Peran BPK Mendukung Kredibilitas Anggaran dalam Forum Internasional

TIPIKORNEWS.COM- Mewakili Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK), Wakil Ketua BPK, Agus Joko Pramono, kembali diundang sebagai pembicara forum diskusi internasional yang diselenggarakan secara virtual mengenai 'How can external audits promote budget credibility? Leveraging the role of Supreme Audit Institutions' pada 25 Maret 2021. Dalam forum yang merupakan kerja sama antara United Nations Department of Economic and Social Affairs Division for Public Institutions and Digital (UNDESA DPIDG) dan International Budget Partnership (IBP) ini, Wakil Ketua BPK bersama-sama dengan Wakil Ketua Supreme Audit Institution (SAI) Uganda, Keto Nyapendi Kayemba, memberikan paparan terkait pengalaman audit kredibilitas anggaran pemerintah.

Dalam paparannya, Wakil Ketua membagikan pengalaman BPK dalam melakukan audit kinerja penyusunan APBN pada tahun 2015 dan audit kinerja pengelolaan belanja berkualitas dalam kerangka anggaran berbasis kinerja pada 2018. Kedua pemeriksaan tersebut merupakan salah satu upaya BPK untuk meningkatkan kredibiltas APBN. Wakil Ketua menjelaskan beberapa pembelajaran yang dapat diambil dari pengalaman pemeriksaan tersebut antara lain:
Audit penganggaran dapat dilaksanakan secara bersamaan pada entitas-entitas pengambil kebijakan perencanaan dan penganggaran.
Dalam audit ini, sampling dapat dilaksanakan pada Kementerian/Lembaga yang signifikan;
Pengukuran kinerja anggaran tidak dapat dilaksanakan hanya berdasarkan akurasi dan ketepatan target pendapatan dan belanja. Namun, pengukuran kinerja juga mencakup indikator yang lebih luas termasuk perencanaan kegiatan entitas;
Pengukuran kredibiltas anggaran tidak dapat dilaksanakan secara memadai karena kelemahan dokumentasi penganggaran yang melibatkan pemerintah dan DPR.

Perwakilan dari UNDESA DPIDG, Aranzazu Guillan Montero, memberikan beberapa masukan terkait bagaimana SAI dapat memperdalam analisis untuk meningkatkan kredibiltas anggaran antara lain:
Rutin melaksanakan audit terkait dengan penyimpangan anggaran;
Berfokus pada kinerja. Menilai kinerja program pemerintah yang dibandingkan dengan alokasi anggaran termasuk analisis longitudinal untuk mengidentifikasi trend. Melakukan penilaian kinerja terkait dengan fungsi anggaran dan proses penganggarannya;
Saling berbagi praktik terbaik untuk meningkatkan rekomendasi audit terkait kredibilitas anggaran sehingga rekomendasi audit lebih terinci dan berdampak besar.
Sementara itu perwakilan dari IBP, Viviek Ramkumar, menjelaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari proyek 3 tahun IBP yaitu Strengthening Budget Credibility for Service Delivery yang bertujuan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang efektif untuk mengurangi kemiskinan. IBP menemukan bahwa meskipun jumlah anak putus sekolah yang dikarenakan kekurangan biaya selalu bertambah di Nigeria, anggaran belanja kementerian pendidikan di negara tersebut tidak dimanfaatkan sebanyak 12-37% selama 2013-2017. Hal yang serupa juga terjadi di Sri Lanka dimana anggaran belanja untuk pertanian dan irigasi tidak pernah dimanfaatkan sebanyak 10-40% selama 2011-2017 sehingga produktivitas sektor pertanian yang mempekerjakan 26% warganya selalu menurun.
Hasil dari forum ini akan dijadikan masukan dalam penyusunan hand book yang akan diterbitkan oleh IBP. Sekitar 325 peserta forum ini memberikan usulan isi hand book yang akan diterbitkan. Sebagian besar peserta (65%) menyampaikan bahwa tools and measures that can be used to improve audits related to credibility merupakan isi hand book yang dianggap paling bermanfaat dalam mendukung usaha-usaha SAI untuk meningkatkan kredibilitas anggaran.

Selain memperoleh pengetahuan dan pembelajaran terkait kredibilitas anggaran dari organisasi internasional dan SAI lain dengan mengikuti forum ini, BPK juga semakin dikenal dalam komunitas internasional sebagai salah satu SAI yang secara aktif mendukung usaha-usaha untuk meningkatkan kredibilitas anggaran pemerintah melalui audit. (Tn/h.bpk)

Posting Komentar

0 Komentar