Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan: Penataan Kawasan Pengaruhi Nilai Kenyamanan Kota

Tipikornews.com-
Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., M.M., mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat. Salah satunya melalui aktivitas penataan kawasan Alun-alun Kota Bandung, meskipun di tengah keterbatasan anggaran karena dampak pandemi Covid-19.

Menurut Tedy, aktivitas dan penataan kawasan tersebut merupakan realisasi Raperda Nomor 3 Tahun 2019 tentang RPJMD, serta misi keempat Kota Bandung yaitu menghadirkan kota yang lebih nyaman. Sehingga, hasil penataan ini dapat menjadi daya tarik bukan hanya bagi masyarakat Kota Bandung, namun juga wisatawan yang hadir ke Kota Bandung.

"Kami mengapresiasi Pemkot Bandung, karena meskipun di tengah situasi keterbatasan anggaran, namun tetap bisa melakukan revitalisasi pusat Kota Bandung, salah satunya di kawasan sekitar Alun-alun Kota Bandung hari ini," ujarnya, dalam sambutan acara peresmian aktivasi dan penataan Kawasan Alun-alun Kota Bandung, Rabu (8/12/2021).

Tedy pun menilai, beberapa penataan kawasan yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung sejauh ini bukan hanya berkaitan dengan meningkatnya indeks kebahagiaan masyarakat. Namun juga mengatasi persoalan yang selalu hadir di Kota Bandung, salah satunya banjir.

Upaya pembangunan sarana penanganan banjir pun telah dan terus dilakukan. Salah satunya dengan hadirnya Wet Land Park Cisurupan, di Kecamatan Cibiru. Selain sebagai salah satu upaya penanganan banjir, area ini juga menjadi sarana rekreasi dari penyediaan ruang terbuka hijau bagi masyarakat.

"Sarana penanganan banjir lainnya adalah tengah dibangunnya danau retensi di Kawasan Gedebage. Dan juga sebentar lagi kita akan memiliki flyover di persimpangan Jalan Kopo, sebagai upaya mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut," ucapnya.

Tedy pun mendorong agar Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pembenahan dan penataan kawasan lainnya. Hal ini dapat mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi Kota Bandung setelah dihantam badai pandemi Covid-19.

"Maka dari itu, kami mengapresiasi dan akan terus mendukung upaya penataan kawasan lainnya, termasuk kondisi taman-taman kota yang boleh jadi masih perlu dilakukan penataan agar lebih menarik lagi bagi masyarakat," ujar Tedy.

Kalau misal masih ada rencana pembangunan taman yang belum direalisasikan, ia mengusulkan agar dibangun taman tematik yang memiliki simbol bahwa Kota Bandung merupakan sister city bagi daerah atau negara manapun. Selain mendatangkan wisatawan, kawasan tematik juga akan menjadi lokasi favorit dari masyarakat milenial.

"Dibangunnya taman sister city ini sangat menarik, karena menunjukkan bahwa keramahan masyarakat Kota Bandung bagi masyarakat lain yang datang dari berbagai daerah maupun wisatawan asing. Apalagi, Kota Bandung telah masuk sebagai kota bertaraf internasional dan sejajar dengan kota kunjungan wisatawan lainnya. Mudah-mudahan penataan kota terus dilakukan dan semakin berdampak positif bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, penataan Kawasan Alun-alun Kota Bandung dilakukan di lima titik yaitu, Jalan Kapatihan, Dalem Kaum, Banceuy, Viaduct, dan Cikapundung Riverspot.

Menurut Oded, hal tersebut dilakukan demi menciptakan ruang-ruang wisata yang nyaman bagi pengunjung. Satu di antaranya melarang adanya aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan tersebut.

Oded mengungkapkan, Satpol PP hingga unsur kewilayahan wajib melakukan pengawasan di kawasan tersebut. Meski demikian, ia berpesan agar langkah-langkah pengawasan harus didukung dan melibatkan peran masyarakat agar berdampak lebih maksimal."Alhamdulillah karena ini sudah kita bangun sama-sama, untuk pengawasannya akan lebih intensif dan Mang Oded sudah menginstruksikan kepada Satpol PP dan unsur kewilayahan, RT/RW, lurah, camat, bersama masyarakat sekitar untuk dapat menjaga bersama-sama," katanya. (h.dprd.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar