BARA HATI SERUHKAN PERLAWANAN TERBUKA: "TURUN KE JALAN, DESAK POLISI TEGAKKAN HUKUM – HANCURKAN BEGAL BERKEDOK DEBT COLLECTOR!"

Tipikornews.com Pematangsiantar, 24 November 2025 – Suasana di Siantar-Simalungun memanas seperti bara yang siap meledak. Komunitas Barisan Rakyat Hancurkan Tindakan Ilegal (BARA HATI) mengeluarkan seruan ganas namun damai: "Segala lapisan masyarakat, turun ke jalan hari ini – kita butuh keadilan yang tegas, bukan kata-kata kosong!" Aksi besar-besaran ini ditujukan untuk menuntut Polres Pematangsiantar bertindak tegas terhadap maraknya oknum debt collector ilegal yang berbuat curang, menekan, dan mencuri kendaraan warga tanpa prosedur hukum yang sah.

TINDAKAN ILLEGAL SUDAH KELEWAT BATAS – RAKYAT TIDAK BISA LAGI DIAM!

Dalam konferensi pers yang penuh tekanan moral kemarin, BARA HATI menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud kemarahan kolektif. Ribuan warga di berbagai kelurahan Siantar dan Simalungun telah menjadi korban intimidasi dan penarikan paksa kendaraan – tanpa surat fidusia, tanpa proses hukum, hanya dengan kekerasan dan ancaman. "Hukum dibuat untuk melindungi rakyat, bukan untuk dipijak oleh oknum yang menyamar sebagai penagih utang!" tegas juru bicara BARA HATI.

DUA LOKASI SIMBOLIK – TEMPAT PERTARUNGAN ANTARA RAKYAT DAN KEKERASAN ILLEGAL

Aksi damai hari ini direncanakan digelar di dua titik strategis: 

1. Depan Mapolres Pematangsiantar – sebagai pusat aparat penegak hukum yang dituntut bertindak

2. Kantor PT Mitra Panca Nusantara, Kelurahan Sumber Jaya – yang disebut-sebut sebagai "pusat aktivitas" debt collector terkait

"Pemilihan lokasi ini tidak sembarangan – kita mau menunjukkan bahwa rakyat tahu di mana akar masalahnya, dan kita tidak takut untuk menghadapinya!" ungkap panitia aksi.

RAKYAT BERSATU – BURUH, MAHASISWA, PEDAGANG, KORBAN LANGSUNG DIGAJAK BERSUARA 

BARA HATI telah melakukan konsolidasi besar-besaran selama beberapa hari. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat – buruh, mahasiswa, ojek online, pedagang, tokoh masyarakat, hingga korban langsung – untuk hadir dan bersatu dalam satu suara. "Ini bukan perjuangan kelompok, ini perjuangan untuk keselamatan dan martabat semua warga Siantar-Simalungun!"

Meskipun menekankan bahwa aksi dilakukan secara damai, konstitusional, dan menjunjung hukum, nada yang dipakai tetap tajam dan pedas. "Kita tidak mau berbicara dengan lembut lagi – hukum harus ditegakkan, oknum ilegal harus ditangkap, dan hak warga harus dikembalikan!"

YEL-YEL YANG GEMPAK – GELOMBANG PERLAWANAN SUDAH MULAI!

Konferensi pers ditutup dengan seruan yang menggema kuat dan merindingkan jiwa:

"BARA HATI… TINDAK TEGAS DEBT COLLECTOR ILEGAL!

RAKYAT BERSATU… HUKUM HARUS TEGAK!"

Hari ini, Senin 24 November 2025, akan menjadi titik balik. Rakyat Siantar-Simalungun berdiri tegas, menunjukkan bahwa mereka tidak akan lagi menjadi korban. Suara rakyat adalah kekuatan terkuat – dan mereka akan terus bersuara sampai keadilan ditegakkan tanpa kompromi.

[Sumber: Panitia Aksi BARA HATI]

Syamhadi Purba

0 Komentar