Ditanya Tak Ikut Kunjungan Presiden ke Karhutla, Menhut Raja Antoni Tegaskan: Saya Bekerja di Lapangan Atas Perintah Beliau

TIPIKORNEWS.COM JAMBI, 26 AGUSTUS 2026 - Di tengah sorotan tajam publik atas penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), muncul pertanyaan terbuka: mengapa Menteri Kehutanan Raja Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup tidak turut serta dalam rombongan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera? Menjawab kebingungan itu, Menhut memberikan penjelasan yang lugas sekaligus menegaskan arah tugasnya yang tak kalah krusial: berada di garis depan, di titik api, atas perintah langsung Presiden.

Saat ditanyakan wartawan di sela kunjungannya meninjau lokasi karhutla di Jambi, Selasa (25/8/2026), Raja Antoni menjelaskan bahwa kunjungan Presiden kali ini memiliki fokus khusus dan sangat terarah  memperkuat dukungan aparat keamanan dalam penanggulangan api.
 
“Seperti yang sudah dijelaskan Bapak Mensesneg kepada media bahwa kunjungan Bapak Presiden ke Kalimantan dan Sumatera fokus untuk menambah kekuatan penambahan personel dan peralatan seperti helikopter untuk water bombing dan sebagainya. Dan oleh karena itu Bapak Panglima TNI dan Kapolri yang diajak dalam rombongan,” ungkap Menhut, meluruskan narasi yang sempat mengambang di ruang publik.
 
Komunikasi Terjaga, Tugas Tetap Berjalan Atas Perintah Langsung
 
Pertanyaan kehadiran tak jarang disalahartikan sebagai ketidakhadiran perhatian. Namun Raja Antoni menegaskan, jarak fisik bukan berarti putus hubungan. Justru sebaliknya  komunikasi antara dirinya dan Presiden berjalan hangat, intens, dan penuh kepercayaan.
 
“Komunikasi saya sebagai pembantu presiden dengan Bapak Presiden berjalan dengan baik. Beliau bos yang komunikatif. Saya turun ke Riau, Sumsel, Kalteng, Kalsel, Kalbar, dan hari ini di Jambi semua atas izin dan atas perintah beliau,” tegasnya, nada suaranya memantulkan keyakinan bahwa tugasnya bukan di belakang meja, melainkan di tempat yang paling membutuhkan kehadiran.
 
Langkah di Atas Tanah yang Terbakar, Bukan Langkah di Atas Karpet
 

Fakta berbicara lebih keras dari sekadar pertanyaan. Menteri Kehutanan ini telah berkelana menyambangi wilayah-wilayah yang paling parah dilanda api: Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan kini kembali berada di Jambi. Bukan untuk seremonial semata, melainkan untuk memastikan setiap instruksi Presiden diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.
 
Ia memastikan bahwa arahan Presiden mengenai penanganan karhutla berjalan sesuai jalur  terkoordinasi, terukur, dan tak menoleh ke belakang. Di mana api berkobar, di situlah pengawasan turun. Di mana lahan terbakar, di situlah kehadiran negara harus terasa menyentuh tanah.
 
Hadir di Lapangan, Bukan Sekadar di Rombongan
 
Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban tajam bagi siapa saja yang mengukur pengabdian dari posisi dalam barisan rombongan. Pengabdian negara diuji bukan dari seberapa dekat berdiri di samping pemimpin, melainkan seberapa jauh turun ke lokasi yang paling sulit dijangkau.
 
“Kami menjalankan perintah beliau  beliau memperkuat sisi dukungan alat dan personel, kami memastikan penanganan di lapangan berjalan tepat sasaran. Semuanya untuk satu tujuan: api segera padam, hutan lestari, rakyat terlindungi,” demikian pesan mendalam yang disampaikan Menhut Raja Antoni.
 
Penanganan karhutla bukan panggung seremonial. Ia adalah medan pengabdian. Dan di medan inilah, Menteri Kehutanan memilih untuk berdiri  bukan di barisan rombongan, melainkan di garis depan, bersama tanah yang sedang berjuang tetap hijau.
 
Timred

0 Komentar