Ketua LPA Siantar-Simalungun Kecam Memudarnya Gotong Royong, Parit Jalan Terlantar

Tipikornews.com Pematang Siantar, 29 Mei 2025 –  Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Siantar-Simalungun, Nita Damanik, menyoroti memudarnya semangat gotong royong di tengah masyarakat, yang terlihat dari kondisi parit di Jalan Pamatang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan. Parit tersebut kini tersumbat dan penuh sampah, mencerminkan kurangnya kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan (Damanik, 2025).

Meskipun warga sempat merencanakan pembersihan parit secara swadaya, rencana tersebut gagal akibat minimnya partisipasi masyarakat.  Sebagian besar warga lebih memilih menunggu bantuan pemerintah daripada bergotong royong membersihkan parit secara mandiri.  Hal ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dan tanggung jawab sosial dalam masyarakat (Simanjuntak, 2024).


Damanik, yang turut serta dalam aksi pembersihan parit bersama beberapa warga lainnya, mengungkapkan kekecewaannya atas sikap apatis sebagian warga.  Ia menilai sikap tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian dan ketergantungan penuh pada pemerintah (Siregar, 2023).  "Saya kecewa karena masih ada warga yang merasa tidak perlu terlibat. Mereka seolah tidak peduli atau menunggu semuanya diselesaikan pemerintah. Padahal, kita semua tinggal di lingkungan ini dan akan merasakan dampaknya jika parit tersumbat," ujarnya.

Damanik menekankan pentingnya perubahan pola pikir.  Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, bukan hanya mengandalkan pemerintah.  "Kalau bukan kita yang menjaga kebersihan tempat tinggal kita, lalu siapa lagi?" tambahnya. Ia juga berharap pihak kecamatan lebih aktif memberikan imbauan dan mendorong warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong.  Kerjasama antara pemerintah, khususnya camat dan lurah, serta warga sangat penting untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat (Lubis, 2022).

(S. Hadi Purba)

0 Komentar