Tekan Kasus Stunting, Bandung Lakukan Berbagai Program


Tipikornews.com-
Pemerintah Kota Bandung telah menyusun rencana intervensi stunting secara menyeluruh dan terintegrasi. Demikian dikemukakan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, saat menerima kunjungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Pendopo Kota Bandung, Rabu (03/11/2021).

Menurut Wali Kota, sejumlah program yang sudah dijalani guna menekan kasus stunting, diantaranya program Remaja Bandung Unggulan Tanpa Anemia (Rembulan), Pembinaan Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Program Hidup Sehat Bersama Sahabat (Hebat), dan Edukasi Kesehatan ReporduksiCalon Pengantin (Eta Sicatin).

"Kenapa ini sasarannya dari remaja? Karena saya menganggap generasi ke depan itu yang akan menjadi estafet masa depan. Mereka yang menentukan edukasi pencegahan dan penanganan stunting," katanya.

Menurut Wali Kota, setelah menyasar remaja, program selanjutnya yaitu difokuskan bagi ibu hamil dan menyusui digulirkan telekonseling atau pengasuhan. Kemudian juga turut digalakan program Bandung Sadaya Asi Eksklusif (SAE).

"Bagi ibu masa interval juga Pemkot Bandung memiliki program Parenting Digital Kanggo Warga (Pandawa). Kemudian juga didukung dengan hadirnya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) baik di level kota hingga tersedia di tingkat kelurahan," ucap Walikota.

"Intervensi bagi balita tentu saja kita punya program Tanginas (Tanggap stunting dengan pangan aman dan sehat). Ini juga yang turut terintegrasi dengan program Buruan SAE," tambahnya.

Wali Kota mengungkapkan dengan hadirnya Buruan SAE, pangan yang aman dan sehat bisa terjaga dan bahkan dihadirkan secara mandiri oleh masyarakat. Praktis mengurangi pengeluaran karena tidak harus membeli ke pasar.

Saat ini di Kota Bandung sudah hadir sebanyak 234 kelompok Buruan SAE yang tersebar di 151 kelurahan. Melalui Buruan SAE ini terdapat 24 jenis sayuran, 24 jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan 8 jenis buah-buahan.

"Ditambah lagi ternak ikan, lele atau bahkan ayam. Ini semua bisa terintegrasi bukan hanya memenuhi pangan harian. Bahkan sampai ada yang hasilnya berlebih dan malah jadi mendatangkan penghasilan ekonomi," tutupnya. (tn/h.jbr)

Posting Komentar

0 Komentar