Tipikornews.com DUMAI, Riau — 4 Juli 2025 Dua lembaga vokal di Kota Dumai, DPC LSM MAUNG dan DPD LHMB, melaksanakan audiensi tajam dan penuh muatan kritik bersama General Manager PT Pelindo Cabang Dumai, Bapak Jonathan, pada Kamis (4/7). Audiensi ini berlangsung hangat namun sarat tekanan moral, sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kondisi keamanan dan tata kelola kawasan Pelabuhan Ferry Dumai yang dinilai memprihatinkan.
Panglima Muda LHMB, Wan Ade Syahputra, dengan nada lantang membeberkan keresahan publik terhadap ulah oknum agen transportasi dan kernet liar yang beraksi secara arogan dan tak beretika di area pelabuhan.
“Citra Dumai rusak! Ini tanah Melayu, bukan arena bebas berbuat semena-mena. Pelindo tidak boleh tutup mata. Marwah Melayu harus ditegakkan!” tegas Wan Ade dalam forum audiensi.
Ia pun tak datang tanpa solusi. Lima poin strategis langsung dilayangkan:
- Pendataan dan legalisasi agen transportasi,
- Penerbitan stiker resmi dari Pelindo dan Dishub,
- Pemasangan portal masuk bernuansa Melayu dengan semboyan adat,
- Kewajiban mengenakan baju Melayu tiap Jumat,
- Pembangunan kios resmi untuk tertib aktivitas ekonomi rakyat.
“Kami tidak akan diam. Jika oknum keamanan tidak becus, harus di-skors. Ini bukan ancaman, tapi bentuk peringatan!” cetus Agung.
“Pelindo, Dishub, KSOP, hingga BUMD tak boleh saling lempar tanggung jawab. Ini urusan marwah kota!”
Pihak Pelindo, lewat GM Jonathan, menanggapi dengan diplomasi terbuka dan itikad baik.
“Kami apresiasi kritik ini. Semua catatan akan kami evaluasi. Pelindo siap berbenah dan jadikan pelabuhan ini sebagai cermin budaya dan ketertiban Kota Dumai,” ungkapnya.
Audiensi ditutup dengan rencana tindak lanjut melalui forum besar lintas stakeholder dalam waktu dekat. Misi bersama: menata pelabuhan, menegakkan ketertiban, dan mengembalikan nilai-nilai Melayu di jantung transportasi laut Kota Dumai.
Redaksi: Tim LSM MAUNG
Sumber: DPC LSM MAUNG Kota Dumai
0 Komentar