Kepala Sekolah Diduga Palsukan Tanda Tangan Komite

inset.jurnalreformasi/tipikornews
Tipikornews.com Lampung Selatan,
Terkadang wali murid menaruh kepercayaan besar terhadap Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dalam hal pengelolaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu meringankan beban anak - anak mereka dalam menunjang kegiatan belajar disekolah terlebih lagi saat masa pandemi seperti sekarang ini.

Kepala Sekolah salah satu yang mempunyai tugas untuk merumuskan, menetapkan dan mengembangkan visi sekolah, juga membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Sebagai mitra Kepala Sekolah Komite Sekolah tentunya mempunyai peran yang sangat penting karena bisa memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada sekolah mengenai kebijakan dan program sekolah, RAPBS, fasilitas pendidikan dan hal - hal yang terkait dengan pendidikan.

Namun apa jadinya bila Kepala Sekolah tidak ada tranpransi dalam pengelolaan dana BOS yang diterimanya terhadap dewan guru, wali murid dan bahkan tidak melibatkan Ketua Komite Sekolah dalam hal usulan dana BOS dan penyusunan Rancangan Anggaran Pedapatan Biaya Sekolah (RAPBS) termasuk dalam hal pelaporan realisasinya.

Hal ini tentu rawan dengan adanya dugaan mark up atau pembuatan laporan fiktif atas penggunaan dana yang dikelola sekolah.

Hal tersebut terjadi di lingkungan SMPN 1 Way Panji Kabupaten Lampung Selatan, dari keterangan yang disampaikan (IGW) selaku ketua komite pada wartawan kami pada ahir bulan Juli 2021 yang lalu bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan sama sekali oleh pihak sekolah dalam segala hal, dia mengatakan selama dirinya menjabat sebagai ketua komite pihak sekolah hanya satu kali meminta tanda tangan dirinya selebihnya tidak pernah, lebih lajut (IGW) kalau ada nama dan tanda tangan atas nama saya yang disampaikan pihak sekolah ke dinas instansi terkait, saya pastikan itu tanpa sepengetahuan saya atau palsu, ujarnya.

Saat dikonfirmasi di ruangannya Rabu, (4/8/21) (AS) selaku kepala SMPN 1 Way Panji, awalnya dia membantah kalau dirinya dikatakan tidak melibatkan ketua komite, tapi setelah wartawan kami menjelaskan bahwa yang mengatakan itu adalah ketua komitenya sendiri, (AS) mulai berkilah itu ada wakilnya yang dilibatkan, saat wartawan kami menanyakan mengapa nama dalsm laporan SPJ dan lainnya nama nya tetap ketua komite tapi yang tanda tangan pihak lain, itu sudah ada izin dari ketua komite, ujarnya mengahiri pernincangan.(tn/sai)




























menaruh

Posting Komentar

0 Komentar