Tipikornews.com,SOPPENG, SULAWESI SELATAN ,12 JULI 2026 -
Kelangkaan gas elpiji bersubsidi di Kabupaten Soppeng kini bukan lagi sekadar gangguan sesaat, melainkan masalah berulang yang menimpa masyarakat secara terus‑menerus setiap tahunnya. Situasi ini membebani dua kelompok masyarakat sekaligus: para petani yang membutuhkan pasokan energi untuk pengairan sawah, serta ibu rumah tangga yang harus berjuang keras mencari kebutuhan memasak sehari‑hari.
Yang menjadi tanda tanya besar: ke mana perhatian dan langkah nyata dari dinas‑dinas terkait? Terutama Dinas Pertanian yang seharusnya memahami pola kebutuhan saat musim pengolahan lahan tiba, namun diduga belum menunjukkan upaya nyata untuk mencari jalan keluar agar kebutuhan petani tidak menekan ketersediaan kebutuhan dasar warga lain.
POLA YANG SELALU TERULANG: KEBUTUHAN MENINGKAT, PASOKAN MENGHILANG
Keluhan ini kembali mengemuka saat memasuki masa di mana petani bersiap mengairi dan mengolah sawah. Rata‑rata petani beralih menggunakan elpiji bersubsidi untuk keperluan pengoperasian mesin irigasi dan pengolahan lahan. Akibatnya, pasokan yang tersedia di pasaran seketika menyusut tajam, dan ibu rumah tanggalah yang harus bersusah payah berkeliling mencari persediaan untuk memasak.
Di Pasar Sentral Soppeng, Minggu (12/7/2026), keresahan ini terungkap secara terbuka dari para ibu rumah tangga yang kami temui.
“Ini bukan baru terjadi kemarin. Tiap kali musim mengairi sawah tiba, pasti gas bersubsidi langka seketika. Kami harus berkeliling ke mana‑mana, bertanya ke sana kemari, bahkan harus berebut hanya untuk satu tabung. Apakah dinas terkait tidak melihat hal ini? Apakah tidak ada upaya mencari solusi agar kebutuhan petani dan kebutuhan rumah tangga tidak saling berebut pasokan yang sama?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
PERTANYAAN TENTANG SIAP SIAGA DAN PERENCANAAN
Kondisi yang berulang setiap tahun ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai kinerja dan perencanaan pemerintah daerah:
Mengapa pola kebutuhan musiman yang sudah dapat diprediksi sejak lama tidak disiapkan langkah antisipasinya sejak awal?
Apakah Dinas Pertanian dan instansi terkait belum berkoordinasi guna mencari alternatif energi atau pengaturan kebutuhan agar tidak membebani pasokan elpiji bersubsidi yang ditujukan untuk kebutuhan dasar masyarakat?
Siapa pihak yang sebenarnya bertanggung jawab memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan salah satu pihak?
Masyarakat berharap hal ini tidak hanya menjadi keluhan yang lewat begitu saja. Diperlukan langkah konkret: baik itu berupa pengaturan pasokan tambahan, penyediaan alternatif energi bagi keperluan pertanian, maupun pengawasan distribusi agar tidak terjadi penumpukan atau kelangkaan buatan.
Rakyat tidak membutuhkan alasan, mereka membutuhkan kepastian pasokan dan keadilan dalam memperoleh kebutuhan yang menjadi haknya.
Kami menanti tanggapan resmi dari pihak‑pihak berwenang terkait langkah penyelesaian jangka pendek maupun kebijakan jangka panjang agar masalah ini tidak terus terulang tahun demi tahun.
Catatan Redaksi
Sesuai ketentuan UU Pers No. 40 Tahun 1999, ruang untuk menyampaikan tanggapan dan penjelasan tetap terbuka lebar bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, agar kebenaran dapat tersampaikan dengan utuh dan menjawab segala keresahan yang ada.
(Tim Redaksi)
#KelangkaanElpiji • GasBersubsidi • Soppeng • KebutuhanPetani • KepentinganRakyat • TanggungJawabPemerintah • DistribusiBahanBakar

0 Komentar