanggar UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba (pasal yang mengatur perlindungan lingkungan),
Menindas UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup (yang mengharuskan pencegahan dan perbaikan kerusakan),
- Menghancurkan UU Kehutanan (yang menjadikan hutan sebagai aset nasional untuk kesejahteraan rakyat),
- Dan membuka peluang BESAR bagi pertanggungjawaban pidana korporasi serta TINDAK PIDANA PEMBIAARAN dari pejabat yang terlibat.
"Kerusakan hutan bukan masalah kecil, INI ADALAH KEJAHATAN LUAR BIASA yang merusak generasi mendatang. Tidak ada alasan bagi negara untuk melindungi mereka!" jelas Suhardin.
KEJAGUNG WAJIB BERANI TANGKAP & ADILI
PPWI juga MENYERANG KEJAKSAAN AGUNG yang dianggap masih BIASA-BIASA SAJA dalam menangani kasus kerusakan hutan. "Kejagung harus berhenti bersikap pasif! Cari tahu siapa yang melindungi perusahaan ini, siapa yang mengambil keuntungan dari kehancuran lingkungan kita ,TANGKAPLAH MEREKA SEMUA, TANPA PANDANG BULU!" seru Suhardin.
AKSI DEMONSTRASI SUPERIOR DI JAKARTA ,TIDAK ADA KOMPROMI!
PPWI DPC Konawe Utara telah MEMPERINCIKAN RENCANA AKSI DEMONSTRASI BESAR-BESARAN yang akan mengguncang Jakarta pada waktu yang akan diumumkan kemudian. Ribuan warga Konawe Utara akan datang langsung ke depan gedung Kementerian ESDM dan Kejagung RI dengan membawa BUKTI-BUKTI KONKRET kerusakan hutan, data korban yang terkena dampak, dan daftar perusahaan yang harus dihukum.
Tuntutan yang diajukan TIDAK ADA YANG BISA DITOLAK:
1. PENOLAKAN TOTAL & PERMANEN terhadap semua pengajuan RKAB perusahaan perusak hutan,
2. PENYEGELAN SEGERA operasional dan PENCABUTAN SEMUA IZIN usaha pertambangan yang bersangkutan,
3. PENYELIDIKAN PIDANA yang mendalam dan PUTUSAN HUKUM yang tegas bagi korporasi dan oknum pejabat yang melindunginya,
4. PERBAIKAN LINGKUNGAN yang harus ditanggung penuh oleh perusahaan dengan pengawasan ketat dari masyarakat.
"Jika ESDM dan Kejagung masih ingin memainkan peran sebagai pelindung kejahatan, maka kami akan membawa kekerasan rakyat yang sudah tidak bisa ditahan lagi! Ini bukan peringatan , INI ADALAH PERINTAH KEADILAN yang harus ditepati!" tandas Suhardin dengan tegas.
"HUTAN ADALAH NYAWA RAKYAT , JANGAN SAMPAI DIHABISI KORPORASI"
PPWI menegaskan bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti sebelum tujuan tercapai. "Hutan bukan barang dagangan untuk dipagari korporasi. Hutan adalah nyawa rakyat Konawe Utara, nyawa bangsa Indonesia. Selama ada satu pohon yang dirusak dan satu perusahaan yang lolos dari hukum, PPWI akan terus BERPERANG , sampai akhir napas!" tutup Suhardin dengan semangat yang membara.
Iman Pagala

0 Komentar