Tipikornews.com BEKASI – Aliansi Ormas Bekasi bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) merilis hasil survei evaluasi publik terhadap kinerja 100 hari pemerintahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Wakil Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja. Survei ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat Aliansi Ormas Bekasi, Kota Legenda, Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Selasa, 10 Juni 2025.
Survei dilakukan selama tujuh hari, mulai 31 Mei hingga 6 Juni 2025, dengan menggunakan platform Google Form. Sebanyak 1.850 responden dari kalangan anggota Aliansi Ormas Bekasi berpartisipasi dalam survei ini.
Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi, HM Zaenal Abidin, menyampaikan bahwa hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja awal Bupati dan Wakil Bupati cukup tinggi.
"Sebanyak 72,9% responden menyatakan sangat puas atau cukup puas atas kinerja 100 hari pertama pasangan Bupati Ade Kuswara Kunang dan Wakil Bupati dr. Asep Surya Atmaja. Sementara 20% menyatakan kurang puas, dan 7,1% tidak puas," ujarnya.
HM Zaenal juga menyebut bahwa tingginya angka kepuasan ini dapat mencerminkan harapan dan dukungan masyarakat, bukan semata-mata evaluasi kinerja.
“Karena ini masih masa awal pemerintahan, bisa jadi responden tidak hanya mengevaluasi tetapi juga menyampaikan optimisme dan dukungan terhadap program-program baru yang sedang dimulai,” tambahnya.
Hasil Survei Kinerja 100 Hari:
Pertanyaan 1: Secara umum, bagaimana tingkat kepuasan Anda terhadap kinerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Bekasi?
- Sangat Puas: 3%
- Cukup Puas: 69,9%
- Kurang Puas: 20%
- Tidak Puas: 7,1%
(Total kepuasan: 72,9%)
Pertanyaan 2: Bagaimana pandangan Anda terhadap program penertiban bangunan liar di bantaran sungai di Kabupaten Bekasi?
- Sangat Setuju: 75,3%
- Setuju: 15,3%
- Kurang Setuju: 1,2%
- Tidak Setuju: 1,2%
- Tidak Tahu/Tidak Menjawab: 7%
(Total setuju: 90,6%)
Isu Mendesak Lima Tahun ke Depan
Selain mengevaluasi kinerja awal, survei juga mengidentifikasi berbagai masalah prioritas yang diharapkan masyarakat segera diselesaikan dalam lima tahun ke depan. Beberapa isu yang paling banyak disebut antara lain:
- Penataan lingkungan dan pasar SGC Cikarang yang dinilai kumuh oleh pedagang kaki lima.
- Pengentasan pengangguran dan peningkatan lapangan kerja, terutama di sektor industri.
- Penghapusan pungli dan reformasi birokrasi, termasuk pemecatan pejabat tidak pro-rakyat.
- Normalisasi dan konservasi sungai, khususnya kawasan Kali Cikarang dan Kalimalang.
- Pemberantasan peredaran obat terlarang dan tempat maksiat.
- Perbaikan infrastruktur jalan rusak.
- Penegakan hukum lalu lintas dan ketertiban umum.
- Pembinaan olahraga dan peningkatan prestasi Persikasi Bekasi.
Rudolf
0 Komentar