Tipikornews.com Jakarta, 21 November 2025 – Suhu perang yang semakin memanas antara Jepang dan China bukan hanya masalah dua negara, melainkan cermin mengerikan yang harus membuat Presiden RI Jenderal Haji Prabowo Subianto segera mengeluarkan perintah: siaga satu, 24 jam non stop! Begitu bunyi seruan tegas Prof Dr KH Sutan Nasomal SH, MH – Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, dan Presiden Partai Oposisi Merdeka – saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media dalam dan luar negeri via telepon seluler dari Markas Pusat Partainya.
SITUASI MEMANAS: JEPANG DAN CHINA SIAP PERANG, WARGA DIMINTai KELUAR CEPAT
Kondisi kekacauan global kini semakin memanas dengan sikap Jepang yang meningkatkan siaga perang dan meminta warganya keluar dari China secepatnya. Begitu juga sebaliknya: warga China di Jepang diminta pulang segera – tanda bahwa perang terbuka bisa meledak dalam beberapa hari ke depan.
"Kekuatan militer China lebih unggul, didukung Korea Utara dan Rusia. Tapi Jepang tidak bisa diremehkan – mereka punya pengalaman perang, pernah mengalahkan China di Perang Dunia II, dan punya teknologi perang yang lebih tinggi meskipun tidak punya nuklir," jelas Prof Sutan dengan nada tegas.
ANCAMAN NUKLIR: PERANG 2026 BISA JADI PUNCAK KEKERASAN GLOBAL
Menurut Prof Sutan, keterlibatan senjata nuklir bukan lagi omong kosong. Perang Palestina-Israel dan Rusia-Ukraina sudah menguras stok persenjataan dunia – sehingga perang China-Jepang akan menjadi "olimpiade unjuk kekuatan perang" yang berbahaya.
"Korut akan ikut, Korsel terlibat, Rusia dan Amerika akan menghidupkan senjata nuklirnya. Negara-negara lain yang punya nuklir juga akan merasa terancam. Para pakar strategi perang sudah memperkirakan perang nuklir bisa terjadi di 2026," ungkapnya dengan nada serius.
INDONESIA DI DEPAN BAWAH: LAUT DAN PULAU BISA JADI ARENA PERANG
Yang paling mengkhawatirkan: Laut Samudra Indonesia berpotensi menjadi "terminal kapal selam dan kapal induk" dari seluruh dunia, sedangkan pulau-pulau bisa jadi lapangan terbang dan gudang logistik perang Barat dan Timur. Bahkan jika perang di Laut China-Jepang cepat berakhir, kemungkinan akan berlangsung lama di wilayah Indonesia.
"Taiwan juga akan hancur, jadi objek uji coba perang di Asia. Amerika dan Rusia sudah ada di Asia dengan kekuatan militernya. Maka, kekuatan militer Indonesia harus disiapkan SEKARANG, sebelum hal terburuk terjadi," tegas Prof Sutan.
Dia menuntut Presiden Prabowo untuk memerintahkan Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Luar Negeri untuk memantau situasi luar negeri 24 jam non stop – demi mengamankan negara dan rakyat Indonesia dari ancaman yang semakin nyata.
Tim
Narasumber: Prof Dr KH Sutan Nasomal SH, MH – Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompi, Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA Plus

0 Komentar