Diduga Oknum Kepala Sekolah SMPN 1 Way Panji Mempermainkan Dana PIP

Tipikornews.com, Lampung Selatan
Disituasi serba sulit dalam keadaan wabah covid-19 atau dikenal juga dengan sebutan corona dengan berbagai variannya yang muncul dan melanda Indonesia membuat peluang usaha hampir dapat dikatan tidak bisa berjalan sama sekali, terlebih lagi bagi masyarakat menengah kebawah.

Masyarakat menggantungkan harapan besar terhadap Pemerintah agar bisa membatu meringankan beban hidup yang semakin hari semakin menghimpit dengan cara memberikan bantuan dana yang dapat dikucurkan secara adil, merata, transfaran tepat sasaran dan tepat waktu terhadap masyarakat yang berhak menerimanya.

Bagaimana tidak, yang selama ini digembar gemborkan Pemerintah dengan beberapa program yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat sejak lama, khususnya bantuan untuk anak sekolah mulai dari jenjang SD sampai perguruan tinggi diberikan bantuan dana berupa BOS, KIP, dan PIP untuk mereka yang tergolong dari keluarga yang kurang mumpu, hal itu guna meningkatkan akses anak usia 6 tahun hingga 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan hingga lulus sekolah, tentunya berdasarkan sarat dan ketentuan yang berlaku.

Namun terkadang apa yang diharapkan masyarakat kecil itu selalu saja tidak sesuai dengan kenyataan, selain penetapan penerima bantuan terkesan diskriminatif juga kurangnya mendapat perhatian yang serius dari para pihak pemangku kepentingan dibidangnya.

Seperti yang terjadi di SMPN 1 Way Panji Kabupaten Lampung Selatan, puluhan wali murid mengeluhkan tidak cairnya dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2020, terhadap anak-anak mereka, pasalnya pihak sekolah sudah pernah menyampaikan pemberitahuan via WA kepada wali murid bahwa anak mereka mendapatkan bantuan dana PIP dan mereka diminta untuk mengumpulkan persyaratan yang diperlukan untuk aktivasi rekening penerima bantuan, pemberitahuan itu sendiri disampaikan pihak sekolah kepara wali murid sekitar bulan April 2021 atau tahun berikutnya, namun hanya dalam hitungan hari sejak pemberitahuan itu diterima mereka, lalu ada pemberitahuan susulan dari pihak sekolah yang menyatakan bahwa dana bantuan itu tidak jadi cair atau dananya sudah diblokir oleh pihak Bank, hal itu disampaikan beberapa wali murid belum lama ini pada wartawan kami yang meminta untuk merahasiakan nama mereka, mereka merasa sangat kecewa atas sikap Kepala Sekolah yang seakan-akan tidak serius memperjuangkan hak para muridnya untuk mendapatkan bantuan, padahal dana tersebut sangat dibutuhkan sekali, apa lagi sistem pembelajaran siswa sekarang dilaksanakan dengan cara online atau daring, sementara dari sekolah tidak ada bantuan dana yang diberikan pada murid untuk membeli kuota internetnya, kalau melihat dari pemberitahuan yang disampaikan sekolah tersebut dana PIP itu sudah lama parkir di Bank, namun mengapa pihak sekolah atau Kepala sekolahnya tidak segera menginformasikannya ke wali murid atau ke murid, hal ini ada indikasi unsur kesengajaan dan cenderung mengabaikan tugasnya seperti melepaskan diri dari tanggung jawab , ujar mereka kesal, kendati demikian sebagian besar para wali murid yang anaknya mendapatkan dana bantuan PIP ditahun 2020 masih berharap dana itu bisa dicairkan kendati agak terlambat, karena dana itu haknya murid.

Saat dikonfirmasi wartawan kami belum lama ini diruang kerjanya, Astina, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Way Panji membenarkan info tersebut bahwa dana PIP tahun 2020 untuk SMPN 1 Way Panji tidak ada yang cair alias sudah diblokir pihak Bank penyalur dan dananya dikembalikan ke kas Negara, katanya, bahkan dirinya (Astina-red) mendengarkan hasil rekaman percakapan antara operator sekolahnya dengan pegawai Bank penyalur tersebut.

Lebih lanjut wartawan kami menanyakan pada Astina, berapa orang jumlah murid dari SMPN 1 Way Panji yang mendapatkan dana bantuan PIP tahun 2020 dan mengapa bantuan itu sampai tidak cair, dirinya menjelaskan, ini ada keterlambatan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten, mereka lambat menginformasikannya ke sekolah, sehingga saat informasi itu disampaikan ke sekolah limit masa pencairan dananya sudah hampir habis, dan disaat berkas kami sampaikan ke Bank waktunya habis, ahirnya dana PIP tahun 2020 tidak bisa dicairkan, dan untuk lebih jelasnya silahkan cek ke Banknya, ujarnya, namun dirinya tidak menjelaskan berapa jumlah siswa yang mendapatkan bantuan PIP tahun 2020 tersebut.

Dari data yang dihimpun oleh wartawan kami di lapangan dari sumber yang dapat dipercaya, tidak kurang dari 100 orang murid dari SMPN 1 Way Panji yang tercatat sebagai penerima bantuan PIP tahun 2020 namun diduga dana bantuan PIP itu tidak dicairkan oleh pihak Bank penyalur, karena saat ini pihak Bank sudah mencairkan bantuan PIP tahun berikutnya yaitu dana bantuan PIP tahap 1 dan 2 untuk tahun 2021.

Sementara di wilayah Kecamatan Way Panji sendiri terdapat 9 SDN, 1 MI,1 MTs Negeri, 1 SMP Negeri dan 1 SMP Swasta, dari seluruh jumlah sekolah yang ada hanya SMPN 1 Way Panji saja yang dana bantuan PIP tahun 2020 tidak cair.

Ditempat terpisah pada Kamis (19/08/21) wartawan kami mengkonfirmasi Aka Meiandra.S selaku Kepala Unit Bank BRI Way Panji, dia membenarkan untuk dana bantuan PIP tahun 2020 hanya SMPN 1Way Panji saja yang belum dicairkan, karena batas waktu pencairannya saat itu sudah habis, lebih lanjut dia mengatakan bahwa dana PIP tahun 2020 itu sudah turun sejak Agustus 2020, tahapan pencairan dananya hingga Desember 2020, lalu diperpanjangan hingga 31 Maret 2021 dan diperpanjang lagi hingga 31 Mei 2021, dan sampai saat ini belum ada perintah pencairan lagi, sehingga kami tidak bisa mencaikan kalau belum ada perintah dari atasan kami, ujuarnya.

Saat wartawan kami menanyakan mengapa dana PIP itu tidak langsung dimasukkan ke rekening masing-masing penerima karena dari kementrian itu sudah by name by addres, dirinya menjelaskan, itu tetap saja masih harus diaktivasi lagi dan itu kewenangan sekolah untuk memberikan rekomendasi terhadap muridnya, pihak Bank hanya sebagai penyalur saja, disinggung apakah pihak Bank tidak menginfokan ke sekolah yang bersangkutan kalau ada dana PIP untuk sekolahnya, pihak kami sudah mengimfokan kesekolah hanya saja pihak sekolah atau Kepala Sekolah sepertinya yang kurang komunikatif.

Dihari yang sama, Kamis (19/08/21) diruang kerjanya wartawan kami menemui Firmansyah Sekretaris Dinas Pendidikan Lampung Selatan, dalam pertemuan itu wartawan kami menanyakan hal tersebut, dirinya menjelaskan, bahwa soal bantuan dana PIP itu bukan wewenang Dinas, yang mengusulkan bantuan itu sekolah masing-masing sedangkan yang menentukan siapa yang dapat siapa yang tidak itu dari pusat, dananya langsung ditransfer dari pusat ke Bank penyalur sesuai dengsn daftar nama yang berhak menerima dan setiap sekolah bisa mengaksesnya langsung tanpa harus diberitahu oleh Dinas, karena itu online, dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil Astina selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Way Panji untuk di klarifikasi, apa bila terdapat unsur kesengajaan atau kelalaian sehingga menyebabkan dana PIP tahun 2020 itu tidak cair, maka pihaknya akan memberikan sanksi, namun dirinya tidak menjelaskan sanksi apa yang akan diberikan.

Ditempat terpisah, Minggu (22/08 21) ditemui di kediamannya di Bandar Lampung, wartawan kami meminta tanggapan dari Andy M.Nurdin S.Kom sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Lampung Selatan atas tidak cairnya dana bantuan PIP tahun 2020 untuk murid SMPN 1 Way Panji, Saya sangat kecewa atas kinerja kepala sekolah tersebut karena dari sekian banyak sekolah kok hanya SMPN 1 Way Panji saja yang dana bantuan PIP tahun 2020 sampai tidak cair, ini patut dipertanyakan kredibelitas dan kinerjanya sebagai seorang kepala sekolah, karena selain soal PIP ini, diberita sebelumnya dirinya juga diduga telah beberapa kali memalsukan tanda tangan ketua komitenya, kalau sebagai Kepala Sekolah sudah berani memalsukan tanda tangan tidak menutup kemungkinan dalam melakukan SPJ.nya ada indikasi Mark up atau membuat laporan fiktif.

Pihak Dinas Pendidikan mestinya harus tegas terhadap siapa saja jajarannya yang melakukan kesalahan, jangan hanya bilang akan diberi sanksi saat di tanya wartawan tapi sanksinya juga tidak jelas, karena saya mendengar justru yang bersangkutan (Astina - red) sekarang ini mendapatkan promosi jabatan sebagai salah satu kandidat calon pengawas, kalau info ini benar, berarti pihak dinas tutup mata tutup telinga atas kenerja buruk bawahannya, ujarnya mengahiri percapan dengan wartawan kami (Tn/Sai)

Posting Komentar

0 Komentar