Oknum Kepala Sekolah Mengakui Telah Menghendel Tanda Tangan Ketua Komite

Tipikornews.com - Pasca terbitnya berita yang berjudul Kepala Sekolah Diduga Palsukan Tanda Tangan Ketua Komite yang terbit pada Senin 09/08 yang lalu, hari itu juga (AS) menelpon (IGW) namun sayang yang terima telpon istrinya karena (IGW) tidak ada dirumah dan pada hari Kamis,12/08 (AS) sebagai kepala sekolah SMPN 1 Way Panji mendatangi kediaman (IGW ) ketua komite, berdasarkan keterangan (IGW) saat dihubungi warawan kami via phone cellnya bahwa kedatangan (AS) kerumahnya meminta (IGW) untuk membuat pengakuan kalau selama ini dalam pengajuan RKAS, RAPBS dan lainnya untuk penanda tangan seluruh berkas yang diajukan ke dinas instansi terkait ditanda tangani oleh wakilnya atas sepengetahuan atau telah mendapat izin dari dirinya (IGW-red ), masih menurut (IGW) karena selama ini dirinya memang tidak pernah melakukan hal itu, atau tidak pernah tanda tangan dan tidak pernah memerintahkan siapapun juga untuk mewakilinya untuk tanda tangan atas nama dirinya maka permintaan (AS) itu ditolaknya.

Dihari yang sama setelah pulang dari rumah (IGW) saat itu juga (AS) mampir dirumahnya (DA) yang menjabat sebagai wakil ketua komite, dalam percakapan mereka (AS) meminta (DA) untuk mendatangi (IGW) untuk membujuk (IGW) agar persoalan ini segera diselesaikan, hal itu disampaikan (DA) saat dikonfimasi wartawan kami dirumahnya Kamis malam Jumat turut hadir juga didalam pertemuan itu (IGW), saat wartawan kami menanyakan pada (DA) apakah dirinya selaku wakil ketua komite pernah menanda tangani surat atau berkas atas nama ketua komite atau mendapat izin dari ketua komite untuk menanda tangani surat atas namanya (IGW-red) dirinya menjelaskan tidak pernah, bahkan semasa dirinya menjadi ketua komite dipriode sebelumnya dirinya juga jarang dilibatkan pihak sekolah dalam hal tanda tangan surat atau berkas apapun, ujarnya.

Dan pada Jumat malam Sabtu 13/08 sekira jam 19.30 Wib, (AS) mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp ke handphone wartawan kami yang isinya meminta wartawan kami untuk datang ke sekokahnya hari Sabtu 14/08 sekitar jam 10an.

Pada hari yang dijanjikan Sabtu 14/08 wartawan kami menemui (AS) ternyata setelah wartawan kami datang menemui (AS) sudah hadir pula di ruang kepala sekolah I Gede Wije Putra (Ketua Komite Sekolah) dan Daryanto (Wakil Ketua Komite Sekolah), dalam pertemuan itu secara mengejutkan (AS) mengakui bahwa selama ini dia yang menghendel atau menanda tangani seluruh berkas yang ada nama ketua komitenya tapi sudah mendapatkan izin dari yang bersangkutan (Ketua komite-red) untuk menanda tangani berkas RKAS, RAPBS dan berkas surat menyurat lainnya, ujar (AS), saat itu juga wartawan kami langsung bertanya pada (IGW), apa benar apa yang dikatakan (AS) tersebut, lebih lanjut (IGW) mengatakan bahwa waktu itu saya lagi ada kerjaan ke Tulang Bawang Ibu Kepala Sekolah pernah telpon saya bahwa katanya ada berkas laporan untuk Dinas Pendidikan yang harus ditanda tangani hari ini juga oleh Ketua Komite, lalu saya jawab atur saja bagaimana baiknya Bu, tapi laporan yang dimaksud Ibu Kepala Sekolah itu saya tidak tau bagaimana bentuknya, mungkin itu yang dimaksud Ibu Kepala Sekolah saya memberi izin tersebut, dan kejadian itu sudah cukup lama sekali, itu waktu awal-awal saya baru jadi ketua komite atau sekitar tahun 2018 an, dari waktu itu sampai sekarang tidak pernah ada komunikasi tentang tanda tangan lagi, kalau mau saya bilang iya, saya yang tanda tangan saya gak pernah tanda tangan, tapi kalau saya bilang tidak faktanya ada tanda tangan saya, berarti ada orang lain yang tanda tangan mengatas namakan saya, masalahnya saya sendiri sebagai Ketua Komite tidak pernah diberikan arsip atau copy seluruh surat menyurat yang ada nama dan tanda tangan saya itu, bahkan Stempel Komite Sekolah pun dari awal saya dilantik sampai hari ini dipegang oleh Ibu Kepala Sekolah, ujar (IGW) dihadapan Kepala Sekolah dan Wakil Ketua Komite.

Diwaktu yang sama (DA) sebagai Wakil Ketua Komite menambahkan bahwa dirinyapun tidak pernah menekel tanda tangan atas nama Ketua Komite yang sekarang, karena priode sebelumnya dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Komite juga ditempat yang sama, namun dirinya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak berkepanjangan.

Yang anehnya lagi kendati dalam pertemuan itu (AS) telah mengakui kesalahan yang telah dia lakukan namun dirinya justru mendesak Ketua Komite untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut, seakan-akan yang melakukan kesalahan itu Ketua Komitenya, sementara Wakil Ketua Komite meninggalkan ruangan tidak berselang lama disusul oleh Ketua Komite meninggalkan ruangan pertemuan tersebut tinggalah (AS) oknum Kepala Sekolah tersebut dan wartawan kami yang ada diruangan, (AS) meminta wartawan kami untuk tidak memberitakan persoalan itu lagi dirinya minta persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan, wartawan kami menawarkan solusi agar (AS) membuat pernyataan yang mengakui telah melakukan kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi dikemudian hari, namun nampaknya (AS) tidak bersedia.

Disisi lain, selain dugaan pemalsuan tanda tangan ketua komitenya banyak penyimpangan lainnya yang diduga dilakukan oleh (AS) selama dirinya menjabat Kepala Sekolah SMPN 1 Way Panji terhitung sejak tahun 2014, saat ini Tim Investigasi Tipikornews.com masih mengumpulkan data dan keterangan dari berbagai pihak untuk validasi data yang sudah diterima tim.

Sementara saat dikonfirmasi wartawan kami diruangannya Senin, (16/08/21) salah seorang Pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan mengatakan, kalau ada jajarannya yang diduga melakukan kesalahan tentunya akan kami ambil tindakan sesuai dengan mekanisme yang ada, ujarnya sambil bergegas meninggalkan ruangan karena mau melakukan vaksin tahap dua.(tn/sai)

Posting Komentar

0 Komentar