Tipikornews.com,Soppeng ,Sulawesi Selatan, 14 Juli 2026 – Dalam upaya strategis menanamkan kesadaran hukum dan membentuk karakter generasi muda sejak dini, Kapolsek Marioriawa AKP H. Musmulyadi, S.Pd.I., hadir secara langsung dalam kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MTs Yasrib Limpomajang untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) ini menjadi momentum penting bagi sekitar 43 murid baru untuk memahami tidak hanya aturan akademik, tetapi juga norma sosial dan hukum yang berlaku di masyarakat.
Didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Limpomajang Aipda Nasrul, Kapolsek Musmulyadi menyampaikan materi pembekalan kamtibmas yang komprehensif dan relevan dengan tantangan era digital. Edukasi tersebut mencakup pentingnya tertib berlalu lintas sebagai budaya disiplin, bahaya laten judi online yang mengintai remaja, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, serta pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Tak ketinggalan, ia juga menekankan urgensi bijak bermedia sosial untuk menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
Sinergi Polri dan Pendidikan:
Membentengi Generasi dari Ancaman Modern
Kehadiran jajaran Polsek Marioriawa dalam agenda pendidikan ini merupakan refleksi dari komitmen Polri untuk tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat melalui pendekatan preventif.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kegiatan seperti MATAMUDA adalah wujud nyata dukungan Polri terhadap dunia pendidikan. "Melalui kegiatan ini, kami berharap para murid baru tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas yang tangguh. Mereka harus memiliki karakter disiplin, berakhlak mulia, serta kekebalan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum seperti judi online, narkoba, dan bullying," ujar Kapolres.
Ia menambahkan bahwa sinergi tripartit antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua merupakan kunci utama dalam mencetak generasi yang berkualitas dan bebas dari pengaruh negatif lingkungan.
Interaktif dan Mengena:
Antusiasme Siswa Menjadi Modal UtamaKegiatan berlangsung dalam suasana yang cair, akrab, dan interaktif. Para murid baru tampak antusias menyimak setiap paparan dan aktif bertanya mengenai kasus-kasus yang sering terjadi di kalangan remaja. Pendekatan dialogis ini dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai ketaatan hukum dibandingkan metode ceramah satu arah.
Dengan bekal pemahaman hukum yang kuat sejak hari pertama masuk madrasah, diharapkan para siswa MTs Yasrib Limpomajang dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial, sehingga mampu berkontribusi positif bagi masa depan bangsa.
(Humas Polres Soppeng / Redaksi)

0 Komentar