Tipikornews.com Jakarta, 24 Juni 2025 — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Muh Haris, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pemerintah yang menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 kepada jutaan pekerja dan buruh di seluruh Indonesia. Haris menilai program ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat pekerja dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional.
“Penyaluran BSU ini adalah bentuk komitmen pemerintah yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bergerak nyata untuk kepentingan rakyat, terutama para pekerja yang menjadi pilar utama perekonomian Indonesia,” ungkap Haris dalam keterangan persnya pada Selasa, 24 Juni.
Menurutnya, kebijakan penyaluran BSU sebesar Rp600 ribu per orang ini sangat penting untuk memberi ruang bagi pekerja, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih. Haris juga mendorong agar proses penyaluran dana dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi, agar tepat sasaran dan bebas dari potensi penyimpangan.
“Program BSU akan memberikan dampak signifikan jika benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, penting agar data penerima bantuan divalidasi dengan cermat, serta mekanisme distribusinya harus efisien dan terkontrol dengan ketat,” tegas Haris.
Sebagai anggota Komisi IX yang membidangi ketenagakerjaan, kesehatan, dan kependudukan, Haris menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pro-rakyat yang berpihak pada pekerja dan masyarakat rentan. Ia menegaskan, Fraksi PKS akan terus mendorong kebijakan afirmatif yang memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi buruh.“BSU ini tidak boleh dilihat sebagai solusi sementara. Kami berharap pemerintah dapat merumuskan skema perlindungan jangka panjang bagi tenaga kerja Indonesia, sehingga program seperti ini bisa menjadi fondasi yang lebih kuat dalam sistem ketenagakerjaan nasional,” ujar Haris.
Harapan Haris, program BSU ini juga dapat memberikan dorongan kepada sektor swasta dan dunia usaha untuk semakin menggairahkan perekonomian, dengan membangun kemitraan yang berkelanjutan dan adil dengan pekerja.
Rudolf
0 Komentar