BPBD Minta Sekda Kab/Kota Sosialisasikan SELAMAT


Tipikornews- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat mengirim surat edaran kepada para Sekda kabupaten/kota tentang standar operasional prosedur panduan kegiatan di alam bebas.

Sekretaris daerah kabupaten/kota itu disurati kaitannya dengan posisi ex officio sebagai kepala BPBD yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana alam di daerah masing- masing.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan, surat edaran itu sebagai responn musibah 11 santri MTs Harapan Baru Cijantung, Ciamis yang tewas akibat terhanyut dalam kegiatan susur Sungai Cileueur, Jumat (15/10/2021).

"Pak Gubernur memerintahkan kami segera menyusun SOP, dan hari Minggu (17/10/2021) kemarin kami langsung menggelar rapat dengan berbagai pihak seperti Wanadri. Rapat itu menghasilkan garis besar SOP sebagai panduan yang kami sebut SELAMAT," ujar Dani dalam jumpa pers virtual, Senin (18/10/2021).

Pandunan keselamatan kegiatan alam terbuka itu nantinya akan dikuatkan dengan keputusan gubernur. Selamat sendiri merupakan akronim dari SDM, Energi dan Fisik, Lokasi, Alat dan Sarana Prasarana, Manajemen, Alam, dan Terapkan Prosedur.

Menurut Dani, Gubernur Ridwan Kamil memiliki atensi dan komitmen tinggi sehingga produk hukum akan hadir dalam waktu tidak terlalu lama.

"Yang memungkinkan paling cepat waktunya adalah jadi kepgub, setelah nanti konsultasi dengan Biro Hukum Setda dan berbagai pihak tentunya" ucap Dani.

Dani meminta kepada para sekda kabupaten/kota sebagai kepala BPBD segera menyosialisasikan SELAMAT kepada masyarakat, agar bisa langsung dipahami dan diterapkan. Saat ini Gubernur Ridwan Kamil masih melarang kegiatan alam bebas susur sungai sampai SOP menjadi payung hukum mengikat.

GRAFIS

Kolaborasi BPBD Jawa Barat – Wanadri – stakeholders lain menghasilkan SELAMAT sebagai pantuan bersama kegiatan di alam terbuka.
S - SDM berkompeten, memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan.
E – Energi dan kekuatan fisil yang terjaga untuk melakukan kegiatan alam terbuka.
L – Lokasi kegiatan alam terbuka dipahami kondisi fisik dan nonfisik termasuk perubahan cuaca.
A – Alat, sarana, dan prasarana yang berkualitas dan memadai.
M – Manajemen kegiatan alam terbuka yang terencana dengan matang.
A – Alam yang dijaga dan dilestarikan.
T – Terapkan prosedur operasi standar yang berlaku lokal dan global. (tn/h.jbr)

Posting Komentar

0 Komentar