Mengukir Karakter Lewat Dongeng: SD Pakis Jaya Surabaya Hadirkan Kak Harris di MPLS 2026

Tipikornews.com, Surabaya , Jawa Timur, 14 Juli 2026 – Aula SD Pakis Jaya Surabaya berubah menjadi lautan tawa dan keceriaan pada Selasa (14/7). Ratusan siswa dari kelas I hingga VI tampak bersemangat mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, momen perkenalan kali ini dikemas dengan kehangatan seni bercerita, dengan menghadirkan Pendongeng Anak Nasional, Harris Rizki Akhiruddin, atau yang akrab disapa Kak Harris.

Berlokasi di Jalan Pakis III No. 36, Kecamatan Sawahan, kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk mengenalkan lingkungan sekolah, namun juga menanamkan nilai-nilai kebaikan dengan cara yang menyenangkan dan membekas di hati.
 
Belajar Tanpa Paksaan Lewat Cerita
 

Kepala SD Pakis Jaya Surabaya, Widji Sumariatin, menjelaskan bahwa inovasi ini dihadirkan agar langkah awal memasuki tahun ajaran baru terasa lebih ringan dan penuh makna bagi para siswa.
 
"Setiap tahun kami melaksanakan MPLS sebagai sarana beradaptasi dan menanamkan nilai karakter. Namun tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran Kak Harris. Melalui hiburan yang mendidik, kami berharap anak-anak tidak hanya tertawa senang, namun juga menyerap nilai-nilai luhur dengan cara yang alami dan mengasyikkan," ujar Widji dengan penuh harap.
 
Ketika Dongeng Menjadi Jembatan Hati
 

Kehadiran Kak Harris bersama tokoh boneka kesayangannya, Ayis, seketika menyulap ruangan menjadi tempat belajar yang hidup. Melalui cerita-cerita inspiratif serta permainan yang melibatkan keaktifan siswa, ia mengajak anak-anak merenungkan makna kejujuran, keberanian, dan indahnya menjalin persahabatan.
 
Tingkah laku yang menggemaskan serta celotehan khas Ayis sukses mencairkan suasana, menghapus rasa canggung, dan membangun kehangatan layaknya satu keluarga besar.
 
Melihat antusiasme yang begitu tinggi, Kak Harris pun mengaku merasa terharu. "Saya sangat bahagia melihat adik-adik begitu ceria, berani berbicara, dan menyambut cerita dengan hati yang terbuka. Ini membuktikan bahwa menanamkan karakter tidak harus terasa berat, namun bisa dilakukan dengan penuh sukacita. Semoga hari ini menjadi semangat baru bagi mereka untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang baik," tuturnya.
 
Kesan Tulus yang Membekas
 

Keceriaan terlihat nyata dari wajah para siswa. Deni, salah satu peserta, tak menyembunyikan rasa senangnya. "Saya sangat senang melihat Kak Harris dan Boneka Ayis. Ayis lucu sekali sampai kami tertawa terbahak-bahak. Saya berharap mereka bisa datang lagi ke sekolah kami," ucapnya dengan mata berbinar.
 
Melalui pendekatan yang menyentuh hati ini, SD Pakis Jaya Surabaya menegaskan komitmennya: sekolah adalah rumah kedua yang nyaman, tempat di mana setiap anak tidak hanya tumbuh cerdas secara ilmu, namun juga berkarakter mulia, percaya diri, dan senantiasa menyenangi suasana belajar.
 
(Humas SD Pakis Jaya / Redaksi)
 

0 Komentar