Tipikornews.com Soppeng, Sulawesi Selatan 21 - 07 -2026 – Anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari Fraksi PDI Perjuangan, Ardi Doma, mendesak percepatan realisasi program strategis "Listrik Masuk Sawah" sebagai respons mendesak terhadap krisis pengairan yang kian mengancam produktivitas pertanian dan stabilitas sosial. Hingga saat ini, baru 61 titik lokasi yang masuk dalam tahap tindak lanjut berupa survei, pengecekan tegangan, serta pemetaan kondisi jaringan kabel sebuah progres yang dinilai masih jauh dari kebutuhan nyata para petani yang menanti kepastian pasokan energi untuk operasional pompa air.
Listrik Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Jantung Ketahanan Pangan
Program ini telah lama dinantikan oleh komunitas agraris Soppeng karena listrik merupakan prasyarat mutlak bagi pengoperasian pompa air irigasi modern. Tanpa ketersediaan air yang memadai dan terukur, produktivitas pertanian tidak hanya stagnan, tetapi juga memicu kerentanan sosial yang berbahaya. Kelangkaan sumber daya air di tengah ketiadaan sarana distribusi yang merata telah menjadi katalisator konflik horizontal yang memprihatinkan.
Ardi Doma memberikan apresiasi atas langkah kolaboratif yang telah diambil Bupati Soppeng melalui koordinasi intensif dengan pihak PLN Wilayah Sulselbar. Namun, ia menegaskan bahwa sinergi kebijakan harus segera diterjemahkan menjadi aksi fisik di lapangan.
"Kami mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Bapak Bupati berkoordinasi dengan pihak PLN Wilayah Sulselbar. Namun kami berharap proses ini dapat dipercepat secara signifikan, karena persoalan utama petani bukan sekadar ketersediaan tiang listrik, melainkan bagaimana air bisa segera mengalir ke sawah melalui pompa yang memerlukan pasokan listrik yang stabil," ujar Ardi Doma.
Mencegah Tragedi Berulang: Listrik Sebagai Instrumen Perdamaian
Percepatan program ini memiliki dimensi yang melampaui peningkatan hasil panen; ini adalah upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Persoalan perebutan sumber air telah berulang kali memicu konflik sosial yang sangat memprihatinkan, bahkan baru-baru ini telah menimbulkan korban jiwa yang menyayat hati. Kelambatan penyediaan infrastruktur pengairan berbasis listrik sama halnya dengan membiarkan benih konflik terus bertumbuh di tengah lahan pertanian.
Oleh karena itu, Ardi Doma mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, PLN, dan instansi teknis terkait—untuk menjadikan program "Listrik Masuk Sawah" sebagai prioritas nasional di tingkat lokal. Program ini harus dipandang sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus pilar pencegahan konflik sosial.
"Semoga proses survei dapat segera dituntaskan dan dilanjutkan dengan pekerjaan fisik agar manfaatnya segera dirasakan oleh para petani. Ketahanan pangan dimulai dari kepastian tersedianya air untuk sawah, dan kepastian itu hanya bisa dihadirkan melalui listrik yang mengalir tepat waktu," tutup Ardi Doma.
Desakan ini merupakan cerminan fungsi pengawasan legislasi yang pro-rakyat, memastikan bahwa janji politik tidak berhenti pada retorika, tetapi bermuara pada kesejahteraan nyata dan kedamaian abadi bagi masyarakat Soppeng.
(Tim Redaksi Investigasi)
ListrikMasukSawah #ArdiDoma #KetahananPangan #KonflikAirSoppeng #PDIPerjuangan #InfrastrukturPertanian #SulawesiSelatan

0 Komentar