Dugaan Money Politic Jutaan Rupiah Warnai Musprov IMI Jabar

Tipikornews.com-
Dugaan adanya Pelanggaran fatal mengenai isu money politik dalam Musyawarah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Jabar yang di laksanakan di Hotel El Hotel Royal Jl. Merdeka 2, Bandung. Kamis (23/12/21).

Dalam keterangan persnya Errie F, Syauta, SH selaku bakal calon IMI Jabar mengatakan, dugaan adanya pelanggaran terhadap petunjuk pelaksanaan Musyawarah Provinsi Ikatan Motor Indonesia Tahun 2021 – 2022.

Menurut Errie, pelanggaran yang terjadi adalah dalam proses pembukaan berkas verifikasi rim penjaringan tanpa memperhatikan petunjuk pelaksanaan Musprov IMI dengan No. 069/IMI/JUKLAK-MUSPROV/V/2021 Bab III Pasal 11 Ayat 3 yang berbunyi, “Bakal Calon Ketua IMI Provinsi adalah nama disampaikan oleh tim penjaringan kepada Musprov untuk dibahas dan ditetapkan sebagai Calon Ketua IMI Provinsi dalam Rapat Paripurna Musprov”.

Lebih lanjut Errie menerangkan, bahwa dimana pembukaan berkas verifikasi tidak dilakukan dalam rapat paripurna Musprov melainkan dilakukan di Kantor Sekretariat IMI jawa Barat oleh Ketua Pengprov IMI Jawa Barat H. Fachruzar Sarman, SH, berdasarkan undangan dengan Nomor surat: 280/IMI-JABAR/Und./XII/2021 (terlampir) perihal undangan Bakai Calon Ketua IMI jawa Barat dari Ketua Pengprov IMI Jawa Barat pada tanggal 20 Desember 2021, serta tidak dihadiri oleh Ketua Tim Penjaringan.
Errie menegaskan, sebagai salah satu Bakal Calon Ketua IMI Jawa Barat, pada tanggal yang sama saya telah melayangkan surat balasan yang berisi keberatan hadir dalam acara tersebut karena bertentangan dengan petunjuk pelaksanaan Musprov IMI Jabar, untuk itu saya mohon, ” penegakan aturan yang telah ditetapkan oleh PP IMI dan ditandatangani oleh Ketua Umum IMI Pusat H. Bambang Soesatyo, SE, M.B.A”, ujar Errie.

Ditempat yang sama Wildan memaparkan bahwa, ”Saya mendapat arahan dan petunjuk apabila dari PP pusat berharap semua permasalahan diselesaikan secara keorganisasian, selain itu kamipun akan melakukan pelaporan gugatan ke pengadilan karena terbukti adanya money politik penyuapan”.

Wildan berharap, semua permasalahan ini semua dapat diselesaikan secara organisasi dan tidak melebar ke mana-mana, dan kami minta keadilan serta sportifitas dalam Musprov, yang pada dasarnya adalah adanya terbukti kuat dari club-club mengakui sudah menerima dan beliaupun kecewa kenapa bisa sampai bukti transferan itu bisa tersebar kemana-mana” tutup Wildan.*

Posting Komentar

0 Komentar