Tipikornews.com Konawe Utara Sulawesi Tenggara – Dana Desa yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), justru diduga menjadi lahan subur korupsi di Konawe Utara. DPW LSM LACAK berang dan mendesak Inspektorat Kabupaten Konawe Utara untuk membuka secara transparan hasil pemeriksaan BUMDes periode 2017–2024.
Ketua DPW LSM LACAK, Suhardin, dengan nada keras mempertanyakan kinerja Inspektorat yang terkesan melindungi oknum-oknum nakal. "Kalau Inspektorat bekerja serius, publik pasti sudah tahu berapa BUMDes yang sehat dan bermasalah. Kenyataannya? Nol besar! Jangan-jangan ada udang di balik batu," ujarnya.
LSM LACAK menilai dana BUMDes adalah uang rakyat, bukan dokumen rahasia yang bisa disembunyikan. "Ini uang rakyat! Publik berhak tahu ke mana uang mereka mengalir. Kalau Inspektorat menutup-nutupi, sama saja melindungi koruptor berjubah kepala desa. Inspektorat gagal total!" tegas Suhardin.
Hasil investigasi LSM LACAK di lapangan menemukan banyak BUMDes yang terbengkalai, bahkan fiktif. "Banyak BUMDes hanya papan nama tanpa kegiatan. Lalu, ke mana dana yang sudah dikucurkan? Inspektorat harus menjawab ini secara terbuka!" serunya.
LSM LACAK memberikan ultimatum keras: "Kami beri waktu! Jika Inspektorat tidak segera membuka hasil audit, kami akan laporkan langsung ke BPK dan KPK. Jangan biarkan uang desa jadi bancakan! Kalau Inspektorat tidak berani, lebih baik bubarkan saja lembaga ini!"
Dengan sikap yang tak kenal kompromi, DPW LSM LACAK menyatakan akan terus mengawal dana BUMDes agar benar-benar menyejahterakan masyarakat, bukan menjadi ladang korupsi terselubung.
Reasoning:
- Judul yang Lebih Menggugah: Judul diubah untuk lebih menarik perhatian pembaca dan menyoroti kontroversi utama.
- Penggunaan Bahasa yang Lebih Emosional: Gaya bahasa disesuaikan untuk mencerminkan kemarahan dan ketegasan LSM LACAK.
- Penekanan pada Tuntutan dan Ancaman: Ultimatum LSM LACAK diperkuat untuk memberikan kesan serius dan mendesak.
- Penyederhanaan Informasi: Informasi disederhanakan agar lebih mudah dipahami dan fokus pada poin-poin penting.
Iman pagala

0 Komentar