-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

SKANDAL BUDAYA MENGGUNCANG PEMATANG SIANTAR! GKSB Tuntut Kepala Dinas Pariwisata DICOPOT!

Kamis, 21 Agustus 2025 | Agustus 21, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-21T11:56:38Z

Tipikornews.com Pematangsiantar – Gelombang kemarahan melanda Pematangsiantar! Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu (GKSB) secara resmi melayangkan surat tuntutan kepada Wali Kota dan DPRD, meminta agar Kepala Dinas Pariwisata, Hamam Sholeh, segera dicopot dari jabatannya. Tuduhan yang dilayangkan? Pelecehan terhadap suku Simalungun yang merupakan akar budaya kota ini!

Aliansi yang beranggotakan organisasi-organisasi masyarakat Simalungun terkemuka, seperti IKEIS, DPP KNPSI, Gemapsi, dan Bidasesi, menuding Wali Kota Wesly Silalahi dan Hamam Sholeh telah melakukan tindakan penistaan yang tak termaafkan. Mereka mendesak DPRD untuk membentuk pansus dan mengusut tuntas skandal ini, serta menjatuhkan sanksi tegas berupa pemecatan! 

Pemicunya? Sebuah backdrop acara yang viral di media sosial, menampilkan ornamen budaya asing, seolah meniadakan identitas Simalungun yang seharusnya menjadi kebanggaan Pematangsiantar. 

"Ini bukan sekadar kelalaian! Ini adalah upaya sistematis untuk menghapus Simalungun dari Pematangsiantar!" tegas Anthony dari GKSB, dengan nada geram pada Rabu, 20 Agustus 2025. "Bagaimana mungkin mereka tidak tahu bahwa Pematangsiantar adalah kota Simalungun? Kantor mereka saja dipenuhi ornamen Simalungun!" 

Anthony menambahkan, "Jangan lupakan 'Sapangambei Manoktok Hitei', semangat gotong royong yang diwariskan leluhur Simalungun! Jangan khianati sejarah kota ini!" 

Sementara itu, Hamam Soleh membantah keras tuduhan tersebut. "Kami selalu menjunjung tinggi budaya Simalungun!" kilahnya saat ditemui di kantornya, Rabu, 20 Agustus 2025. Ia berdalih bahwa acara tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas kreatif, dan sumber dana berasal dari pendaftaran peserta. 

"Kami tidak lari dari tanggung jawab, tapi acara ini memang tidak dianggarkan. Kami selalu berkoordinasi dengan semua pihak untuk mengembangkan seni budaya lokal," ujarnya mencoba meredam amarah. 

Namun, apakah pembelaan ini cukup untuk meredakan badai yang kini menerjang Pematangsiantar? Akankah DPRD berani bertindak tegas? Skandal ini jelas menjadi ujian berat bagi pemerintahan kota, dan masa depan budaya Simalungun di Pematangsiantar kini berada di ujung tanduk! 

(Kontak: S. Hadi Purba)

 

 

 


×
Berita Terbaru Update