Tipikornews.com Bireuen – Lapas Kelas IIB Bireuen mengambil langkah proaktif dalam memerangi penyebaran Tuberkulosis (TBC) di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Puskesmas Bireuen, dan Tirta Medical Center (TMC), Lapas Kelas IIB Bireuen menggelar kegiatan Penemuan Kasus TBC melalui Skrining Active Case Finding (ACF) menggunakan teknologi Chest X-Ray (CXR) atau Rontgen Dada. Kegiatan ini didukung penuh oleh Global Fund (GF) Tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 30 hingga 31 Oktober 2025, menargetkan 368 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Bireuen. Pada hari pertama, sebanyak 200 WBP menjalani pemeriksaan Rontgen Dada, diikuti oleh 168 WBP pada hari kedua.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirwatkeshab Ditjenpas Kemenimipas RI No. PAS.06-PK.07.03-442 tentang Penemuan Kasus Tuberkulosis melalui Rontgen Dada di 532 Rutan, LPAS, Lapas, dan LPKA pada 33 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2025.
Proses skrining dilakukan secara cermat oleh petugas kesehatan Klinik Lapas Kelas IIB Bireuen, sementara tim vendor X-Ray dari Tirta Medical Center (TMC) bertanggung jawab atas pelaksanaan Rontgen Dada.
Kepala Lapas Kelas IIB Bireuen, Didik Niryanto, menyampaikan apresiasi atas kelancaran dan ketertiban pelaksanaan kegiatan skrining TBC ini. Ia berharap, langkah proaktif ini dapat mendeteksi dini kasus TBC di kalangan WBP, sehingga penanganan dan pengobatan dapat segera dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga binaan. Kami berharap, dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, TBC dapat dikendalikan di lingkungan Lapas Kelas IIB Bireuen," ujar Didik Niryanto.
Kegiatan skrining TBC massal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi Lapas dan Rutan lainnya di seluruh Indonesia dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Sumber Zaenal
Rdf

0 Komentar