Aksi Damai JARI Dihadang Pintu Tertutup, Wakil Rakyat Raib Ditelan Bumi

Tipikornews.com Jambi, [Tanggal 25 Agustus 2025 ] – Gedung DPRD Kota Jambi hari Senin menjadi saksi bisu pengkhianatan demokrasi. Puluhan massa dari Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) mendatangi rumah rakyat itu dengan membawa segudang keluhan: pencemaran lingkungan yang dibiarkan menganga, kesehatan warga yang terancam, dan ketidakadilan yang merajalela. Namun, apa yang mereka temukan? Pintu terkunci dan kursi-kursi kosong.

Aksi yang dimulai sejak pagi itu langsung memanas ketika peserta aksi dihalangi masuk. Gelombang kekecewaan membuncah menjadi amarah. Ke mana gerangan para wakil rakyat yang digaji dari keringat rakyat? Alih-alih menemui konstituennya, mereka memilih menghilang, meninggalkan rakyat yang meradang.

"Kami datang mencari keadilan, tapi yang kami temukan hanyalah pengabaian," ujar Wandi Priyanto, Ketua JARI, dengan nada geram. "Apakah mereka lupa, bahwa mereka ada di sana karena suara kami? Atau jangan-jangan, mereka lebih memilih membela kepentingan pemilik modal daripada membela rakyat yang menderita?"

Fokus utama aksi ini adalah kandang ternak ilegal milik seorang bernama Edi di Kelurahan Lebak Bandung. Kandang itu berdiri tegak di atas saluran drainase pemerintah, mencemari udara, dan merampas kenyamanan warga. Ironisnya, semua itu terjadi di bawah hidung pemerintah kota, tanpa ada tindakan berarti.

Hendri Apriyandi, koordinator aksi, menambahkan, "Ini bukan sekadar masalah lingkungan, ini masalah moral. Hukum будто tebang pilih. Yang kuat makin kuat, yang lemah makin terinjak. Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus berjuang sampai keadilan ditegakkan!"

Massa JARI membawa delapan tuntutan, termasuk penutupan kandang ilegal dan penegakan hukum lingkungan. Namun, tuntutan pamungkas mereka adalah surat rekomendasi pembongkaran kandang dari Komisi I DPRD Kota Jambi. "Ini bukan sekadar kertas," tegas Wandi. "Ini adalah bukti apakah dewan ini masih punya nyali untuk membela rakyat, atau sudah menjadi boneka para pemilik modal." 

Aksi ini berakhir dengan pertemuan terbatas dengan pihak kesekretariatan dewan. Namun, pesan sudah jelas: DPRD Kota Jambi telah gagal total dalam menjalankan amanah rakyat. Di saat krisis lingkungan mendera, para wakil rakyat justru memilih kabur, meninggalkan rakyatnya dalam kegelapan.

Aprianti Kaperwil Jambi

0 Komentar