Polda Sulut Berantas Premanisme: 189 Kasus Terungkap, 63 Tersangka Ditangkap, Masyarakat Terbebas dari Ketakutan

Tipikornews.com Manado – Polda Sulawesi Utara berhasil mengungkap 189 kasus premanisme selama Operasi Berantas Premanisme 2025 (1-18 Mei), membebaskan masyarakat dari ancaman dan teror. 

63 tersangka diamankan dengan barang bukti berupa 43 senjata tajam dan 2.944 liter miras. 

Kasus meliputi kepemilikan senjata tajam, miras, pungli, dan gangguan ketertiban umum yang selama ini meresahkan dan menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. 

Aksi premanisme ini telah menimbulkan kerugian ekonomi dan psikologis bagi korban. Polda Sulut menekankan komitmen memberantas premanisme dan mengajak masyarakat melapor melalui call center 110.  Pelaku terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.

Korban premanisme mengalami kerugian ekonomi dan psikologis yang signifikan.

Kerugian Ekonomi:

- Kehilangan harta benda:  Premanisme sering melibatkan perampokan, pencurian, pemerasan, dan perusakan properti.  Korban dapat kehilangan uang tunai, barang berharga, kendaraan, atau bahkan bisnis mereka .

- Biaya medis:  Jika korban mengalami kekerasan fisik, mereka harus menanggung biaya pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi.
- Kehilangan penghasilan:  Korban mungkin tidak dapat bekerja karena cedera fisik, trauma psikologis, atau ketakutan untuk kembali ke tempat kerja .

- Kerugian bisnis:  Usaha kecil dan menengah (UKM) sangat rentan terhadap premanisme.  Mereka mungkin dipaksa membayar uang perlindungan, mengalami gangguan operasional, atau bahkan kehilangan pelanggan karena takut akan tindakan kekerasan .

Kerugian Psikologis:

- Trauma:  Pengalaman kekerasan fisik dan ancaman kematian dapat menyebabkan trauma yang berkepanjangan.  Korban mungkin mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), kecemasan, depresi, dan gangguan tidur .

- Ketakutan dan kecemasan:  Korban mungkin hidup dalam ketakutan akan serangan selanjutnya, dan mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

- Gangguan kepercayaan:  Kepercayaan terhadap orang lain dan otoritas dapat terganggu.

- Kesulitan bersosialisasi:  Korban mungkin menghindari kontak sosial karena rasa malu, takut, atau trauma.

- Penurunan kualitas hidup:  Secara keseluruhan, premanisme dapat secara signifikan menurunkan kualitas hidup korban, baik secara fisik maupun mental.
( Michael H)

0 Komentar