Tipikornews.com Tebo, Jambi – Investigasi mendalam media membongkar praktik keji di jantung Kecamatan Tebo Tengah. Sebuah rumah mewah di Desa Sungai Keruh, milik seorang bernama Uda Mul, diduga kuat menjadi pusat pembakaran dan penampungan emas hasil Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Aktivitas haram ini berjalan mulus di bawah hidung aparat, memicu kemarahan warga dan pertanyaan besar tentang keterlibatan oknum penegak hukum.
Jeritan Warga: "Kami Dibiarkan Menghirup Asap Beracun!"
"Setiap hari kami melihat asap tebal mengepul dari belakang rumah Uda Mul. Baunya menyengat, bikin sesak napas. Kami sudah lapor, tapi tidak ada tindakan," ungkap seorang ibu rumah tangga dengan nada geram. Warga lainnya menambahkan, "Pekerja PETI datang silih berganti, membawa karung-karung berisi tanah kuning. Mereka membakar emas di sana, lalu menjualnya. Ini sudah berlangsung lama, tapi kenapa polisi diam saja?"
Babinsa diduga Terlibat Suap? Rekaman Telepon Menggemparkan!
Titik terang (atau justru kegelapan) muncul saat salah satu media menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal. Penelepon, yang mengaku sebagai Babinsa Sungai Keruh, keceplosan mengatakan, "Sudah-sudahlah, sudah banyak bukti transfer, sudah sering dibantu." Sontak, redaksi Media bertanya maksud dari pernyataan tersebut. Penelepon langsung panik dan menutup telepon. Penelusuran nomor menunjukkan identitas penelepon diduga Henda, Babinsa Sungai Keruh. Apakah ini bukti keterlibatan oknum TNI dalam melindungi bisnis ilegal Uda Mul?
Uda Mul Panik: "Jangan Ganggu Saya! Ini Fitnah!"Saat dikonfirmasi, Uda Mul menunjukkan gelagat mencurigakan. Dengan nada tinggi, ia membantah semua tuduhan. "Astaghfirullah, ntah apo lah maksud Abang ni. Jangan ganggu saya! Ini fitnah!" Namun, sikap defensif Uda Mul justru menguatkan dugaan bahwa ia memang terlibat dalam praktik PETI ilegal.
Prof. Sutan Nasomal: "Hukum Tumpul ke Atas! Negara Kalah dengan Mafia!"
Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, angkat bicara terkait kasus ini. "Jika benar ada oknum aparat yang terlibat, ini adalah pengkhianatan terhadap negara dan rakyat. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jangan sampai negara kalah dengan mafia!" tegas Prof. Sutan.
Media Tidak Akan Berhenti!
Media berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami akan membongkar semua jaringan PETI ilegal di Tebo, menyeret semua pelaku ke meja hijau, dan memastikan keadilan ditegakkan untuk masyarakat. Kami tidak akan gentar menghadapi intimidasi dan ancaman. Kebenaran harus diungkap, meskipun langit runtuh!
Ap Tj


0 Komentar