STIK Lemdiklat Polri Gali Potensi Big Data untuk Ketahanan Pangan di Polres Kolaka

Tipikornews.com Kolaka, Sulawesi Tenggara – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menggelar penelitian mendalam tentang pemanfaatan big data dalam rantai produksi dan distribusi pangan di Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 20 Agustus 2025. Kegiatan ini menandai langkah strategis Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi teknologi.

Bertempat di Aula Kemitraan Polres Kolaka, tim peneliti yang dipimpin oleh Kombes Pol. Firdaus W., S.I.K., melakukan supervisi dan pengumpulan data terkait “Desain Pemetaan Big Data dalam Rantai Produksi dan Distribusi Pangan serta Peran Polri dalam Pembinaan Keamanan”. Kabag SDM Polres Kolaka, AKP Muh. Jafar, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud komitmen Polri untuk berperan lebih dari sekadar penegak hukum.

Kombes Pol. Didit Prabowo Sulistyono, S.I.K., M.H., menekankan bahwa Polri berupaya menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pemanfaatan big data diharapkan mampu mendeteksi potensi kerawanan pangan, seperti kelangkaan komoditas, distribusi yang tidak merata, hingga ancaman keamanan dalam logistik pangan.

"Di era sekarang, kami dituntut hadir sebagai penjaga ekosistem pangan agar berjalan aman dan lancar. Ini adalah bagian dari pelayanan kepolisian yang lebih progresif," tegas Kombes Didit.

Kegiatan ini merupakan bagian dari studi lapangan di wilayah Sulawesi Tenggara, yang bertujuan untuk memetakan secara komprehensif kondisi riil distribusi pangan. Dengan menggandeng masyarakat dan stakeholder daerah, Polri menunjukkan pendekatan keamanan yang inklusif dan berbasis riset.

"Polri ingin berkontribusi aktif, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional," tambah Kombes Didit.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam rantai pasok pangan, serta memperkuat sinergi antara Polri, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.. BM

0 Komentar