Tipikornews.com Pematangsiantar, 19 Juli 2025 – Di tengah gemuruh semangat Sumatera Cup Prix Season 2 yang akan berlangsung di Sirkuit IMI Multi Pancing, Kota Medan, lima pembalap legendaris asal Pematangsiantar menyuarakan keprihatinan mendalam: Road Race resmi di kota kelahiran mereka sudah lama "mati suri".
Johannes Tarigan, Donna Panggabean, Rudi Unan, Yogi Sinaga, dan Arief Nemora, nama-nama besar yang pernah harum di kejuaraan nasional bahkan hingga tingkat Asia, merasa terpanggil melihat minimnya perhatian terhadap dunia balap motor di Kota Pematangsiantar.
“Kami prihatin. Anak-anak muda di kota ini punya potensi luar biasa. Tapi tidak ada wadah resmi yang bisa menampung dan membina mereka secara serius,” ungkap Donna Panggabean dan Johannes Tarigan saat ditemui media, Jumat malam (19/7), di sebuah lokasi pertemuan di Pematangsiantar.
Donna, satu-satunya pembalap putri dari kelompok tersebut yang pernah mewakili Indonesia ke tingkat Asia, menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam menghidupkan kembali event-event balapan resmi seperti Road Race. “Kita tidak bisa tutup mata. Banyak bakat terbuang sia-sia karena tidak ada pembinaan,” tambahnya.
Keprihatinan senada disampaikan Andika Prayogi Sinaga, anggota DPRD Kota Pematangsiantar. Ia menilai absennya event balap resmi selama hampir tujuh tahun terakhir telah berdampak negatif, terutama meningkatnya aksi balap liar dan maraknya geng motor di jalanan.
“Ini bukan sekadar soal balapan, tapi tentang masa depan generasi muda. Ketika tidak ada tempat untuk menyalurkan hobi secara positif, mereka mencari pelampiasan di jalan raya – dan itu berbahaya,” jelas Andika.
Menurutnya, sudah saatnya pemerintah kota dan instansi terkait membuka mata dan hati, serta kembali menghidupkan event Road Race di Pematangsiantar. “Ini akan menyelamatkan banyak nyawa dan juga membangun prestasi daerah di tingkat nasional,” tegasnya.
Fenomena balap liar yang sering terjadi setiap malam Minggu di sejumlah ruas jalan utama kota menjadi bukti nyata dari kebutuhan tersebut. Ratusan anak muda, baik sebagai pembalap maupun penonton, berkumpul tanpa pengawasan, memperbesar risiko kecelakaan dan pelanggaran hukum.
“Dengan adanya sirkuit resmi dan event reguler, para remaja akan lebih fokus, punya arah, dan bisa berprestasi secara profesional. Ini investasi untuk masa depan,” ujar Johannes Tarigan.
Sebagai langkah konkret, Johannes bersama Donna dan rekan-rekannya berencana mengajukan usulan resmi kepada DPRD dan Wali Kota Pematangsiantar agar kebangkitan Road Race segera direalisasikan.
“Kami tidak akan tinggal diam. Ini saatnya Road Race di Kota Pematangsiantar bangkit dari mati suri,” pungkas Johannes penuh semangat.
Reporter: S. Hadi – Andy Alfiano
Wartawan: tipikornews23@gmail.com
0 Komentar