Tipikornews.com, Makassar Sulawesi Selatan – Pernyataan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang melabeli media dengan sebutan “copy paste”, judul sensasional, hingga “wartawan abal-abal” dalam Konferensi PWI Sulsel (2/6), memicu reaksi keras. Tak tinggal diam, Wakil Ketua DPD PJI Sulsel, Rizal Rahman, langsung memberikan teguran pedas dan menuntut pertanggungjawaban atas ucapan pejabat publik tersebut.
JANGAN ASAL BUNYI, BUKTIKAN TUDUHANMU!
Rizal Rahman menilai pernyataan Wali Kota sangat tidak etis, menyudutkan, dan cenderung melecehkan profesi jurnalistik.
“Jangan asal bunyi! Organisasi wartawan itu banyak. Jangan seenaknya stempel ‘abal-abal’ tanpa sebut nama dan bukti nyata. Jaga mulut Anda! Jangan injak-injak martabat profesi wartawan hanya karena perilaku oknum.” tegas Rizal, menuntut kejelasan identitas yang dituduhkan.
Ia mengingatkan, profesi pers adalah pilar demokrasi dan kontrol sosial. Melontarkan stigma umum tanpa data sama saja merendahkan fungsi konstitusional pers itu sendiri.
SINDIRAN TAJAM: STANDAR GANDA PEMKOT MAKASSAR
Terkait rencana Pemkot Makassar yang mewajibkan verifikasi dan UKW bagi mitra media, Rizal langsung melontarkan pertanyaan kritis yang menusuk:
“Mari jujur: Apakah semua pimpinan redaksi media mitra Pemkot Makassar saat ini sudah memegang UKW Muda, Madya, atau Utama? Jangan bikin aturan kaku di depan, tapi di belakang layar masih ada praktik kotor: SEWA KARTU UKW cuma buat syarat kontrak kerja sama! Itu penipuan dan standar ganda!”
SARAN PEDAS: URUS KORUPSI, JANGAN CARI GELEGAR
Menutup pernyataannya, Rizal menyarankan Wali Kota fokus pada masalah nyata yang membebani publik, bukan menciptakan polemik dengan insan pers.
“Daripada sibuk merendahkan wartawan, lebih baik fokus jawab laporan Ketua Mada LMP Sulsel ke KPK soal dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah SD. Urus itu dulu, itu uang rakyat! Jangan cari aman dengan bikin isu lain untuk alihkan perhatian publik.”
PJI Sulsel menegaskan, hubungan pemerintah dan pers harus berbasis hormat dan data, bukan tuduhan sembarangan yang tak berdasar.
#PJISulsel #Makassar #MunafriArifuddin #Wartawan #KorupsiSeragamSekolah #BeritaTajam #Sulsel

0 Komentar