Tipikornews.com Pematangsiantar – Api kebencian masyarakat terhadap kekerasan dan praktik ilegal oknum debt collector menyala lebih terang. Komunitas Barisan Rakyat Hancurkan Tindakan Ilegal (BARA HATI) menggelar aksi demonstrasi di PT Mitra Panca Nusantara, Kelurahan Sumber Jaya, dengan seruan tajam: “Tumpas habis begal debt collector – kembalikan keamanan Kota Pematangsiantar!”
RAKYAT TIDAK BISA TAHAN LAGI: KEKERASAN MELAMPaui BATAS
Massa yang membawa poster dan spanduk menyoroti bahwa praktik penagihan kasar, intimidasi, bahkan perampasan kendaraan yang dilakukan oknum debt collector telah membuat rasa aman warga merosot drastis. Banyak yang mengaku takut melintas di area tertentu, sementara yang lain merasakan ketidakberdayaan karena mengalami tindakan paksa secara langsung.
“Ini bukan hanya protes – ini perlawanan rakyat terhadap pelanggaran hukum dan pelanggaran hak konsumen,” ujar salah satu demonstran dalam orasinya.
DESAKAN TEGAS KE KEPOLISIAN: EVALUASI PEJABAT, TINDAK TANPA KOMPROMISelain menuntut penumpasan habis pelaku ilegal, massa juga menyampaikan aspirasi untuk mengevaluasi dan mencopot Kasat Reskrim Iptu Sandi Riz Akbar serta Kanit Jatanras kepada Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M Sitinjak. Kedua pejabat itu dinilai belum mampu memberikan jaminan keamanan maksimal terhadap maraknya aksi kekerasan.
Ketua BARA HATI menegaskan: “Kita butuh penegakan hukum yang cepat, tegas, dan nyata. Jika begal debt collector tidak hilang, keresahan dan ketakutan warga akan semakin membanjiri kota ini.”
AKSI TERTIB TAPI SUARA Keras: KEAMANAN TIDAK BISA DINEGOSIASIKAN
Meskipun berjalan damai dengan pengawalan aparat, suara masyarakat tampak tidak bisa diabaikan. Mereka berkomitmen akan terus menyuarakan tuntutan sampai praktik ilegal tersebut hilang sepenuhnya dari tanah kelahirannya.
“Ini bukan gerakan emosional – ini jeritan panjang warga yang ingin hidup aman, tenang, dan bebas dari intimidasi,” tegas kesatuan massa BARA HATI.
Syamhadi Purba


0 Komentar