INSTRUKSI PRESIDEN DIEKSEKUSI TEGAS: KAPOLDA BABEL TANPA TOLERANSI TERHADAP TAMBANG ILEGAL DAN OKNUM PEMBEKINGI

TIPIKORNEWS.COM, PANGKALPINANG, BANGKA BELITUNG , 14 AGUSTUS 2026 - Instruksi tegas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memberantas pertambangan ilegal dan penyelundupan timah di Bumi Serumpun Sebalai langsung disambut sikap tak goyah. Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Viktor Sihombing, menegaskan jajarannya tak akan ragu menindak siapa pun pelaku penyelewengan  termasuk oknum aparat yang nekat memberikan perlindungan di balik layar.

“Instruksi Presiden itu adalah perintah bagi kami. Artinya: kita merawat apa yang sudah ada, sekaligus mempertegas peringatan untuk menjaga apa yang sudah berjalan baik,” ujar Irjen Pol Viktor tegas, Jumat (14/8/2026).

PENEGAKAN HUKUM TANPA JEDA, TANPA HENING

Menanggapi sorotan tajam Kepala Negara atas maraknya tambang liar, Kapolda menyebut arahan Presiden adalah perintah langsung yang wajib dieksekusi di lapangan. Langkah penindakan bukan janji baru, melainkan komitmen yang sudah berjalan dan akan terus diperkuat tanpa jeda.

“Upaya penegakan hukum masih terus diperlukan. Belakangan ini pun kita baru saja melaksanakannya. Dan langkah itu akan terus berlanjut,” tegasnya. Tak ada jeda, tak ada pengenduran  hukum harus tegak di mana pun pelaku berada.

KAWAL IPR: KEKA YAAN BUMI INI UNTUK RAKYATNYA

Penegakan hukum bukan satu-satunya jalan. Irjen Pol Viktor juga menekankan tata kelola yang adil agar manfaat kekayaan alam benar-benar kembali kepada masyarakat. Polda Babel berkomitmen mengawal rencana Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang digagas pemerintah daerah.

“Yang paling penting: hasil tambang ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri. Karena itu, kami akan memerintahkan seluruh Kapolres untuk mengawal pelaksanaan IPR agar manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” jelasnya. Kekayaan tanah kelahiran bukan milik segelintir pihak  harus kembali memberi kehidupan bagi mereka yang tinggal di atasnya.

SIAPA PUN YANG MEMBEKINGI, AKAN KITA TINDAK  TANPA PILIH-PILIH

Terkait dugaan perlindungan dari oknum aparat terhadap tambang ilegal maupun jalur penyelundupan timah, sikap Kapolda Babel bulat mutlak: tak ada toleransi sedikit pun.

“Siapa pun, tanpa terkecuali. Kita tidak membiarkan, tidak memilih-milih. Siapa pun pelakunya, akan kita tindak,” tegasnya lurus. Eks Kepala Divisi Hukum Polri ini menegaskan: kedudukan, pangkat, maupun jabatan tak boleh menjadi tameng bagi pelanggaran hukum.

SOROTAN TEGAS DARI ISTANA NEGARA

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan instruksi pembersihan total terhadap tambang ilegal, penindakan tegas oknum aparat, hingga pemberantasan penyelundupan timah di Bangka Belitung. Arahan itu disampaikan dalam Pidato Kenegaraan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat pagi.

Di hadapan pimpinan lembaga tinggi negara, Presiden menyoroti maraknya sekitar 1.000 titik tambang ilegal yang tersebar di berbagai daerah. Beliau mempertanyakan fungsi pengawasan yang diduga lemah, sekaligus memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri menindak tegas setiap pihak yang terlibat maupun sengaja membiarkan praktik haram tersebut berlangsung. Presiden pun menekankan perlunya kepemimpinan yang berani menegakkan kedisiplinan internal di lingkungan masing-masing institusi.

Kini, arahan itu telah turun ke tanah Babel. Dan Polda Babel menyatakan siap: kekayaan rakyat harus dijaga untuk rakyat, bukan dikuras dan diselundupkan di bawah perlindungan kekuasaan. Siapa pun yang melanggar hukum akan menjemputnya.


Nyimas


 


0 Komentar