Pimpinan dan Anggota Dewan Ungkap Kesan Mendalam Bagi Mendiang Oded M Danial


Tipikornews.com-
Wali Kota Bandung Oded M Danial berpulang dalam usia 59 tahun, pada Jumat, (10/12/2021), sesaat sebelum mengisi ceramah salat Jumat, di Masjid Mujahidin, Lodaya, Bandung.

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung memberikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum Wali Kota Bandung Oded M Danial, di Pendopo Kota Bandung, Jumat (10/12/2021).

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung menyimpan kesan istimewa bagi mendiang Mang Oded. Pria kelahiran Tasikmalaya, 15 November 1962 itu merupakan anggota DPRD Kota Bandung dua periode mulai 2004 hingga 2013.

“Kita kehilangan pemimpin kita, almarhum Mang Oded. Tentu kami atas nama warga Kota Bandung sangat kehilangan beliau. Beliau sosok pemimpin yang sederhana, dekat dengan masyarakat, dan rendah hati,” kata Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan.

Mewakili Pemerintahan Kota Bandung dan juga warga Kota Bandung, Tedy mengucapkan terima kasih kepada Mang Oded dan keluarga yang telah banyak menorehkan prestasi dan prasasti buat warga Kota Bandung.

“Di awal kepemimpinan beliau, kita ingat beliau menggulirkan program Bersatu, yang spiritnya Kota Bandung senantiasa menjaga kebersamaan. Walaupun dalam berbagai kesempatan beliau menyampaikan Bersatu untuk kaum Muslimin agar senantiasa Berjamaah Salat Tepat Waktu,” tuturnya.

Bagi Tedy, mendiang Oded memiliki andil besar dalam pengendalian pandemi Covid-19 hingga bisa semakin baik dari hari ke hari.

“Kami di Forkopimda hampir setiap dua pekan sekali, diundang beliau untuk aktif menangani Covid-19 di Kota Bandung,” ujarnya.

Hingga Covid-19 terus berangsur mereda, Rabu (10/12/2021) kemarin, Mang Oded mengajak kepada warga Kota Bandung untuk bangkit, ditandai dengan revitalisasi kawasan di pusat kota.

“Kemudian juga malam harinya memberikan penghargaan kepada insan olahraga yang berprestasi dan berdedikasi di PON dan Peparnas 2021. Kita tahu Mang Oded dalam kondisi yang tidak fit. Tetapi beliau selalu berusaha untuk hadir memenuhi undangan, menyapa warganya,” ucap Tedy.

Dedikasi Mang Oded dalam menjaga amanah sebagai pemimpin kota membuat dirinya sangat kehilangan.

“Dan kami sangat berterima kasih kepada Mang Oded dan seluruh keluarga Umi Siti yang senantiasa mendampingi kemudian anak-anaknya yang saleh dan salehah yang senantiasa mendukung dan mendoakan beliau. Kami atas nama Pemerintahan Kota Bandung dan warga Kota Bandung melepas dengan penuh doa, mudah-mudahan Mang Oded di peristirahatannya terakhir di Tasikmalaya diampuni oleh Allah SWT, diterima Iman dan Islamnya, dan ditempatkan di surga-Nya,” tutur Tedy.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha menutukan, ia mengenal Mang Oded cukup lama, sejak sama-sama berbakti di DPRD pada 2004. Selama menjabat sebagai wali kota, Mang Oded dikenal sangat membuka komunikasi dan diskusi.

“Komunikasi yang intens. Namun Tuhan sudah berkehendak lain. Orang baik ini sudah diberikan tempat yang terbaik di sisi Tuhan. Alhamdulillaah saya masih diperkenankan untuk terus mendampingi sejak tadi ditangani di RS Muhammadiyah,” ujarnya.

Perbedaan dalam sebuah politik Achmad rasakan selama berkomunikasi dengan mendiang Oded. Mang Oded paham betul bahwa perbedaan politik itu adalah dinamika yang terkadang muncul di tengah hubungan baik. Achmad melihat hal itu sebagai bentuk komunikasi dan harmonisasi dalam menjalankan pemerintahan.

“Mang Oded adalah orang yang kritis saat menjadi anggota dewan. Jadi ketika menjadi wali kota, Mang Oded paham betul bahwa kritikan itu demi membangun Kota Bandung. Mang Oded banyak membuka ruang komunikasi, yang akhirnya rekomendasi peningkatan layanan dasar yang kami dorong di DPRD terus menerus jadi bahan perkembangan baik di lapangan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Ade Supriadi menilai almarhum Oded sebagai pribadi yang terbuka dengan masukan dari berbagai pihak. Selama ini, hubungan Mang Oded dengan DPRD Kota Bandung terjalin baik.

Terbukti dengan hadirnya sejumlah peraturan daerah yang dirancang dan disepakati bersama, dengan manfaat sebaik-baiknya untuk warga Kota Bandung.

“Saya bersaksi, Mang Oded manusia saleh, pemimpin bijak, peduli rakyatnya, dan yang teramat penting, memegang amanah sebagai wali kota Bandung sebagai jalan dakwah. Semoga semua amal kebaikan Mang Oded diterima Allah SWT, dihapus segala dosanya. Insyaallah, Mang Oded ahli surga,” ujar Ade.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menyampaikan rasa turut duka cita dan berbela sungkawa atas wafatnya Wali Kota Bandung, Oded Mohamad Danial.

“Teriring dengan doa agar almarhum mendapatkan ampunan Allah, dilapangkan dan diterangi kuburnya, diterima amal ibadahnya, Iman dan Islamnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Insyaallah Mang Oded wafat dalam keadaan husnul khatimah, karena wafat dalam keadaan berwudu, hendak memimpin menjadi imam dan khatib salat Jumat, dan di hari yang baik, hari Jumat, insyaallah,” tuturnya.

Anggota DPRD Kota Bandung Isa Subagja cukup lama memiliki kedekatan dengan Mang Oded. Bagi Isa, suami dari Siti Muntamah Oded itu merupakan sosok yang mudah akrab.

“Kedekatan pertemanan dengan saya pribadi dengan Mang Oded, ada kedalaman. Dia orang yang baik, tak sungkan mengalah. Dulu selagi di dewan, kita tidak berjarak. Kalau dalam rapat-rapat dia orang moderat. Dari sisi kinerja, siapapun di masa pandemi ini pasti sulit maksimal, apalagi baru naik kepemimpinan lalu disusul kondisi darurat pandemi, semua memaklumi,” tuturnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi mengakui bahwa Oded bukanlah pemimpin yang tergolong populer dan sering muncul di media. Namun, kinerjanya tetap berjalan baik.

“Semenjak beliau dilantik menjadi wali Kota Bandung pada 2018, yang barangkali secara ingar bingar media tidak terlalu muncul. Tetapi secara kinerja kita bisa lihat, secara prestasi di tingkat nasional bahkan internasional merupakan fakta kinerja beliau selama menjabat wali kota,” ujarnya.

Sesama kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bagi Yudi mendiang Oded adalah guru bagi semua, apalagi tingkatan Mang Oded di PKS cukup senior. Terutama di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.

“Jadi betul-betul kami sangat kehilangan sosok guru kami, orang tua kami, yang selalu memberikan nasihat. Mudah-mudahan apa yang telah beliau berikan kepada kami ilmu-ilmunya bisa kami teladani dan kami teruskan perjuangannya,” ucapnya.

Jika dilihat dari pembangunan kota di sisi infrastruktur, Yudi menakar Bandung di bawah kepemimpinan Oded terhambat oleh situasi pandemi Covid-19. Meski begitu, Mang Oded ia nilai memiliki kepiawaian untuk membuka ruang kolaborasi demi menyiasati keterbatasan anggaran infrastruktur.“Dari sisi infrastruktur mungkin belum maksimal karena dihadapkan pada situasi darurat Covid-19, sehingga belum banyak yang bisa dilakukan. Tetapi dengan konsep yang beliau usung, terkait kolaborasi bisa kita lihat pembangunan infrastruktur dengan kolaborasi pemerintah provinsi dan pusat kita bisa melihat jalan layang, revitalisasi ruang publik, taman dibenahi membuktikan beliau memerhatikan pembangunan infrastruktur,” ujar Yudi. (h.dprd.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar