Pemulihan Ekonomi Triwulan I 2021 Diperkirakan Berlanjut

TIPIKORNEWS.COM-
Pemulihan ekonomi triwulan I-2021 menunjukkan tren positif. Momentum pemulihan ekonomi ini diperkirakan akan terus berlanjut pada triwulan II-2021 pada khususnya dan keseluruhan tahun 2021 pada umumnya.

“Optimisme ini menguatkan ekspektasi terhadap perekonomian Indonesia untuk rebound di tahun 2021 dan angka pertumbuhan di kisaran 4,5% s.d. 5,3% masih sangat mungkin untuk dicapai," harap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto seperti dikutip dari situs Kemenko Perekonomian.

Perbaikan ini tak lepas dari intervensi pemerintah dengan konsumsi pemerintah tumbuh 2,96% (YoY). Konsumsi rumah tangga (RT) masih terkontraksi sebesar -2,23% (YoY) namun membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu -3,61% (YoY). Kemudian, peningkatan konsumsi masyarakat yang tercermin dari inflasi, Indeks Keyakinan Konsumen dan Indeks Penjualan Riil yang meningkat.

“Konsumsi diproyeksikan akan terus meningkat di Triwulan II-2021 sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memicu pertumbuhan belanja nasional. Pertumbuhan belanja nasional tumbuh signifikan pada awal April 2021 sebesar 32,48%,” ujar Menko Airlangga.

Pemulihan konsumsi ini mendorong industri untuk meningkatkan aktivitas produksinya. Ini tercermin dari indikator Purchasing Managers' Index (PMI) yang meningkat, mencapai level tertinggi selama periode 10 tahun pada April 2021. Peningkatan aktivitas produksi juga didukung oleh peningkatan impor bahan baku dan barang modal. Dari sisi eksternal, pemulihan permintaan global mendorong aktivitas ekspor-impor Indonesia.

Pemulihan ekonomi nasional juga terlihat dari meningkatnya penjualan kendaraan bermotor dan perumahan pasca relaksasi PPnBM Sektor Otomotif dan PPN DTP Sektor Properti yang dikeluarkan pemerintah awal Maret lalu. Pada Maret 2021 tercatat penjualan mobil mengalami peningkatan yang tajam yaitu 28,2%, sedangkan penjualan rumah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 39,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. kemenkeu

Posting Komentar

0 Komentar