Tipikornews.com Jakarta, 21 Juni 2025 – Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Kedua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta resmi ditutup di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (19/06). Dalam forum strategis tersebut, MUI DKI Jakarta mengeluarkan rekomendasi penting terkait pengelolaan air suci sebagai kebutuhan dasar umat Islam di kota metropolitan.
Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Makmun atau Gus Faiz, menegaskan bahwa MUI DKI telah meluncurkan buku berjudul Fikih Kota Global, sebagai panduan etis dan spiritual dalam menyikapi tantangan kehidupan Islam di kota modern yang penuh keragaman dan tekanan globalisasi.
"Buku ini membahas isu penting seperti tata kota, ekologi urban, hingga relasi antaragama dalam kerangka tujuh pilar kota global. Termasuk juga urgensi pengelolaan air bersih dan suci," ujar Gus Faiz.
Lebih dalam, Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta, KH Auza’i Mahfudz, menjelaskan bahwa rekomendasi Mukerda memperkuat Fatwa MUI Pusat Nomor 02 Tahun 2010 tentang Air Daur Ulang, yang meminta pemerintah dan pengelola air untuk memastikan air memenuhi standar kehalalan dan kesucian, bukan hanya kebersihan.
"Air suci berbeda dengan air bersih. Air suci pasti bersih, tapi air bersih belum tentu suci. Dalam ibadah seperti wudhu atau memandikan jenazah, umat Islam membutuhkan air yang suci dan mensucikan. Ini harus menjadi perhatian serius, apalagi di Jakarta sebagai kota global yang akan banyak didatangi Muslim dari berbagai negara," tegas KH Auza’i.Ia mengingatkan pentingnya pengawasan zat kimia seperti kaporit dalam proses daur ulang air, agar tidak merusak kesucian air yang digunakan umat untuk bersuci.
"Standar air bersih di negara-negara Islam menjaga aspek kesucian secara ketat. Jakarta seharusnya mulai menyesuaikan diri dengan standar tersebut," pungkasnya.
Rekomendasi ini menjadi sorotan penting di tengah upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, religius, dan berdaya saing, sekaligus memastikan hak beribadah umat tetap terlindungi di tengah tantangan urban modern.
Rudolf
0 Komentar